Tentang Kolonel Aji Suradji » INTELIJEN INDONESIA

Thursday, September 30, 2010

Tentang Kolonel Aji Suradji

Merespon penyelidikan beberapa pihak dan pertanyaan sahabat blog I-I.

Beberapa kalangan telah berspekulasi bahwa Blog I-I ada di belakang Kolonel Penerbang Aji Suradji yang secara terbuka menuliskan sebuah kritik positif kepada pemerintah dan Presiden RI. Blog I-I juga telah menjadi target operasi karena dianggap sebagai aktor intelektual di belakang kasus tersebut serta sejumlah kasus lainnya yang menurunkan kredibilitas pemerintah.


Prinsip bahwa bagi Prajurit dan Perwira aktif tidak ada ruang untuk mengkitik atasan siapapun dalam lingkup militer merupakan sebuah kondisi yang tidak terbantahkan manakala kepemimpinan militer yang ada berjalan dengan baik dengan standar kepemimpinan yang baik. Tujuannya adalah menghindari terjadinya pembangkangan, keresahan atau perpecahan dalam tubuh militer, dan hal ini tidak dapat ditawar.

Namun hal itu tidak berarti seorang prajurit atau perwira harus menanggalkan akal sehatnya manakala melihat adanya hal-hal yang kurang tepat dalam kepemimpinan militer. Jalan tengahnya adalah komunikasi yang baik dengan menyampaikan pendapat dengan diawali kata "Mohon Izin" atau "If I may". Ketika seorang prajurit atau perwira telah menyampaikan permohonan untuk menyampaikan pendapatnya, maka seyogyanya pemimpin yang baik akan mempersilahkannya dan mendengarkannya baik-baik serta melakukan pengkajian atas apa-apa yang disampaikan oleh prajurit atau perwiranya tersebut. Hal ini merupakan sebuah standar komunikasi yang diterapkan si seluruh militer modern di dunia.

Kembali ke kasus Kolonel Aji, perlu ditegaskan bahwa jaringan Blog I-I tidak membatasi pada kelompok-kelompok tertentu, karena terbuka untuk siapapun yang peduli dengan masa depan bangsa dan negara Indonesia. Membaca sepintas artikel Kolonel Aji, memang terasa ada sebuah tendensi tertentu dengan melakukan perbandingan pimpinan negara kita serta melakukan penilaian hanya dengan argumentasi lemah tentang belum berhasilnya sebuah visi atau misi yang menjadi impian bangsa Indonesia yaitu bebas dari korupsi.

Bahwa kemudian, tulisan tersebut menghebohkan karena di muat di harian nasional yang berpengaruh adalah semata-mata lebih disebabkan oleh masih belum sehatnya kita dalam berkomunikasi. Demokrasi yang telah kita jalani belum menipiskan kuping kita, belum menahan nafsu fitnah kita, belum dibimbing oleh kejujuran nurani, serta masih dihantui oleh ambisi kekuasaan yang berlebihan, sehingga sekecil apapun isu yang berhembus segera disambut oleh hawa busuk motivasi untuk saling menjatuhkan. Padahal sebuah kritikan belum tentu memiliki esensi yang dibutuhkan bangsa dan negara.

Benar adanya pandangan sejumlah sahabat Blog I-I bahwa menjadi kritikus lebih mudah dari pada melaksanakannya, bahwa berkomentar lebih mudah dari berbuat. Namun demikian ingatlah bahwa dengan banyaknya komentar dan kritik, maka tercipta sebuah dialog untuk mencari jalan yang lebih baik. Blog I-I sendiripun tidak lebih baik dari komentar-komentar yang berhamburan di media massa.

Akhir kata, Blog I-I hanyalah sebuah cermin kepedulian yang tidak akan menerobos batas-batas stabilitas perjalanan bangsa dan negara Indonesia. Sebagaimana juga cermin biasa, akan mudah dipecahkan oleh siapapun penguasa yang tidak senang melihat wajahnya sendiri.

Semoga demokrasi yang kita bangun bersama akan mengikis watak non-demokratis yang melekat di hati kita.

Salam
SW


Labels:

Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters