Lahir Kembali ? » INTELIJEN INDONESIA

Friday, November 22, 2013

Lahir Kembali ?

Setelah sekian lama vakum, Blog I-I secara bertahap akan kembali aktif membangun semangat keIndonesiaan yang sejati, demokratis, menghargai hak asasi manusia, berani dan cerdas dalam menyikapi dinamika di sekeliling kita baik yang dekat maupun yang jauh.

Lahir kembali?

Apakah saya orang yang sama atau berubah semoga tidak menjadi masalah bagi segenap sahabat Blog I-I yang selama ini berinteraksi secara positif membangun pemahaman bersama tentang masa depan Indonesia.


Aktifnya kembali Blog I-I tidak terlepas dari keprihatinan publik atas dinamika keamanan dan intelijen yang belakangan ini menjadi ramai di media massa, yakni masalah kebocoran informasi super rahasia negara adidaya Amerika Serikat oleh seorang kontraktor bernama Edward Joseph "Ed" Snowden yang kurang jelas dasar kepentingannya. 


Meskipun Snowden menyatakan bahwa dirinya tidak dapat membiarkan Pemerintah AS melakukan surveillance kepada warganya sendiri, sebagaimana dikutip pada harian Guardian 9 Juni 2013 sbb:

"I don't want to live in a society that does these sort of things [surveillance on its citizens]... I do not want to live in a world where everything I do and say is recorded... My sole motive is to inform the public as to that which is done in their name and that which is done against them."

Namun dampaknya ternyata lebih luas dengan membongkar berbagai informasi penting lainnya tentang kegiatan mata-mata menggunakan teknologi komunikasi yang juga menimpa pimpinan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia. Mirip dengan cerita kebocoran Wikileaks sebelumnya yang cukup menghebohkan publik Indonesia, maka kebocoran oleh Snowden juga memberikan dampak politik dan opini publik yang cukup besar, khususnya di negara kita yang mana rasa nasionalismenya sangat tinggi. 

Selain kebocoran informasi milik pemerintah AS yang bersumber dari Snowden tersebut, ternyata Pemerintah Australia melakukan hal yang sama terhadap Indonesia. Berdasarkan dokumen bocoran Snowden, terungkap bahwa pada tahun 2009, Badan Intelijen Australia yakni The Australian Signals Directorate (ASD) melakukan penyadapan terhadap telepon genggam Presiden SBY. Kasus tersebut telah menimbulkan ketegangan yang cukup mengganggu. Bahkan sejumlah kasus yang dapat dikatakan sebagai "perang cyber", protes dan permintaan penjelasan menjadi topik yang hangat di media massa Indonesia maupun Australia.

Bagaimana penjelasan Intelijen Indonesia dan Intelijen Australia? Hal ini tentu bukan hal yang mudah, karena di dalamnya terdapat kompleksitas masalah opini publik Indonesia terkait dengan kedaulatan dan kehormatan juga opini publik Australia yang mendua antara merasa malu atau semakin arogan. Bahwa Australia berjanji tidak akan mengulangi penyadapan tidak mudah untuk diterima begitu saja. Bahwa bangsa Indonesia menghendaki permintaan maaf tentu bukan hal yg mudah bagi Australia karena negara bertetangga dekat cenderung untuk sangat sensitif dalam berhubungan. Sesuatu yang keliru akan tetap keliru, tidak dapat ditutupi ataupun ditunda-tunda dalam penyelesaiannya. 

Bagi AS dan Australia, kebocoran informasi Snowden seharusnya baru dapat dibaca publik mungkin 30 atau 50 tahun ke depan, namun karena bocor ke publik di usia yang sangat muda yakni 4 tahun maka kasus tersebut menjadi panas karena para pihak yang dirugikan masih berada di posisinya. Bandingkan dengan release resmi operasi CIA di Indonesia pada era "penghancuran" komunisme di Indonesia yang kalo kita baca saat ini hanya bagian dari sejarah yang tidak terlalu berpengaruh.

Betapapun majunya Australia dan perlindungan dari AS, dinamika dunia sulit diduga ke depannya. Betapapun majunya sebuah perencanaan masa depan, banyak faktor yang akan mempengaruhi kemajuan suatu negara dan kawasan atau bahkan terciptanya konflik dari hal-hal yang tidak diinginkan. Perlakuan Australia terjadi 4 tahun yg lalu, tidak terlalu sulit untuk Australia untuk memperbaikinya dengan bersikap ksatria untuk mengakui terjadinya kekeliruan yang tidak perlu. Sebaliknya Indonesia tidak juga tidak terlalu sulit untuk bersikap tegas tanpa memperparahnya dengan berbagai tindakan yang justru "merendahkan" Australia yang dalam posisi sulit untuk mengungkapkan ma'af. Perhatikan bagaimana Chancellor Merkel bersikap dan bagaimana Presiden Obama menjawabnya. Perhatikan kedewasaan demokrasi dan publik di Jerman dan Amerika yang kemudian secara perlahan walau "sakit" dapat melalui saat sulit dari skandal yang dibocorkan Snowden tersebut. Indonesia dan Australia dalam pandangan Blog I-I akan dapat melalui masa-masa sulit tersebut, namun kembali kepada para pimpinan di kedua negara untuk dapat mengembalikan persahabatan ke rel-nya secara cepat atau lama.

Kepada para hakckers, hackivist, anonymous sahabat Blog I-I, simpan intelektual dan tenaga anda untuk hal-hal yang lebih penting bagi keselamatan bangsa dan negara Indonesia. Kita semua memiliki etika dan alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam melakukan suatu tindakan. Bila "perang cyber" terus berlangsung maka yang akan rugi adalah kedua negara, dan jangan lupa bahwa banyak pihak "lain" yang senang melihat terjadinya ketegangan Indonesia dan Australia.





Labels: , ,

Comments:
muantabb...
akhirnya nongol lagi :D
 
masihkan dengan supir yang sama?
dan mengapa muncul kembali disaat yang seperti ini ?
 
Salam,

Perbedaan gaya tulisan "The New" Senopati Wirang dengan "The Real" Senopati Wirang begitu mencolok. Namun Saya sangat mengapresiasi.

Kemana kah "The Real" Senopati Wirang? Dimanapun Beliau berada saat ini.. Saya ingin mengucapkan terima kasih. Meskipun Saya tidak selalu setuju ataupun sejalan dengan pendapat maupun "sepak terjang" Beliau.. Saya cukup banyak belajar dari Blog I-I. Dan Saya pikir banyak sekali yang belajar dari Blog I-I ini.

Untuk "The New" Senopati Wirang sebagai penerus.. teruslah belajar dan teruslah berbagi.. meski Saya agak terganggu dengan gaya tulisan Anda.. Tapi akan selalu Saya nantikan..

-GarudaMuda-
 
where is the legend ? "satria wirang"
dimanapun beliau berada :-) sampaikan salam "hangat" dari saya .
tetap tebarkan virus2 nasionalisme
saya yakin .."for the nation there's no journey end"

tetap semangat
bagimu negeri jiwa raga kami



#520.85#
 
Kemana "The Real" SW...???...sampaikan salam hangat ku...,...INDONESIA RAYA HARGA MATI...
 
NKRI HARGA MATI,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!1



 
JAYALAH NEGARAKU,,,, NKRI HARGA MATI.....111111
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters