Tentang Isu Menteri Kesehatan yang Baru » INTELIJEN INDONESIA

Saturday, October 24, 2009

Tentang Isu Menteri Kesehatan yang Baru

Tuduhan dan bantahan telah berhamburan di media massa tentang isu yang mewarnai naiknya Menteri Kesehatan yang baru, Dr dr Endang Rahayu Sedyaningsih. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Kerusakan dalam lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sering terjadi karena personifikasi jabatan, persaingan, dan kompetisi yang kurang sehat. Khusus di Departemen Kesehatan, sejumlah persoalan korupsi, masih rendahnya level kesehatan masyarakat yang dapat ditunjukkan oleh angka kematian ibu dan anak, harapan hidup yang relatif rendah, penanganan penyakit menular yang lambat, lemahnya sistem pelayanan kesehatan, serta diskriminasi pelayanan kesehatan, seringkali kurang diperhatikan karena kita lebih tertarik membahas sosok pimpinan Depkes dari pada bersikap kritis pada kenyataan bahwa rakyat Indonesia menderita karena kurang profesionalnya Departemen Kesehatan.

Mengapa antara elit yang satu dengan yang lainnya sering terjadi saling menyerang, padahal mereka semua adalah asset bangsa yang sangat berharga karena sama-sama memiliki kemampuan untuk memajukan Bangsa Indonesia. Jawabannya lagi-lagi politik, bumbunya adalah ideologi dan kepentingan tertentu.

Entah kapan rakyat Indonesia menjadi cerdas, cermat, dan elegan dalam menyongsong masa depannya. Apabila masih saja ribut di level tuduh-menuduh tanpa bukti kuat yang dapat diajukan ke pengadilan, tentunya kita akan mandeg dalam perubahan semu bagaikan jalan di tempat. Mengapa demikian? karena kita akan menghabiskan banyak waktu, tenaga, emosi, dan biaya untuk perseteruan yang kurang perlu.

Saran saya, mulailah dengan sikap kritis yang serius dengan penyelidikan dan pengawasan yang seksama atas setiap elit politik yang diduga kuat menghianati kepercayaan bangsa dan rakyat Indonesia. Siapapun anda, apapun level pekerjaan anda, dan sedikit apapun informasi yang anda miliki yang dapat membahayakan kepentingan nasional dalam definisi kepentingan bangsa, rakyat, dan negara Indonesia, maka laporkanlah kepada yang berwenang, apabila anda takut maka ungkapkanlah kepada jaringan Blog I-I yang akan setia mengawal perjalanan bangsa Indonesia menyongsong kejayaan Indonesia Raya.

Mungkin akan membuka mata kita dengan pembahasan serius dalam Blog I-I, tetapi ingatlah...sudah waktunya bangsa Indonesia memulai suatu era yang lebih serius dalam setiap isu dengan data-data faktual dan bukti-bukti yang dapat diajukan ke depan hukum. Serta hentikanlah menghembuskan isu-isu yang dapat menimbulkan polemik dan menghambat kemajuan Indonesia Raya.

Kembali ke isu di seputar Ibu Endang.

Blog I-I setuju bahwa kerjasama dengan pihak asing penting untuk kemajuan dunia kesehatan serta dapat bermanfaat sebesar-besarnya untuk kemanusiaan. Namun janganlah menjadi orang pintar yang dapat dibodohi/dibohongi hanya karena terkesima oleh janji dan kemajuan teknologi pihak asing. Mulailah berpikir dan bekerja secara lebih pintar dan strategis serta dapat membela kepentingan bangsa Indonesia, dan bukan menjadi budak asing.

Blog I-I juga setuju bahwa Indonesia harus kritis dalam melihat setiap kerjasama dengan asing. Namun janganlah anti asing dan tidak kooperatif yang kemudian cenderung menghalangi upaya-upaya kemajuan kesehatan untuk kemanusiaan. Mulailah memperhatikan untung rugi secara lebih teliti karena dengan memusuhi asing tentunya juga akan merugikan Indonesia apabila alasannya tanpa bukti kongkret.

Kedua pandangan diatas apabila dilaksanakan dalam titik ekstrim masing-masing, tentunya yang rugi adalah Indonesia Raya.

Blog I-I kagum dengan keberanian Ibu Fadilah Supari karena ada benarnya bahwa dunia bisnis farmasi di dunia sangatlah kejam dengan mengambil keuntungan yang terlalu besar dari penemuan vaksin yang bersumber dari penelitian terhadap sample-sample darah penderita penyakit. Kasus-kasus besar yang melibatkan bisnis farmasi dunia telah menimpa benua Afrika dan meninggalkan noda berdarah yang tertutupi kabut ketidakpedulian. Tentunya kita tidak ingin hal itu menimpa Indonesia bukan...singkatnya mulailah untuk pintar bernegosiasi untuk kepentingan umat manusia untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Blog I-I tidak akan mengecilkan potensi Ibu Endang yang meski dibayangi oleh sejumlah isu tidak sedap, karena belum tentu sejarah kerjasama yang dilakukannya bersama asing dapat dikategorikan sebagai penghianatan terhadap kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. Apabila memang harus bekerjasama dengan asing karena keterbatasan kemampuan dunia medis Indonesia, buatlah suatu kerjasama yang tidak merugikan bangsa dan rakyat Indonesia. Tidak ada yang gratis, dan bernegosiasilah sebagai wakil bangsa dengan niat membela sebesar-besarnya kepentingan bangsa Indonesia di bidang kesehatan. Misalnya apabila proyek penelitian asing di Indonesia terus dikembangkan, harus ada jaminan bahwa hal itu juga untuk sebesar-besar kepentingan rakyat Indonesia yang menderita penyakit yang sedang diteliti. Jangan sampai dirugikan berkali-kali karena kebodohan, pastikan bahwa Indonesia akan untung besar apabila harus membuat kerjasama dengan asing.

Kemudian...dimana kebenaran dalam polemik ini? Selama kita terlalu menyenangi gossip, berbicara/berkomentar, menduga-duga, berpolitik, tanpa upaya penyelidikan yang mendalam dan serius, selama itu pula kita berputar-putar dalam kecurigaan sesama kita sendiri. Kita akan terpecah-pecah secara merusak, padahal di dalam hati kecil semua sangat mencintai Indonesia Raya.

Kita seharusnya bukan lagi generasi jajahan Belanda yang mudah diadu domba karena banyak penghianat yang membela kepentingan penjajah. Kita seharusnya memulai suatu era yang lebih sehat dengan sistem pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, memperkuat sistem hukum kita dan menegakkannya. Sehingga kita dapat mencegah siapapun yang terbukti sebagai penghianat bangsa naik sebagai tokoh penting di bumi pertiwi, sebaliknya kita juga dapat mencegah fitnah terhadap calon petinggi negara yang dapat memajukan Indonesia Raya.

Semoga bermanfaat.
Senopati Wirang

Labels:

Comments:
Benerkah ini yang nulis mantan direktur OPSUS....PITUT Soeharto...apa kabar? Salam dari kami, Tri Buana Candraca Satya Dharma
 
Diantara nasionalisme & keterdesakan....
 
Reformasi birokrasi jangan berhenti hanya di Depkeu saja. Reformasi birokrasi harus dijalankan di semua depertemen dan non departemen. Reformasi birokrasi membawa misi utama mengubah mentalitas birokrat dari yang maunya dilayani menuju birokrat yang aktif melayani publik dan kritis. Birokrat kedepan yang mampu mengembangkan kontrol di internal organisasinya secara efesien dan efektif dilandasi semangat nasionalisme yang tinggi.
 
Saya setuju dengan anda pak Senopati..
 
Nice article...

Indonesia Page - All About Indonesia
The Adsense Site - Guide to Online Adsense Earning
 
Pengen punya domain .COM sendiri????
Baca info lengkapnya di Info Komputer
Ikuti langkah-langkahnya, dan dapatkan domain baru kamu!
100% gratis!
 
apapun yang sudah dilakukan dan sedang direncanakan warga tehhadap negaranya, garis perjuangan tidak hanya berada di tangan pengkianat. sebab kami yakin, kebenaran akan menang. kelicikan akan terhinakan.
 
Wow, terima kasih sob atas informasi menariknya ini. Sangat berkualitas dan bermanfaat
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters