Kedangkalan Analisa Blog I-I » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, September 08, 2009

Kedangkalan Analisa Blog I-I

Terima kasih atas kritikan membangun dari rekan-rekan Blog I-I yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini dapat diterima dengan baik dalam diskusi nasional demi perbaikan masa depan Indonesia, serta bukan sebagai bagian dari kepuasaan taktis sesaat untuk kepentingan tertentu.

Misalnya dalam soal sorotan kepada reformasi militer dan intelijen, tentu saja Blog I-I hanya mengambil peranan anjing menggonggong mudah-mudahan kafilah memikirkannya ketika berlalu, karena tujuan dari Blog I-I bukanlah revolusi perubahan yang drastis tetapi secara sungguh-sungguh ingin membuka mata komunitas intelijen tentang ketertinggalan yang terjadi selama puluhan tahun terakhir ini.

Kemudian dalam isu-isu spesifik seperti terorisme, Ahmadiyah, ataupun kelompok radikal kanan (raka) dan radikal kiri (raki), Blog I-I mungkin tampak sok tahu dengan sedikit mengungkapkan detail, apalagi yang terkait dengan peranan elit intelijen dan militer dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejauh mana diharapkan Blog I-I mengungkapkan kebenaran tentunya ada batasan yang etis dalam pengungkapan tersebut.


Bila rekan-rekan dari komunitas intelijen ataupun termasuk 2% dari bangsa Indonesia dengan akses informasi yang kuat tentunya akan segera memahami bahwa Blog I-I tidak akan melangkah sejauh itu dalam pengungkapan berbagai peristiwa yang mendera bangsa Indonesia. Karena tidak semua kebenaran dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, bahkan akan tampak sangat provokatif, karena kebenaran itu menjadi hak prerogatif segelintir tokoh elit di negeri ini. Bangsa kita belum sungguh-sungguh siap menanggung kebenaran sejati sejarah perjalanan diri kita sendiri.

Baiklah, saya tidak akan pusingkan rekan-rekan dengan isu kecil seperti Ahmadiyah karena ancamannya tidak akan meruntuhkan kedaulatan Indonesia Raya, terlebih dengan adanya pengaruh dari sejumlah elit di negeri ini. Analisa yang mendalam dan pengungkapan kasus ini justru akan memperumit masalah karena pada ujungnya harus melalui hukum formal yang jelas masih sulit ditempuh secara tegas oleh Negara Demokratis Indonesia Raya saat ini. Sekitar 10-20 tahun ke depan mungkin akan lebih mudah apabila kedewasaan berpolitik dan demokrasi semakin matang.

Coba kita tengok sejarah yang baru lewat 11 tahun berselang, khususnya ketika kita kehilangan kedaulatan atas Timor Timur, ini adalah masalah terbesar dari sudut pandang NKRI bukan? Tetapi tidak ada satupun dari kita yang berani menuntut kepada pemerintah ataupun elit-elit yang berkuasa untuk mempertanggungjawabkan seluruh kesalahan strategi sejak tahun 1975. Bangsa Indonesia menanggung malu di dunia internasional sebagai bangsa penjajah, sebagai bangsa pelanggar HAM, pemerkosa, pembunuh, karena perilaku sedikit elit militer yang beberapa diantaranya baru-baru ini berani mencalonkan diri sebagai pimpinan nasional kita dalam pemilu Presiden.

Sungguh puji Tuhan pelindung bangsa Indonesia, kampanye underground Blog I-I berhasil mematahkan segala daya upaya para pendosa yang telah mencoreng kehormatan bangsa Indonesia tersebut, setelah pelanggaran HAM berat dan sikap pengecut dengan berlindung dibawah pengampunan sistem hukum nasional Indonesia yang rapuh. Bahkan Indonesia sebagai negara juga melindungi para penghianat yang menyebabkan rusaknya citra bangsa Indonesia di dunia internasional hingga saat ini. Blog I-I sangat kecewa kepada segelintir elemen bangsa Indonesia yang bodoh dan masih dapat ditipu dengan rayuan kebohongan dan politik uang.

Fakta lain adalah kebangkitan pola-pola politik kekuasaan dalam sistem politik nasional. Cobaan apalagi yang akan kita hadapi apabila tidak segera lahir calon-calon pemimpin bangsa yang berkualitas. Apalagi tampak ada kecenderungan membiarkan lahirnya kembali elemen-elemen penghancur bangsa Indonesia. Mengapa saya berani katakan elemen penghancur bangsa karena mayoritas bangsa kita berpikir dalam dunia sempit Indonesia serta terlalu banyak mencurahkan perhatian dalam persaingan kekuasaan domestik, sementara lupa dengan pentingnya dinamika dan perubahan internasional yang senantiasa mengancam bukan hanya integritas wilayah, tetapi juga intergitas ke-Indonesia-an, yaitu karakter dan jati diri bangsa yang terhormat.

Bertahun-tahun kita dihina sebagai bangsa yang tidak beradab karena tidak mampu menuntaskan begitu banyak kasus kemanusiaan. Apakah hal itu standar Barat yang dipaksakan ataukah fakta yang kita lihat sehari-hari di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dll. Bukankah kita sering melihat oknum preman berseragam yang dipersenjatai oleh biaya pajak yang kita bayar kepada pemerintah justru mengintimidasi kehidupan kita. Hal inilah yang harus segera dirubah hingga akar-akarnya dan ditata kembali dengan tetap mengindahkan kehormatan profesi para pelindung negara.

Pembenaran-pembenaran yang kita lakukan ketika tejadi penderitaan di Aceh, Timor-Timur, Maluku, dan Papua semua ditutup dalam satu semangat keramat NKRI, tetapi sesungguhnya kita belum menyentuh persoalan yang mendasar di kawasan-kawasan tersebut.

Fakta lain yang lebih menyedihkan adalah bahwa kita cenderung melupakan sejarah atau membiarkan sejarah tidak jelas, sehingga akhirnya orang asing (Australia, Inggris, Amerika, PBB,dll) yang memberikan klarifikasi yang belum tentu benar, namun karena tidak ada kemauan dari kita untuk mengungkapkan fakta sejarah, maka akhirnya sejarah yang merupakan versi asing itulah yang dilabelkan dalam perjalanan bangsa kita di dunia. Sangat memalukan bukan?

Kembali pada kasus Timor Timur, masihkah kita memberikan penghormatan kepada para Pejuang Seroja? Sebagai prajurit perang pikiran saya menyarankan untuk mengabadikan penghormatan kepada para Pejuang Seroja karena mereka adalah pahlawan yang berjuang tanpa memikirkan kepentingan pribadi. Kita harus mengabadikan ini sebagai fakta sejarah bahwa Indonesia pernah berusaha membebaskan Timor Timur dari cengkeraman bahaya komunisme (dalam konteks tahun 1975). Dengan demikian, tidak benar kita melakukan aneksasi atau penjajahan atau kolonialisme terhadap Timor Timur, karena hal itu melanggar pembukaan UUD 1945.

Bahwa kemudian terjadi sejumlah persoalan kemanusiaan, sebagai bangsa yang pernah dijajah oleh Belanda, Portugis, dan Jepang tentunya bangsa Indonesia yang sekarang sudah demokratis juga sadar pentingnya pelurusan sejarah, yang hal ini adalah demi masa depan generasi Indonesia sendiri agar tidak muncul perasaan malu seperti dialami generasi paska perang dunia I dan II di Jerman dan Jepang. Indonesia harus berlapang dada mengungkapkan kebenaran-kebenaran yang terjadi di dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Hal ini tidak ditujukan untuk kepentingan tertentu, tetapi demi bangsa dan negara. Tidaklah sepatutnya kita melindungi pimpinan yang tidak kapabel dalam menjalankan fungsinya yang mana sejarah sudah membuktikan kekalahan telak yang dialami dalam kasus lepasnya Timor-Timur. Berhentilah menyalahkan unsur konspirasi asing karena ketidakmampuan strategi dalam membangun NKRI yang bermartabat.

Namun angin lebih kuat berhembus pada ketidakjelasan arah Indonesia dalam klarifikasi sejarah perjalanan bangsa Indonesia, sehingga orang asing seenaknya menuliskan sejarah hitam Indonesia sebagai penjajah. Misalnya saja dalam rencana peluncuran film Balibo Five di Australia yang menceritakan kisah peristiwa Balibo tahun 1975. Seluruh komunitas intelijen di dunia paham bahwa film adalah alat propaganda paling efektif dalam mempengaruhi keyakinan orang, apalagi tentang sejarah. Apabila ternyata film tersebut nantinya tidak menyenangkan bagi Indonesia, apakah kita akan marah-marah dan protes dengan alasan nasionalisme? Percayalah....dunia akan tertawa melihat kebodohan kita tersebut.

Sentimen negatif dunia jurnalisme internasional banyak dipengaruhi oleh ketidakpastian sikap pemerintah Indonesia dalam mengungkapkan apa yang sesungguhnya terjadi, Indonesia cenderung menganggap semua itu sebagai kecelakaan dan mencoba dilupakan...tetapi kalangan jurnalisme tidak akan pernah lupa dalam kasus-kasus yang merenggut nyawa jurnalis yang bertugas. Itulah sebabnya mengapa sangat sulit meyakinkan kalangan media atas setiap perkembangan di Timor Timur pada era Orde Baru, dengan kata lain kita kalah telak sangat telak mungkin ibaratnya 10-0 dalam pertandingan sepakbola.

Tulisan saya lebih banyak bersifat ajakan untuk berpikir memperbaiki kekeliruan di masa lalu, menghindari kesalahan yang sama dan menyongsong masa depan dengan strategi yang lebih baik. Apabila diteruskan mungkin bisa tertulis berlembar-lembar dalam format analisa yang dangkal seperti penilaian sebagian rekan-rekan. Mohon sekalipun rekan-rekan memiliki informasi yang lebih detail, saya sarankan tidak untuk publikasi sebelum dipikirkan matang-matang. Apabila tulisan Blog I-I terasa sok tahu, sangat mungkin demikian apalagi bagi rekan-rekan dalam komunitas intelijen. Lagi pula Blog I-I bukanlah sumber informasi tertinggi dalam dunia intelijen Indonesia, dan tidak ada kewajiban bagi rekan-rekan untuk meyakininya. Saya menyarankan rekan-rekan untuk berkontemplasi dan memikirkan kembali setelah membaca sebuah artikel Blog I-I, kemudian lihat maksud dan tujuan setiap artikel, niscaya akan terasa ruang-ruang kritik untuk perbaikan dan diskusi yang berlanjut dan hampir tidak bersifat tertutup sebagai kebenaran mutlak, sebaliknya justru sangat terbuka untuk ruang diskusi.

Sekian
SW


Labels: ,

Comments:
Setiap kali kita menjeritkan batin yang bergemuruh, sementara mulut tak boleh menganga, tangan tak boleh isyarat. Tentu sangat berat. Tapi pada saat ultimate goal dicapai lewat lewat stratag yang matang, tentu perlu grand design yg digelar. Dan dimulai dengan menabur benih saat ini.
Tak ada kata terlambat.
Sungguh suatu bentuk perjuangan tak ada akhir, baik untuk kepentingan akhirat dan juga tanah air tercinta.

Selamat PakDe. Semoga tumbuh dengan kokoh.
 
memang kebanyakan para elit di negara ini hanya memikirkan perut dan lendir saja.hanya sedikit yg memikirkan bangsa ini.semoga blogI-1 HARAPAN BANGSA
 
UNTUK INDONESIA YG LEBIH BAIK, KENAPA SENOPATI TIDAK MENGKUPAS HABIS SEMUANYA, JGN RAGU-RAGU, JGN TERLALU BANYAK PERTIMBANGAN, AKHIRNYA KETAKUTAN.
 
Sekali lagi untuk kejayaan negara Indonesia tercinta ini, saya salut dengan kegundahan hati bung Seno terhadap masa depan NKRI dan organisasi intelijen Indonesia khususnya. Tetap dijaga profesionalisme intelijen Indonesia....
 
Senang, bangga, dan acungan jempol kepada siapapun yg telah berani menulis ini.

sedikit kilas balik, dahulu perjalanan bangsa kita yg kita cintai ini terbiasa dengan sifat membungkam yg berani berbicara.

Hal ini sepertinya maseh mengakar sampai sekarang,tetApi dengan pola" yang lebih rapi seperti intimidasi dan memang hanya sebatas itu. Jika dahulu di lakukan oleh raja sekarang di lakukan oleh mereka yg menganggap dirinya raja" kecil dengan memanfaatkan jaringan yang hasil kerjanya hampir sulit untuk di buktikan secara hukum.


Saya pikir ke depannya teman" Blog II agar lebih mawas diri dan tetap bersuara bahkan lebih lantang lagi demi keutuhan dan kemajuan Indonesia Raya.
 
tapi tampaknya praktik-praktik "pembodohan" yang Anda sebut ini akan terus berulang dan berulang untuk waktu-waktu yang akan datang. Karena mereka-mereka yang memasang "kedok" bersih itulah sebenarnya aktor-aktor intelektual yang menggotong sarat kepentingan yang sesungguhnya. Dunia intelijen memang yahud.... (i). Salam kenal dari seberang.
 
tapi tampaknya praktik-praktik "pembodohan" yang dibahas artikel ini bakal terulang dan terulang lagi di masa-masa akan datang. Karena saya menduga sebenarnya aktor intelektualnya adalah mereka yang justru saat ini terkesan "bersih" dan masih punya kewenangan untuk melakukan apa pun yang mereka mau. Btw, salam kenal.
 
Pak SW. Saya seorang kolumnis Independen. Minta masukan terkait dengan UU Rahasia negara. Terimakasih.
 
Berhubung NEGARA CUKUP "KOTOR" INI SUDAH MASUK DI CATATAN SEBAGAI NEGARA KORUP YANG KESEKIAN.....

bISA JADI SEMUANYA PUN PENGEN JADI KORUP TAPI LEGAL INI.....

SALAM SEHAT DAN TAMBAH TINGGI
BUNG BONAFIT
 
Barangkali semua yang telah terjadi dan akan terjadi dalam NKRI ini, perlu di cari benang merah permasalahan yang mengancam disintegrasi Bangsa kita. Bagaiamana caranya ya kalau kita bisa membantu...?
 
Begitu besar rasa nasionalisme saya untuk menjaga keutuhan NKRI dari ancaman virus-virus asing yang telah menjadi lokal...
 
Blog anda OK dan unik Banget!. Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!

Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.

Salam hormat
http://kombes.Com
 
Pemberitaan media massa elektronik berkaitan dengan masalah hukum yang menimpa beberapa petinggi KPK dan Polri perlu disikapi secara hati-hati dan bijaksana. Pemberitaan tersebut seolah-olah menggambarkan pertarungan yang hebat antara KPK dan Polri. Padahal semua masalah hukum tersebut harus dianalisa secara tajam dan objektif dengan mengutamakan ketahanan nasional Indonesia Raya.
 
saya hampir tidak percaya breaking news barusan tidak langsung dimuat di blog ini..apa terkesan hati-hati dalam mengeluarkan statement om?..btw sudah lupakan saja yang lalu..klarifikasi dan klarifikasi mencari jalan pembenaran kurang tepat rasanya om..bagaimana pun juga buruan nomor satu yang sempat mencoreng analisa om ini telah berpulang..saya malah menantang om untuk berani menelurkan sekelompok bule yang telah berpartisipasi dalam "membantu" kita..salam..
JAYA INDONESIAKU..
 
Hati-hati bagi kita yang sering mengungkapkan "Konspirasi Asing". Karena jika kita terus menduga bahwa selama ini apa yang terjadi di Indonesia tidak lepas dari campur tangan asing, maka sesungguhnya itu berarti bahwa kita sendirilah yang selama ini telah membiarkan konspirasi itu terjadi.
 
sbuah tulisan adalah buah pkiran dr uneg - uneg yg slama ni kita rasakan...dan hal ini tidak bisa di salahkan...tetapi,apakah kita sanggup menahan dominasi negara super power ???? apakah kita sudah siap untuk bertahan mempertahankan marwah para pejuang kita terdahulu ??? sedangkan saat ini orang2 di atas hny bisa berbicara dg manis dan penuh dg teori2 yg menakjubkan...kami rakyat kecil pemerhati kedaulatan Merah Putih hny ingin sebuah bukti ...berbenahlah secara perlahan di bumi persada ini,dan masih ingatkah kita dengan sbuah lagu perjuangan..."Dari Sabang Sampai Merauke"...apakah lagu itu hanya mimpi seorang pahlawan dulu ????
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters