Selamat Kepada Jenderal Polisi (Purn) Drs. Sutanto » INTELIJEN INDONESIA

Thursday, October 22, 2009

Selamat Kepada Jenderal Polisi (Purn) Drs. Sutanto

Sebelum saya membahas pengangkatan Jenderal Sutanto sebagai Kepala BIN, izinkanlah saya mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi (Purn) Drs. Sutanto, semoga dunia intelijen sipil Indonesia menjadi semakin profesional, serta mampu mengawal perjalanan Bangsa dan Negara Indonesia Raya, serta melindungi keselamatan rakyat Indonesia di tengah-tengah dinamika dunia yang terus berubah.

Bagi komunitas intelijen Indonesia, diangkatnya Jenderal Sutanto sebagai kepala BIN bukanlah kejutan. Analisa yang paling sederhana dalam memperkirakan calon Kepala BIN mengacu pada dinamika perang bintang (sekitar 60-an Jenderal) yang saling berhadapan selama masa kampanye pemilu, semua insan intelijen yang memiliki waskita telah mengetahui siapa-siapa calon pimpinan tertinggi lembaga intelijen tertinggi di Indonesia -- Badan Intelijen Negara (BIN). Baik kubu SBY-Boediono, JK-Wiranto, maupun Mega-Prabowo semuanya memiliki dukungan ahli-ahli strategis yang pantas menduduki posisi Kepala BIN. Karena pemenang pemilu adalah SBY-Boediono, maka terpilihnya Jenderal Sutanto sebagai Kepala BIN yang merupakan salah satu dari sekitar 18 Jenderal purnawirawan pendukung kubu SBY-Boediono.

Sangat sederhana bukan? Politik ya...akhirnya adalah politik. Betapapun juga kuatnya unsur politik dalam penentuan Kepala BIN, kita patut bersyukur karena secara mantap Indonesia telah melangkah pada suatu sistem seleksi untuk kepemimpinan nasional, mulai dari sistem pemilu yang demokratis, hingga proses-proses menuju kursi pimpinan Departemen dan Lembaga non-Departemen, termasuk BIN.

Dengan kata lain, komunitas intelijen dapat meyakini bahwa pemimpin intelijen yang baru memiliki kemampuan intelijen (baik dalam definisi intelektual, organisasi, kegiatan/operasi, maupun visi dan misi dalam pengembangannya).

Sejumlah kalangan/kelompok ada yang merasa sosok Jenderal Sutanto kurang tepat, dengan alasan intelijen keamanan Polri kurang berhasil selama Jenderal Sutanto menjabat sebagai Kapolri. Sebagian komunitas intelijen khawatir bahwa kepemimpinan mantan Kapolri di BIN akan membawa perubahan pola operasional yang cenderung polisionil serta akan membawa pasukan coklat terlalu banyak ke dalam BIN sebagaimana juga dilakukan oleh pimpinan Jenderal dari kalangan Hijau. Akibatnya, BIN yang seharusnya dan sewajibnya sangat kuat dalam tataran analisis strategis demi keselamatan bangsa, kemudian terjebak dalam operasi-operasi taktis jangka pendek yang hanya memikirkan kepentingan sesaat.

Apabila Jenderal Sutanto tidak banyak berbeda dengan Jenderal dari TNI, tentunya kekecewaan terbesar tentunya akan dialami oleh intelijen tanpa warna tanpa suara yang hanya memiliki korps bayang-bayang mengabdi sungguh-sungguh tanpa kilauan pangkat dan jabatan.

Langkah paling penting yang harus segera ditempuh oleh pimpinan BIN adalah reformasi organisasi khususnya dalam soal peningkatan sumber daya manusia, yaitu peningkatan skill operasional dan analisis yang memadai. Kehebatan sebuah lembaga intelijen lebih banyak disebabkan oleh intelektual yang diartikan sebagai kecerdasan, kecerdikan dan kecermatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan maupun reporting hasilnya. Hal ini boleh dikatakan kurang berkembang hampir di seluruh lembaga intelijen di Indonesia. Perhatikan misalnya bagaimana komposisi tenaga ahli di tiap-tiap lembaga intelijen di Indonesia. Mulai dari soal latar belakang pendidikan, hingga pengalaman, sedih rasanya melihat bahwa intelijen Indonesia masih sangat kurang, bahkan terbelakang bila dibandingkan dengan intelijen-intelijen di ASEAN.

Dalam penyelidikan Blog I-I ke Thailand, Malaysia, dan Singapura...sungguh mencengangkan. Karena lembaga-lembaga intelijen di sana memiliki program peningkatan sumber daya manusia yang sangat baik. Hampir setiap tahun mereka secara reguler meningkatkan kualitas insan intelijen dalam program pendidikan tingkat Master dan beberapa di tingkat Doktoral (khususnya bidang studi ekonomi, strategi, politik dan perang). Artinya mereka memiliki kemapuan intelijen/intelektual yang lebih update karena ilmu terus berkembang sepanjang zaman.

Blog I-I juga paham betul apabila ada pesan khusus yang diberikan SBY kepada Kepala BIN yang baru. Dalam kaitan ini, semoga terdapat kebijaksanaan yang tepat dalam penyelesaian masalah lama yang tersangkut di BIN karena kekeliruan langkah di sini dapat berdampak fatal.

saran Blog I-I, apabila memiliki pesan khusus SBY dan benar-benar akan dilaksanakan di BIN, maka lakukan secara cepat dan efektif hingga ke akar-akarnya. Atau tidak sama sekali, karena perlawanan dari musuh-musuh SBY cukup berbahaya bagi keselamatan rakyat, Bangsa dan Negara Indonesia. Komunitas Intelijen tidak menghendaki terjadinya hambatan dalam pembangunan menuju Indonesia Raya.

Oleh karena itu, persengketaan yang terjadi di tingkat elit seyogyanya apabila itu akan segera diselesaikan melalui jalur hukum, harus dilakukan secara cepat dan efektif tanpa dapat dibantah oleh musuh-musuh SBY.

Mohon maaf, saya tidak dapat mengungkapkan pesan SBY kepada Kepala BIN yang baru, tetapi komunitas intelijen dan jaringan Blog I-I sangat paham dan dapat memaklumi kebijakan yang akan ditempuh. Oleh karena itulah saya menyampaikan pesan ini.

Selamat Bekerja Jenderal, semoga sukses dan senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.

Senopati Wirang

Labels: ,

Comments:
Selamat Jenderal.....aku selalu mendukung.Meskipun aku berada di bawah salah satu departemen
 
amin
 
Kalau begitu, siapa pengganti dubes malaysia?
Pendapat saya secara pribadi, memang saya rasa beliau kurang pantas menjadi kepala BIN, terkait dengan semua kejadian yang banyak terbengkalai dan juga masih tingginya tingkat korupsi saat beliau masih menjabat menjadi kapolri. (Hanya sekedar pendapat)
 
Seandainya di negara kita sudah dipraktikkan wajib militer secara mumpuni, maka tidak ada lagi "Dikotomi Sipil-Militer"

Saya percaya para "Senopati Karir" sudah lebih siap secara mental psikologis menyongsong era "Masyarakat Madani", karena mereka sudah sering mengalami "Got to be what they were asked to be"

Mudah-mudahan rekan-rekan di BIN juga lebih siap menerapkan pertahanan nir militer yang sifatnya "intangible"
 
selamat mengemban amanah,berat tapi mulia
 
Selamat kepada Bpk Sutanto sebagai Kepala BIN yang baru. Semoga dapat menjalankan misi dengan baik melalui penyampaian informasi yang obyektif dan faktual kepada Presiden tanpa dilandasi kepentingan politik praktis. Selamat Bekerja Jenderal. Kami menunggu prestasimu.
 
buat jenderal sutanto moga bisa menjalankan tugas terutama teroris yang ada di indonesia
 
SELAMAT YA JENDRAL, SAYA BERHARAP BIN YG BARU (SESUAI PESANAN BABE) DAPAT BENAR-BENAR MENGAWAL NKRI KE ARAH KEJAYAAN INDONESIA RAYA, BUKAN MALAH TAMBAH HANCUR. MERAH PUTIH !!! HIDUPLAH INDONESIA RAYA !!!!
 
tiada kata lain selain mengucapkan selamat.....aku percaya kita pasti bisa
 
jika semua mengatakan "semoga" dengan mengumbang harapan semu dan nisbi, maka ijinkan saya untuk mengatakan bahwa intelijen Indonesia akan semakin terpuruk pada titik nadir terendahnya...

Indonesia akan semakin rentan dari ancaman operasi intelijen asing yang ingin menciptakan konflik dalam negeri.
 
Pengen punya domain .COM sendiri????
Baca info lengkapnya di Info Komputer
Ikuti langkah-langkahnya, dan dapatkan domain baru kamu!
100% gratis!
 
mantap tuh jenderal,,,,,,
aku pernah jadi korbannya
judi,narkoba,ilegal logging

buat apa uang,keluarga saya kaya-kaya
hehehe
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters