Dari Intimidasi Baru terhadap Blog I- I ke Kasus KPK-Polri » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, November 03, 2009

Dari Intimidasi Baru terhadap Blog I- I ke Kasus KPK-Polri

sebagaimana rekan-rekan Blog I-I ikuti, belakangan Blog I-I kembali menerima email dan komentar yang bernada intimidasi. Entahlah serius atau tidak. Sepertinya ada semacam kekhawatiran dari pengaruh Blog I-I yang dianggap berpihak pada salah satu kekuatan politik di negeri ini.

Perlu ditegaskan kembali bahwa intelijen hakikatnya tidak mengabdi kepada kekuatan politik, namun tidak dapat berkiprah tanpa dukungan politik dan kekuasaan. Intelijen mengabdi hanya kepada kepentingan nasional, kepentingan bangsa dan negara, serta bukan kepada individu, kelompok atau kekuatan tertentu. Jadi janganlah khawatir, Blog I-I akan tetap profesional berada di ruang idealisme perjuangan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara Indonesia.

Apabila kemudian Blog I-I memperlihatkan keberpihakan hal itu semata-mata berdasarkan pertimbangan obyektif yang tidak emosional, serta landasannya adalah untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Sekedar contoh, Bagaimana bila dihadapkan dengan polemik perseteruan KPK dan Polri? dimanakah posisi Blog I-I....tentu saja bukan kepada salah satu institusi, melainkan kepada kebenaran hakiki yang patut diperjuangkan di pengadilan seberat dan sesulit apapun itu. Langkah-langkah tekanan politik dan demonstrasi massa mungkin akan bermanfaat dalam mendorong penyelesaian yang adil. Pembentukan opini publik mungkin juga wajar untuk ditempuh di era demokrasi ini. Namun esensi yang harus kita pegang erat-erat adalah bahwa penyelesaian pertikaian tersebut harus melalui proses yang adil di pengadilan dan tidak melalui tekanan-tekanan kekuasaan yang akhirnya akan mengaburkan makna kebenaran dan keadilan.

Kita dapat saja bersimpati kepada pimpinan KPK dan menganggap telah terjadi upaya penggembosan KPK, namun apabila fakta bicara bahwa pimpinan KPK terlibat kasus korupsi sekecil apapun...maka kita tidak boleh menutup mata bukan.

Kita juga dapat bersimpati kepada Polri yang menemukan sejumlah fakta yang melibatkan pimpinan KPK meskipun motivasinya belum tentu untuk penegakkan anti korupsi, dan kita juga tidak bisa menutup mata dari motivasi tersembunyi dan fakta-fakta yang ditemukan bukan.

Kejujuran menjadi barang langka yang sangat mahal...akibatnya bangsa Indonesia terkutuk dalam kemiskinan dan kebodohan serta ketakutan dalam penegakkan kebenaran.

Sesungguhnya tidak ada yang perlu ditakuti karena kita hidup hanya sekali, apakah apabila kita mengungkap kasus korupsi seorang tokoh di Indonesia maka kita akan terancam mati? Pembunuhan adalah dosa yang besar, dan apabila kita dibunuh karena mengungkapkan kasus korupsi maka kita mati syahid bukan? mengapa bangsa Indonesia menjadi sangat pengecut dalam mengungkapkan kebenaran.

Presidenkah anda? Jenderalkah anda? Polisikah anda? Jaksakah anda? Hakimkah anda? Pengacarakah anda? Anggota Dewankah anda? ataukah anda hanya seorang miskin yang hidup ditepi kematian karena kelaparan? Tentunya sangat berbeda dalam hal akses penegakan kebenaran dan keadilan, bukan? Sudah terlalu lama Indonesia berada di dalam cengkeraman kejahatan luar biasa korupsi yang membuat bangsa Indonesia miskin, bodoh dan terbelakang.

Berani hidup menegakkan kebenaran dan keadilan rasanya sudah menjadi kewajiban bagi seluruh anggota bangsa Indonesia untuk menghayati dan menjalaninya.

Blog I-I hanya bisa omong saja....ya benar karena aksesnya hanya pada ruang maya pembelajaran dan motivasi keberanian bagi bangsa Indonesia. Andaikata saya menjadi seorang Jenderal Polisi atau Jaksa atau Hakim, mungkin saya juga termasuk yang cepat mati dibunuh atau disingkirkan sehingga tidak lagi memiliki akses kepada penegakkan kebenaran dan keadilan di negeri tercinta ini.

Karena keterbatasan akses Blog I-I, maka hanya dorongan semangat dan motivasi kebangsaan demi masa depan rakyat dan negara Indonesialah, maka saya menuliskan artikel ini.

Sesungguhnya rakyat Indonesia akan mendo'akan setulus-tulusnya kepada siapapun pemimpin bangsa ini yang sanggup menegakkan kebenaran dan keadilan dalam kasus-kasus korupsi yang jelas-jelas telah merusah sedemikian parahnya sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia.

Bila anda seorang penegak hukum janganlah takut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, dan jika anda seorang politisi janganlah takut menyuarakan kebenaran dan keadilan, karena hidup cuma sekali dan jadilah seorang satria bangsa Indonesia yang sungguh-sungguh menjalankan kewajiban menegakkan kebenaran dan keadilan. Serta janganlah bersembunyi dibalik pertarungan polemik dan siasat hukum untuk kemenangan para koruptor.

Atau....bila anda semua ternyata termasuk koruptor-koruptor yang telah menyayat hati bangsa Indonesia yang miskin, maka bertaubatlah dan bangkitlah kembali bersama rakyat Indonesia untuk mengakhiri sejarah kerusakan moral dengan praktek-praktek korupsi.

Semoga polemik dalam dinamika anti korupsi dapat berakhir dan berujung pada penyelesaian yang adil dan berdasarkan kebenaran.

Hentikanlah sifat pengecut...beranilah mengaku salah dan beranilah bertaubat...dan beranilah untuk melawan kekuatan gelap para koruptor.

Sekian
Semoga bermanfaat.



Labels: , , ,

Comments:
Salah satu faktor dominan penyebab korupsi adalah lemahnya penegakan hukum. Kelemahan ini masih ditambah dengan adanya perbedaan persepsi antar instansi penegak hukum terhadap tindak pidana korupsi. Indonesia telah melalui serangkaian proses demokrasi yang telah melahirkan kepemimpinan nasional. Penguatan demokrasi hanya dimungkinkan terjadi hanya jika penegakan hukum di negeri kita semakin kuat dan terkonsolidasikan secara matang.
 
hmmm... sebenarnya sdh ada wacana bagaimana secara signifikan korupsi bisa dikurangi, dan kembali pd political will dari presiden sendiri. presiden tinggal instruksikan pd ketua MA selaku pimpinan tertinggi lembaga peradilan utk memerintahkan semua hakim memberi hukuman yg seberat-beratnya bagi yg terbukti korupsi, kalaupun perlu hukuman mati.
kembali pd presiden, KPK dan MA. prioritaskan pd penindakan para koruptor di lingkungan aparat penegak hukum sendiri sbg contoh komitmen penegakan hukum anti korupsi. berangus korupsi di tubuh KPK, Kejagung, MA, dan lembaga tinggi negara lainnya terlebih dulu..
 
Ketika seorang penggembala sedang menggembalakan kambingnya,datang seseorang hendak membeli kambingnya.Pembelian itu ditolak oleh Penggembala, karena tidak ada ijin dari tuannya.Namun Orang itu tetap ingin membeli, dengan alasan:tuannya kan tidak tahu,kalo diambil satu saja kan kambingnya juga tetap masih banyak. Kemudian Penggembala bertanya pada orang tersebut :"Dimana Allah?". Allah Maha Melihat apa yang kita lakukan atau sembunyikan.
 
Adakah konspirasi yang menginginkan kerusakan yang lebih besar?

http://nyangkul.blogspot.com/2009/11/bendera-setengah-tiang.html
 
SEBENARNYA YG LEMAH ADALAH APARAT INTELIJENNYA INDONESIA, LEMAH & TIDAK MAMPU CIPTAKAN KONDISI YG KONDUSIF DI SELURUH LAPISAN BANGSA INDONESIA. BISANYA HANYA CIPTA KONDISI YG TEK JELAS. MAKANYA APARAT INTELIJEN HARUS BERJIWA MERAH PUTIH, JADI HAL-HAL SEPERTI PENEGAKAN HUKUM, PEMBERANTASAN KORUPSI, DLL YG BISA MERUSAK BANGSA INI, BISA DIMONITOR, DILAPORKAN, DAN DICIPTAKAN KONDISI, BIAR PERJUANGAN BANGSA INI BERHASIL. INTELIJEN JGN HANYA BISA NULIS/NGOMONG AJA (EX, BLOG I-I), TAPI NGGAK BERANI BERBUAT, KARENA KERJAANNYA NGGAK JELAS
 
Ya sebenarnya polri adalah satu2nya lembaga yang menyidik, mengusut,dan melimpahkan masalah pada pengadilan, lembaga ini bagus, namun kerusakan ada pada sistem doktrin yang diberikan pada jiwa masing2 anggotanya yaitu harus mentaati atasan(Tidak bisa disangkal lagi hembusan nafas berbau senioritas itu sampai ke SMA karena saya adalah salah satu anggota Patroli keamanan sekolah/PKS), dengan begitu si bawahan harus mentaati atasan dan si atasan?? ya berbuat semaunya atasan karena diatasnya atasan takada atasan lagi.
Kiranya yang begini ini harus dibenahi, didalam diri seorang polri seharusanya tertanam jiwa kejujuran, keadilan, anti KKN, dan jiwa seorang NAsionalis yangtiggi.
dan semoga kritik bermanfaat tersebut dapat segera tercapai. Amien
 
Ada Maunya Dibelakang KPK...
Yang pasti sekarang KPK sudah seperti BIN ( diluar BIN ).Hal ini karena KPK sudah menerapkan Prinsip** Intelijen & Trik** Spionase secara ngawur Tidak Pada Tempatnya. Semakin KPK Slintat-Slintut, semakin santer baunya bahwa KPK telah menyembunyikan Suatu Hal yang Cukup Rahasia.. qlo kita adakan Audit Kinerja Internal di dalam tubuh KPK , pasti akan Ketahuan ada tikus di dalam KPK. Kita tahu selama ini KPK sudah dibeli oleh Bank Dunia untuk menghabisi seluruh aktor** politik yang memiliki track record Anti Barat. Terlepas ada Mafioso lawyer yang bersembunyi dibelakang KPK agar mereka Mafioso Lawyer tsb bisa selalu mendapatkan Pundi** Uang dari kasus Korupsi yang selalu dirancang oleh Mafioso Hukum di dalam KPK
 
Pengen punya domain .COM sendiri????
Baca info lengkapnya di Info Komputer
Ikuti langkah-langkahnya, dan dapatkan domain baru kamu!
100% gratis!
 
Saya kutip dikit Orang Tua ; "Perlu ditegaskan kembali bahwa intelijen HAKIKATNYA tidak mengabdi kepada kekuatan politik, NAMUN tidak dapat berkiprah tanpa dukungan politik dan kekuasaan".

"Intelijen mengabdi hanya kepada KEPENTINAGN NASIONAL, kepentingan bangsa dan negara, serta bukan kepada individu, kelompok atau kekuatan tertentu". Jadi janganlah khawatir, Blog I-I akan tetap profesional berada di ruang idealisme perjuangan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara Indonesia.

Analogi terkasar saya untuk pernyataan anda adalah Seekor anjing cerdas dengan pelatihan luar biasa dengan leher terikat yang jika dipaksa berlari jauh , maka hanya akan melukai dirinya sendiri atau bahkan membunuhnya!!!

Anda harus menjelaskan ini;
1. Bagaimana anda berbicara kepentingan bangsa dan negara jika leher anda butuh dukungan politik dan kekuasaan?
2. Tujuan Bangsa mana? Rakyat mana? Orang nasionalis mana? yang anda perjuangkan?
3. "Presiden sebagai Kepala Negara"
Bagian mana yang tidak anda mengerti dari kata2 ini ? ? ?

Kutipan terakhir saya dari artikel anda :
"Hentikanlah sifat pengecut...beranilah mengaku salah dan beranilah bertaubat...dan beranilah untuk melawan kekuatan gelap para koruptor".

Berhentilah berbicara hakekat yang tidak akan pernah terjadi.
Akuilah anda pada akhirnya hanya mengikuti apa visi "Kepala Negara"
DAN
Tetaplah melawan kekuatan para KORUPTOR; anda dengan berjuta2 akses, saya kira dapat mengungkapkan banyak kasus...
Tapi, saya tak tahu KENAPA tidak melakukannya ? ? ?

-----------------------
"Saya hanya orang Indonesia dengan banyak keterbatasan, yang memaksa saya mengelabui kekurangan".

Peace'
 
kalau intelejen cuma bisa bikin laporan setiap sore ke headquarter lalu laporan itu ditumpuk oleh birokrat tanpa guna untuk pengambilan keputusan? Apa yang mesti anda lakukan sebagai seorang insan intelejen yang berjuang untuk bangsa dan negara dimana rakyat indonesia tinggal?
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters