Noordin M Top » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, August 12, 2009

Noordin M Top

Ketika saya menuliskan Noordin M. Top laknatullah sudah mati hal itu karena memang sudah benar-benar demikian, yaitu dalam makna tidak ada lagi simpati untuk manusia pengecut warga Malaysia yang merusak kampung halaman Indonesia. Meskipun mengatasnamakan agama Islam yang menjadi keyakinan mayoritas orang Indonesia, namun faham kekerasan yang melanggar hukum Tuhan dengan membunuhi manusia tanpa alasan yang jelas seperti membela diri ketika dalam keadaan perang, maka rakyat Indonesia telah menganggap warga Malaysia Noordin M.Top telah mati.

Mati langkah, mati gerakan, mati seluruhnya, artinya tidak lagi akan berkembang menjadi sel-sel baru yang terus-menerus menghancurkan masa depan bangsa Indonesia yang berarti masa depan anak cucu kita semua.

Bahwa dalam peristiwa penyergapan Temanggung, secara jasadi yang berhasil ditembak mati adalah Ibrahim. Hal itu telah mengurangi secara signifikan jumlah teroris yang mengganggu ketertiban dan ketenangan bangsa Indonesia. Total keseluruhan hasil operasi densus 88 saya kira mencapai 7-10 orang baik yang berupa pelaku maupun link yang dapat menjadi petunjuk untuk operasi-operasi berikutnya.

Kepada para pengamat intelijen, keamanan dan media massa saya memberikan saran untuk tidak menikmati suasana perburuan teroris dalam orgasme intelektual dengan memberikan pendapat/analisa yang menunjukkan kehebatan individual anda sambil mempertontonkan kekaguman terhadap warga Malaysia Noordin M. Top laknatullah.

Blog I-I menyampaikan pesan kepada seluruh rekan-rekan jaringan Blog I-I dan rakyat Indonesia untuk mengembangkan operasi semesta nusantara mengungkap kekejaman kelompok teroris yang telah membuat kemiskinan bangsa Indonesia berlarut-larut.

Kemiskinan yang disebabkan oleh aksi teror adalah dampak dari stagnasi dan gocangan ekonomi sebagai efek langsung dari ketakutan para pelaku bisnis mengembangkan perekonomian Indonesia, akibatnya pertumbuhan ekonomi kita terganggu.

Tanpa kita sadari, aksi teror juga menjadi trade mark (cap) bangsa kita yang sesungguhnya cinta damai. Lebih jauh lagi, aksi teror juga memperpanjang ingatan dunia tentang Islam yang dipersempit ke dalam aksi teror yang menodai makna jihad.

Marilah kita seluruh elemen bangsa Indonesia bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, mulai dari tingkat RT-RW, kelurahan, kecamatan, kabupaten, kotamadya, propinsi, hingga nasional bergerak baik secara aktif maupun pasif mengawasi setiap gerakan yang diduga merupakan kelompok teroris.

Kita tidak perlu takut akan ancaman teroris, sebaliknya kita bersama-sama justru menjadi sangat marah dan aktif mengejar teroris. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak takut mati karena kita memiliki keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan juga sifat ksatria bela bangsa dan negara.

Kematian warga Malaysia Noordin M.Top niscaya telah begitu jelas dan seluruh elemen bangsa Indonesia mengawasinya. Kita tidak perlu terpaku kepada fisikal individu siapapun orangnya. Karena dengan keterpakuan kepada sosok seseorang, maka akan ada penggantinya apabila tidak diberantas hingga akar-akarnya yaitu kondisi psikologi massa yang ditakut-takuti oleh sosok manusia laknatullah seperti warga Malaysia Noordin M.Top.

Keterpakuan kita pada sosok Noordin M. Top pada saat akhirnya kita umumkan atau temukan jasad sesungguhnya, hanya akan berganti nama menjadi Zulkarnain, Umar Patek, dll. Ingatkah bagaimana ketika kita terpaku pada sosok Abu Dujana sebagai komandan militer Jemaah Islamiyah? atau ingatkah pada sosok Dr. Azhari, Hambali, dll yang jauh lebih hebat dari Noordin M. Top?

Ibrahim yang tewas di Temanggung adalah juga sosok kunci yang penting dalam gerakan kelompok teroris, sehingga hasil operasi Densus 88 secara meyakinkan telah mengungkapkan sekitar 90% kasus teror bom Marriot dan Ritz Carlton, sisanya akan menyusul dalam proses hukum. Pengungkapan yang dilakukan Polisi adalah berdasarkan olah TKP dan penelusuran bukti-bukti, sehingga sangatlah keji apabila ada upaya para simpatisan teroris untuk mengembangkan opini negatif tentang kinerja Polisi kita.

Akhir kata, saya hanya ingin mengingatkan seluruh rekan-rekan Blog I-I dan seluruh rakyat Indonesia, kita adalah bangsa yang besar dan berpotensi untuk menjadi kekuatan global level menengah, namun hal itu tidaklah mungkin dapat kita wujudkan apabila dalam menghadapi kelompok teroris tidak tercipta kesadaran masyarakat untuk waspada kepada lingkungan sekitar kita. Meskipun seorang teroris adalah adik kita sendiri, kakak kita sendiri atau saudara jauh, mereka adalah teroris sama seperti penjahat kelas berat yang membunuhi orang, sehingga telah menodai kehormatan keluarga, maka hukumannya adalah harus dipertanggungjawabkan didepan hukum dan bangsa Indonesia yang telah dirugikan.

Sekali lagi, bagi Blog I-I, warga Malaysia Noordin M. Top telah MATI!!!

Labels:

Comments:
Saya kurang sependapat dengan tulisan anda. Berbicara Nurdin M Top dan jaringan JInya (walaupun itu benar ada atau hanya penamaan saja) kitanya harus melihat dalam konteks ideologi.

Dalam konteks ideologi (ideologi yang berangkat dari kondisi obyektif masyarakat) menurut saya ada dasar pemikiran dan tujuan yang jelas bagi pengikutnya. Pemikiran dan tujuan itu jelas berangkat dari pendalaman subyektif pemikiran yang dalam dari suatu ajaran yang mereka yakini.

Dan bicara ideologi saya menyakini yang namanya ideologi itu sangat bisa melakukan proses metamorfosa dalam tindakan taktisnya. Selama kondisi obyektif suatu masyarakat mendukung hal tersebut. Kondisi obyektif masyarakat yang dimaksud adalah kondisi yang menyentuh kebutuhan dasar manusia. Kemiskinan, pendidikan yang mahal,dan ketidakadilan dalam konteks ekonomi merupakan beberapa contoh penyubur bagi suatu ideologi2x tersebut.

Suatu represifitas negara baik dalam bentuk pengerahan kekuatan maupun propaganda2x negara akan suatu ideologi saya pandang tidak akan dapat mematikan ideologi itu. Bahkan hal itu makin membuat ideologi itu kuat dan bermetamorfosis dalam bentuk lain.

Demikian masukan saya.....

-Red Star-
 
ok, setuju NMT bukanlah siapa2, yg lbh penting adlh siapa di belakang NMT?? NMT, Ibrohim, atw siapapun hanyalah 'mayat2 hidup' yg memang sdh disiapkan utk 'dikorbankan'..

utk operasi intelijen sekelas mariot & carlton tak membutuhkan dana terlalu besar, hingga tak harus juga didanai langsung dr luar negeri.

dan ada banyak saran dr pengamat intelijen yg menganjurkan agar diteksi dini lebih efektif menggunakan jaringan intelijen militer. selain sdh mempunyai jejaring hampir seantero nusantara, kemampuan teknis tempur maupun kontra-intelijen lebih mumpuni dan terlatif.

peran media jg harus lebih diaktifkan lbh mendidik dan menyadarkan masyarakat luas ttg cegah tangkal terorisme.

waspadai "silent war", krn hanya dgn cara itu mereka bs meng-obok2 lalu meng-olok2 kita.

terdidiklah indonesiaku..
bangkitlah indonesiaku..

sekali merdeka tetap merdeka..
merdeka !!!!!
 
Sekedar curhat saja ...

Berikut tulisan Bapak di artikel sebelumnya :
"Ketidaksiapan Noordin M.Top yang hanya membawa senjata genggam dan kemungkinan seperangkat sistem peledak karena sedang dalam posisi koordinasi dan kunjungan sekaligus dalam rangka pelarian dan mencari perlindungan, membuat Noordin terpojok sedemikian rupa dan tertembak beberapa kali saat bersembunyi di kamar mandi. Tidak terjadinya aksi heroik/atraktif berupa peledakan diri sendiri diperkirakan karena memang tidak ada rencana tersebut dan Noordin sudah terpojok."

Setelah terbukti bahwa yang tewas adalah bukan Noordin M Top, dengan mudahnya Bapak kembali menuliskan kalau MATI yang dimaksud adalah bukan dalam makna jasadi. Mungkin ini salah satu kelebihan salah seorang intel yang memang pandai menulis secara sistematis dan juga lihai dengan kata-kata yang berbeda makna.

Sebagai manusia biasa saya hanya melihat tulisan Bapak sebelumnya hanya dipenuhi oleh propaganda saja. Ada usaha untuk menyakinkan pembaca bahwa apa yang tertulis dalam judul dan isi artikel adalah suatu kebenaran mutlak yang menyatakan Noordin M. TOp sudah tewas.

Sebagai manusia biasa juga saya melihat, di tulisan Bapak kali ini hanya dipenuhi oleh usaha-usaha untuk mencari pembenaran saja. Mungkin ini juga menjadi salah satu keahlian para intel dalam melakukan aktifitasnya.

Terlepas dari itu semua, saya sangat setuju agar semua masyarakat ikut menjadi bagian dalam perburuan para teroris ini, bukan saja Noordin M. Top. Semoga segala usaha yang dilakukan, dan sekecil apa pun bantuan yang diberikan, bisa memberikan hasil yang lebih tepat dan lebih berguna. Aminnn.

Salam...
 
wahhh jangan di anggap mati dong mas nanti malah males nyarinya hehehe
 
Bagian dari klarifikasi,bukan begitu Bung?
Jujur saja penggerebekan kemarin membangun rasa percaya diri yang sangat besar dikalangan masyarakat maupun para satria merah putih.Tetapi dihari kedua seperti saya yang sipil tentunya mulai mengerutkan dahi.Sehemat saya dalam skenario telah dijalankan tiga bulan setengah untuk melakukan "pendekatan" dengan target.Tetapi sesuai alamat di televisi lokal bahwasanya butuh 17 jam untuk memastikan sasaran telah jatuh.Bukan sebuah catatan waktu yang baik tentunya dan hal-hal ini seperti memastikan para satria 88 kurang yakin dengan sasaran.apakah telah terjadi contra-intelijen yang dilakukan "bodyguard" noordin ketika satria baju hitam ini melakukan pendekatan dengan target?
Bila demikian apakah noordin mengorbankan ibrahim cs diantara para serigala hitam tersebut?
hal-hal menarik mulai menari dipikiran saya.Tetapi bagaiaman pun para satria-satria ini layak mendapatkan "honor" atas kerja keras bertahun-tahun.Kita telah sampai ditahap yang tinggi dan langkah yang sangat jauh dalam menumpas "tikus-tikus" peliharaan ini.Ucapan terimakasih mungkin jauh lebih berharga daripada hanya ucapan selamat,bukan begitu bung?.
Jangan ragu dalam memposting bung dan salut buat anda.
Jaya Indonesiaku.
Salam..
 
Indonesia Raya... terus jaya Indonesiaku......

Noordin M. Top adalah hambatan kecil dalam Indonesiaku,.. masih banyak hal-hal yang besar dalam perjuangan Indonesiaku, seperti kemisikinan, kebodohan, dan hal-hal lainnya...

Jadi Noordin M. Top ibarat semut di kaki gajah yang tinggal diinjak saja selesai sudah masalah..!!!

Terus dukung aparat penegak hukum di Indonesia dalam memberantas 'pengecut-pengecut' tersebut..

salam,
Indonesiaku..
 
jihad yang diusung oleh para pahlawan kesiangan itu hanya jokes yang garing dari orang2 yang hopeless memperjuangkan nasibnya sendiri.

sebuah interview dengan sang teroris yang saya dapat dari pertemuan dengan nurdin ini membuktikan betapa mereka adalah guyon ngawur
 
setelah membaca tulisan2 anda, sangat terasa kalau anda bukanlah SW yang bijak, karena anda menghilangkan kebijakan anda sendiri.atau jangan2 beliau masih sakit ?
 
numpang komen....

bagi saya pribadi...ini pribadi yah ga bawa2 kerjaan atau yg lainnya.....

mati atau tidaknya NMT tidak bpengaruh apa2.... kalau toh NMT mati pd saat penyergapan kmaren... baguss... artinya analisa pihak den88 tidak meleset... dan hasilnya pun ada walopun sudah 17 jam lebih melaksanakan penyergapan... dan kalau pun itu bukan NMT... tidak menjadi masalah karena anggota jaringannya juga kena sergap (ibrohim)..... apa dengan tewasnya NMT or ibrohim itu permasalahan terorisme selesai??? saya pribadi bilang tidak... saya rasa mereka bukan pekerja amatiran...saya rasa mereka punya rencana dibalik rencana.... dan pasti mereka punya NMT2 yang lain.... shg sulit menyatakan mereka (teroris) berkurang dalam sisi jumlah.... apa ada juga yg mempunyai data valid berapa jumlah mereka saat ini , ga ada kan?.... kalau toh penulis di blog ini menyatakan bahwa NMT sudah mati (bukan secara fisik) itu sah2 saja , tidak harus menjadi orang intel , keamanan atau lainnya.... semua mempunyai alasan kenapa menulis spt itu.... bgitu juga kalau ada orang yg mengartikan NMT belum mati ya tdk salah juga... krn memang scr fisik NMT belum mati.... jadi saran saya sih tidak usah diperdebatkan masalah mati atu tidaknya NMT.... masih ada NMT2 yg lain.... karena faham yg mereka ikuti ada juga pengikutnya... yg penting sekarang nantinya harus bagaimana....supaya kejadian serupa tidak terulang lagi....
pelaksanaan deteksi dini seperti jaman dulu terbukti efektif... kalau toh pelaksanaannya saat itu utk utk kepentingan kelompok tertentu.... ya kepentingannya yg ditiadakan....jangan cara deteksi dininya yg dihilangkan.... dan contoh2 lainnya yg pernah dijalankan..... tinggal diperbaiki saja yg salahnya....jangan justru dihilangkan hal yg lebih besarnya....
indonesia ini negara besar.. tapi tidak punya badan kontra intelijennya.... itu yg buat saya heran... kalau dulu ada bakostanas , kenapa dihilangkan ... kalau dirasa kerja bakortanas tidak benar ya di evaluasi dan diperbaiki bukan dihapuskan.... ini bagi saya merupakan bentuk penggembosan atau pelemahan negara....

apapun bentuk negara ini...
saya tetap cinta negara ini....
 
penyebab munculnya laknatullah laknatullah itu bukan saja kemiskinan, akan tetapi keserakahan kepada dunia, tidak mau menolong orang orang untuk keselamatan dunia dan akhirat, hanya memikirkan keselamatan dunia saja, itulah laknatullah egois seperti yang dikemukakan blogspot ini. kurangnya pendidikan agama, ayat yang diberitakan sepotong sepotong, dan yang paling berbahaya adalah seleb hipno, seperti yang pernah diperaktekan hitler. oleh karena itu saya tidak pernah mengidolakan siapapun, rasulpun tidak suka dipanggil sayiddina. kalau rasul dipanggil sayiddina, kenapa Allah langsung dipanggil namanya?.
 
saya harap ada engadilan rakyat terhadap jenasah noordin dan antek2 nya seperti halnya jaman PKI. jangan kembalikan dulu bangkainya. bawa keliling indonesia, terutama semua tempat yang pernah di bom, taruh dalam peti dengan bendera negaranya kemudian suruh semua rakyat indonesia meludahi bangkai itu berikut benderanya setelah itu jika mau dikembalikan seret aja dengan kapal tongkang seperti cukong malingsial mencuri kayu dari kita. jika sampai perbatasan jangan ragu membakarnya di depan mata sultan berikut tentara malingsial.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters