Simplifikasi » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, March 10, 2010

Simplifikasi

Simplikasi merupakan salah satu teknik intelijen yang telah dikembangkan di dunia Barat maupun Timur serta sangat sering dilakukan oleh pemerintahan rezim militer dalam melakukan proses pembodohan kepada publik. Sebagai bagian dari suatu metode merusak logika publik, simplifikasi sangat cepat diterima publik dan apabila dilakukan repetisi (pengulangan secara terus-menerus) maka publik akan menerimanya sebagai kebenaran.

Dalam artikel kali ini, saya ingin mengungkapkan simplifikasi fitnah aktivis dan politisi Barat terhadap Tentara Nasional Indonesia dan Intelijen Indonesia.

Pertama.

Simplifikasi perilaku TNI dan Intelijen yang melanggar HAM warga negara Indonesia. Berangkat dari simplifikasi permasalahan kemudian dibungkus dengan generalisasi organisasi, secara efektif citra buruk sebagai pelanggar HAM berat terus-menerus dihembuskan oleh aktivis Barat dan sejumlah politisi kepada patriot-patriot Bangsa Indonesia. Hal itu mengandalkan fakta-fakta di masa lalu, misalnya kasus Timor-Timur, Aceh, Maluku dan Papua serta sejumlah modus lama penguasaan militer terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Walaupun kasus HAM yang terjadi sangat lokal atau bahkan individual, maka akan disederhanakan dalam kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh institusi, padahal kedua hal tersebut amat sangat berbeda. Tujuannya adalah melemahkan moralitas dan menghancurkan citra TNI dan Intelijen. Publik sangat senang dengan simplifikasi karena mudah dicerna akal karena menghindari detail duduk persoalan.

Simplifikasi kedua adalah, penciptaan image monster Kopassus yang sangat hebat bagaikan gerombolan pembunuh profesional. Padahal kasus yang melibatkan Kopassus dapat dihitung dengan jari tangan, misalnya penculikan, pembunuhan di masa lalu yang mana kasusnya juga telah diproses melalui pengadilan. Hal ini sebenarnya mencerminkan ketakutan kebangkitan Indonesia yang semakin kuat seiring dengan demokrasi yang seharusnya menghapuskan semua keraguan tentang perubahan Indonesia. Sayangnya sangat jarang orang Indonesia yang melakukan pembelaaan terhadap TNI dan Intelijen. Blog I-I melakukan pembelaan dan membongkar niat busuk asing semata-mata untuk membuka mata kita bahwa diperlukan kecerdasan, ketajaman berstrategi dalam mendukung kemajuan Indonesia Raya. Kita tidak perlu emosi atau bahkan kehilangan moral karena ada pihak-pihak yang terus-menerus melakukan tekanan.

Simplifikasi ketiga adalah belum selesainya reformasi sektor keamaman di Indonesia. Entah apa yang diinginkan oleh pihak-pihak anti Indonesia dalam soal reformasi keamanan. Apakah Indonesia yang begitu besar dan luas tidak boleh memiliki pasukan yang besar dan kuat serta tersebar di seluruh nusantara? Dengan posisi yang berda di perlintasan arus perdagangan internasional dan tersebarnya pulau-pulau serta kekayaan sumber daya alam, sangat wajar apabila Indonesia ingin membangun kekuatan militer yang sesungguhnya sangat inward looking, yaitu mempertahankan kedaulatan negara. Indonesia tidak pernah berpikir untuk memproyeksikan kekuatan militernya keluar, misalnya menyerang negara tetangga. Tetapi pencitraan Indonesia sebagai negara didominasi militer masih saja terus dihembuskan, untuk apa?

Jawabannya adalah untuk memperlambat peningkatan hubungan militer dengan sesama negara demokrasi. Hubungan militer tersebut dalam artian kerjasama militer berupa training dan pembelian alat perang. Salah satu caranya adalah dengan memfitnah TNI dan Intelijen sedemikian rupa sehingga dapat menghalangi proses kerjasama bilateral Indonesia dengan sesama negara demokrasi seperti AS, Australia, Inggris, Jerman, Perancis, dll.

Sebagai bukti perhatikan propaganda ETAN, HRW, Amnesty International, dll yang mencitrakan secara sepihak lembaga-lembaga keamanan Indonesia, anehnya bahkan mereka tidak pernah komunikasi secara sehat dengan lembaga-lembaga keamanan Indonesia yang difitnah. Mereka ingin mendikte kita bukan?

Bagaimana kita menyikapinya? Jawabnya sangat sederhana yaitu hadapi dengan cerdas secara frontal pihak-pihak yang menekan Indonesia, dan minta pembuktian atas fitnah-fitnah yang mereka lakukan. Pada saat yang bersamaan kita teruskan reformasi internal sesuai dengan pemikiran asli Indonesia dan tunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang besar yang mampu membangun militer dan intelijen Indonesia yang profesional, serta bukan pelanggar HAM, sebaliknya pelindung rakyat Indonesia yang dicintai oleh rakyat.

Senopati Wirang

Labels:

Comments:
Fitnah-fitnah yang dilancarkan LSM tersebut hanya sebagai proposal untuk mencari dana guna operasional mereka.
 
Salah/benar...inilah Indonesiaku dg sgl kelebihan & kekuranganya.Mari kita bersatu utk tunjukkan kpd dunia bhw kita bisa sejajar dg mereka.......
 
Itulah salah satu resiko meng-import demokrasi liberal yang lebih condong atau mentikberatkan pada persoalan hak politik dan HAM. Saat ini kita sedang berada pada rejim pemilu dengan cost yang besar. Potensi demokrasi secara ke-lokal-an sebenarnya sudah ada bahkan termaktub dalam sila ke-4 Pancasila. Demokrasi politik menjadi tidak bermakna manakala demokrasi ekonomi tidak berjalan/ stagnan. Sama halnya dengan kondisi ekonomi kta sekarang lebih condong ke sektor moneter daripada sektor riil sehingga angka pertumbuhan ekonomi lebih ditunjang faktor konsumsi. Semoga ada perubahan...untuk kejayaan Indonesia Raya.
 
justru pihak intelijen dan pemerintah harus cerdas membuat blue print arah militer kita. bangsa ini memang harus memiliki militer yang kuat, posisi strategis kepulauan indonesia harusnya menjadi titik tawar kita terhadap australia, dan negara lainnya. lucunya, justru presiden kita seakan wajib lapor sama australia terkait persoalan dulmatin. Pak harto dulu ngak seperti itu kok !!!!
 
mungkin kalau patih gajah madanya g takut g bakalan begini y....
indonesia dengan segala pernak-perniknya....
 
- Adakah kemungkinan media massa dalam negeri juga dijadikan alat untuk menjalankan teknik simplikasi sesuai tujuan/kehendak "pemegang saham mayoritas"?

- Bisakah teknik simplikasi juga digunakan untuk menyerang perekonomian?

- kenapa simplikasi bisa sangat ampuh? kemungkinan karena simplikasi=menyebarkan isi pemikiran yang dangkal(buat apa berpikir mendalam, nyari makan saja susah) dan seperti bapak tulis, "Apabila diulang-ulang dapat diyakini sebagai kebenaran"

- Isi Simplikasi juga semakin menarik kalau dibumbui dengan cerita-cerita konspirasi.
 
betapapun, kebanggaan atas Indonesia adalah mutlak. Dari sisi yang tersembunyi seharusnya dapat kita bendung PENGARUH BARAT!!!!
YANG PERLU DI SELAMI SEKARARANG INI ADALAH UPAYA UNESCO UNTUK MENDAPATKAN AKSES PENUH ATAS PULAU KOMODO.
APAPUN ITU, MEREKA BERADA DALAM REL THE NEW WORLD ORDER.
BERAPA BANYAK LSM DI BAWAH KETIAK ROCKFELLER DLL..
HAM HANYA MITOS KEJAM YG SENGAJA DIGHEMBUSKAN KAPITALIS DI BAWAH FREEMASONRY!!! TIDAKKAH!!!???
HIDUP IDONESIA.
MANUSIA YANG HANYA BERFIKIR TENTANG APA YANG MASUK KE PERUT TAK AKAN LEBIH MULIA DARI APA YANG KELUAR DARI PERUTNYA.!!!
 
Halo Teman,

menurut anda buku2 Tim Weiner & john perkins merupakan bagian dari simplifikasi ?

thnxx
 
Halo teman,

apakah buku2 Tim Weiner & john Perkins merupakan Simplifikasi ?
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters