Temaram Indonesia » INTELIJEN INDONESIA

Saturday, June 12, 2010

Temaram Indonesia

Ketika saya masih aktif, salah satu hal yang sering saya lakukan dalam kesedihan menyaksikan langkah Republik Indonesia adalah mendengarkan lagu Yang Esa dan Kuasa karya Baskoro berikut ini: (Kepada sahabat Blog I-I yang tahu persis kebiasaan ini mohon tidak usah mengingat-ingat siapa saya).

temaram teja kan tenggelam
di hamparan kesunyian alam
indah memerah di sela mega membelah
melandai membuai … kuterbuai …

berlalu rasa demi rasa
seribu suka pun seribu duka
sela menyela meraja di kehidupan
semasa usia … untai masa …

bahagia pada yang kuasa
nestapa pun pada yang esa
tiada kuasa ku tiada daya
tiada kuinginkan kau tinggalkan

dahaga sejenak kan sirna
manakala di kalbu kau ada
cerah kesuma buana ramah terasa
seakan derita … usai sudah …

bahagia pada yang kuasa
nestapa pun pada yang esa
paduka kupujakan
paduka kudambakan
paduka bimbinglah hamba selamanya

paduka kupujakan
paduka kudambakan
paduka bimbinglah hamba selamanya

Adakah lagu yang mendayu-dayu tersebut cerminan hati putus harapan di tepi senja pantai ancol yang masih lebih bersih waktu itu? seribu suka dan seribu duka perjalanan pribadi tidaklah terlalu mempengaruhi ketegaran saya ketika harus melaksanakan tugas negara.

Agak mirip dengan suasana ketika mendengarkan lagu speak softly love sambil menyaksikan tumpahnya darah persaudaraan Indonesia Raya hanya demi melanggengkan kekuasaan.

Akhirnya kita kembali ke rumah ibadah, mesjid, gereja, pura, vihara, klenteng, atau bahkan rumah hati kita yang kosong karena terlalu sibuk dengan angkara murka dunia. Mengadu kepada Yang Esa dan Kuasa, memohon bimbingan untuk dapat berdiri tegak dalam kebenaran.

Makna hidup akan terasa manakala kita tidak melupakan suara hati kita yang tulus untuk kemajuan bangsa, keselamatan rakyat, dan jayanya negara. Bahwa Indonesia tetap dalam keadaan temaram bukanlah menjadi beban kita sendiri seperti mitologi atlas memikul dunia. Namun kita juga bukan manusia yang menjual dunia dan kabur dari tanggung jawab untuk mengadakan perubahan yang lebih baik.

Barangkali seluruh artikel dalam Blog I-I bersifat lebay sebagaimana pernah diungkapkan seorang sahabat, hanya tulisan saja dan tidak ada aksi atau bahkan tidak ada pengaruhnya. Namun harapan saya adalah bahwa ada di antara sahabat Blog I-I yang suatu saat memiliki kesempatan untuk menjadi penguasa dan ingat dengan tulisan-tulisan Blog I-I, kemudian tergerak untuk mengadakan perubahan demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Tidak bermental pengecut bahkan siap berkorban jiwa dan raga, namun pada saat yang sama juga cukup cerdas untuk menyusun strategi, memiiki komitmen yang tinggi, serta mampu mengelola negara dengan baik, termasuk perbaikan dunia intelijen Indonesia.

Manakala di kalbu kita bersemayam Yang Esa dan Kuasa, tidak akan ada kekhawatiran sedikitpun tentang apa yang namanya evil injection, ancaman, ketidakadilan, ataupun keraguan untuk melaksanakan kebenaran yang kita yakini. Namun semua itu harus murni dan sederhana (pure and simple) karena seringkali kita tergoda untuk menjadi kompleks dengan segala konsep-konsep yang rumit.

Temaram...teja kan tenggelam, diperbatasan senja, langit kemerahan akhirnya akan hilang dan terselimuti oleh gelapnya malam, indah dalam menyongsong kematian siang hari yang digulung oleh malam hari. Waktunya melakukan introspeksi untuk membangun kembali semangat menyongsong esok hari yang lebih cerah.

Sahabat Blog I-I, godaan dunia tidak akan pernah hilang karena itulah realita dunia. Kita dapat mengalami suka dan duka, ketakutan, kesedihan, kebahagiaan, dan berbagai rasa hati lainnya. Namun kita juga harus sering melihat pemaknaan yang lebih luas dari pada rasa kita sendiri, perhatikan saudara-saudara kita yang tidak berdaya dalam kemiskinan dan kebodohan, seyogyanya hal itu menyentuh semangat kita untuk menolong dengan segala kemampuan. Waktu dunia terus berputar dan akhirnya kita akan terus berpacu hingga akhir hayat kita, apakah kita lebih senang bermain-main ataukah mengisi kehidupan dengan hal-hal yang bermakna kembali kepada diri kita sendiri.

Dalam tenggelamnya teja, kita kembali kepada Yang Kuasa untuk mengadu, menceritakan dunia yang tidak sempurna, dan memohon kekuatan untuk melaksanakan tugas kita dalam bimbingan cahayaNya. Niscaya dengan semua itu, kita akan merasakan semangat tinggi pada saat fajar menjelang, bahkan sebelum ayam berkokok kita akan terbangun dalam keheningan masa yang seolah terhenti. Hati terasa tenang, pikiran lebih jernih dan kita akan berani menghadapi hari yang baru. Ingatlah sahabat Blog I-I semua, setiap senja adalah baru, dan setiap fajar juga baru dan tidak akan pernah sama dengan yang kemarin, oleh karena itu mengapa kita menjadi lemah dalam menjalani hidup kita? Mengapa kita menjadi takut manakala menghadapi the trembling moment?

Semoga bermanfaat.
SW

Labels:

Comments:
saya salah satu mahasiswa PTN di Yogya..

menjadi intel yang pro adlh cita2 saya..

tapi sayang sekali saya belum diberi kesempatan..

akses dan recruitment nya pun saya masih bertanya2..

salam
 
temaram INDONESIA.
--benang merah itu sudah ada, kegelisahan yang dirasakan para pejuang muda adalah:
ketika nasionalisme justru harus berakhir di jalanan. menjadi bom intelektual rakitan yang siap meledak kapan saja, pada apa saja.
kiranya, mereka hanya ingin berkata lantang:
BERI KAMI TUGAS DAN KAMI AKAN SELESAIKAN. SUDAHI MEMBERI WACANA, KARENA BELAJARKU SELAMA INI HANYA MANJADIKANKU KAWAT SETRUM. MEMBENTUK KAMI MENJADI HANTU: ADA TAPI TAK PUNYA MAKNA.
BERI KAMI AMANAH, AJARI KAMI MENGEMBAN TUGAS.
kiranya, temaram itu surut. dalam naungan lentera yang terkait di hati, warna itu menyatu menjadi hati untuk dicintai. MERAH PUTIH.
==SAVE NKRI FROM EVIL INJECTION==
jabat hormat, dari garda pinggir yang oksigenpun seperti harus membeli.
 
jangan mas... RUWET....
 
salam kenal,
need IT??
http://www.linovtech.com
 
Patriotisme digalang oleh keyakinan. Yakinkan dahulu siapa yang akan dihadapi
 
Generasi Baru Utk Perubahan" saya bukan intel ataupun aparatur negara, tapi saya telah melakukan kerja2 seperti yg dilakukan intelijen, meskipun hanya utk memenuhi keingin tahuan saya terhadap suatu target, dalam sebuah organisasi. Cukup menarik dan menantang serta bisa kecanduan jika berhasil mencapai sasaran target.

Jika ada kebijakan khusus utk melakukan kerja2 demikian tanpa harus merekrut personil, cukup sebagai sumber informasi awal saja, semua persoalan dapat diurai.


Pakde SW semoga selalu diberikan nikmat sehat, kekuatan, kemudahan, perlindungan, Amiin...

Salam hormat

Sukses dan jaya selalu
 
kata2 yang indah ...
adakah yang bisa kulakukan bagi negaraku ini ? dari seorang warga sipil yg biasa2 saja.
Tapi setahuku negara ini juga banyak diisi oleh petinggi2 politik yg serakah dan munafik, apakah aku harus membela mereka juga ?? untuk apa.
Atau bagaimana aku bisa menyelamatkan negaraku, bersama pejuang2 sebuah kebenaran, yang membawa negara ini kearah kebaikan dan kesejahteraan.
 
Sajak yang bagus.....

Salam kompak:
Obyektif Cyber Magazine
(obyektif.com)
 
puisinya bagus banget. thank
 
puisi penuh makna,semangat membangunkan jiwa yng lelah,karena bumi pertiwi tak mampu lagi menjamin keamanan..jauh dari yang namanya kemakmuran yng merata..kita berharap hari esok lebih baik..selamat berjuang para sahabat...
 
Puisi yang membangkitkan semangat perjuangan,.jiwa yang lelah karena negeri ini tak lagi mampu menjamin rasa aman..bahkan jauh dari kemakmuran. .slmat perjuang para sahabat,waktu kita belumlah usai..
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters