Kesetiaan Seorang Intel » INTELIJEN INDONESIA

Saturday, December 28, 2013

Kesetiaan Seorang Intel

Sebuah pertanyaan yang kritis dari seorang sahabat Blog I-I saya perlu kita segera jawab dan diskusikan serta renungkan bersama. Kepada siapa sesungguhnya kesetiaan seorang intel? Untuk menjawab pertanyaan tersebut sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan semua pekerjaan diabdikan untuk kepentingan bangsa dan negara serta sangat tegantung pada hati nurani dan intelektualitas kita sebagai seorang intel.
Kasus-kasus korupsi berjamaah, pelanggaran ham berat, dan berbagai penyimpangan aparatur negara di masa lalu bersumber dari "loyalitas" anak buah kepada atasan yang "buruk" yang sering memerintahkan perbuatan-perbuatan tidak terpuji yang merugikan bangsa dan negara. Pada tingkat tertentu bahkan bertentangan dengan keimanan seorang intel yang baik. Namun dalam prinsip rantai komando, tentunya pembangkangan anak buah dapat menghancurkan sendi-sendi kinerja organisasi karena berarti akan terjadi pemutusan rantai perintah yang berakibat pada tidak tercapainya tujuan operasi.

Oleh karena itu, pahamilah terlebih dahulu suatu perintah dan jangan terlalu cepat menganggap suatu perintah bertentangan dengan prinsip-prinsip kehidupan yang kita anut. Ingat kata kuncinya adalah pada tujuan akhir dari rangkaian kegiatan yang masing-masing dilakukan oleh individual seorang intel. Misalnya begini, anda diperintahkan untuk melakukan infiltrasi ke dalam organisasi rahasia agama tertentu, jangan segera menilai perintah tersebut melanggar keyakinan anda, tetapi bersungguh-sungguhlah untuk mencari informasi kunci yang akan mengklarifikasi dugaan awal terhadap organisasi keagamaan yang anda masuki. Niscaya anda akan terkejut apabila masuk ke dalam berbagai organisasi aliran keagamaan yang cenderung rahasia. Dari sebagaian besar bukti-bukti temuan yang meresahkan masyarakat misalnya kedok agama untuk praktek penipuan, pemanfaatan masyarakat yang lemah intelektual dan spiritualnya untuk kepentingan pimpinan agama, atau bahkan adanya gerakan yang cenderung kepada pemujaan anti agama seperti banyak terjadi di negara-negara Barat yang kemudian diekspor ke Indonesia. Seandainya anda tidak menemukan bukti-bukti, maka laporan anda akan mengklarifikasi bahwa kelompok yang anda infiltrasi tidak terlibat kegiatan yang meresahkan masyarakat, mengganggu kepentingan bangsa dan negara.

Lalu bagaimana dengan ideologi? Apakah seorang intel berideologi? Tentunya menjadi hak individu warga negara untuk meyakini suatu ideologi. Tetapi saya ingin tegaskan sekaligus mohon kepada segenap sahabat Blog I-I dari kalangan intel aktif untuk meresapi hal ini: Ideologi seorang intel adalah kepentingan bangsa dan negara. Bukan liberalisme, bukan komunisme, bukan sosialisme, atau ideologi-ideologi lainnya yang kita pelajari di universitas. Maksudnya adalah seorang intel harus mampu melihat dan menimbang suatu keadaan dengan dinamika keselamatan bangsa dan negara. Mungkin anda masih akan bertanya bangsa yang mana? tentu jawabnya bangsa Indonesia yang multikultural, multietnis, dan multiagama, sehingga menjadi tugas seorang intel untuk mampu turut serta memelihara harmoni hubungan antar sesama anak bangsa yang berbeda tersebut. Sehingga tidak terjadi perpecahan atau bahkan pertumpahan darah sebagai banyak terjadi di Eropa pada masa lalu, atau di Afrika dan Timur Tengah belakangan ini.

Termasuk di dalam tanggung jawab intel adalah mendeteksi kemungkinan adanya infiltrasi asing dalam memecah belah bangsa Indonesia sehingga menjadi lemah dan mudah dikuasai atau sibuk dengan masalah-masalah konflik di dalam negeri. Perhatikan bagaimana situasi Papua dan Papua Barat yang jauh lebih baik dari negara-negara tetangganya seperti Papua Nugini dan Vanuatu, mengapa kita menjadi lemah dan dapat diintervensi oleh dua negara yang hampir gagal tersebut? Tanpa menghilangkan peranan Australia yang juga memiliki kepentingan, tentunya hal ini menjadi tanggung jawab intel untuk dapat membangun persaudaraan sejati bangsa Indonesia dari Aceh hingga Papua bukan?

Intel sedikit berbeda dengan prajurit dalam pertempuran yang wajib menurut komando pimpinan. Intel sejak lahirnya memiliki syarat utama intelektual untuk dapat mencari informasi dan kebenaran dari situasi yang dimasukinya. Sehingga jawaban dan analisa yang akan dihasilkannya sungguh jujur untuk kepentingan yang lebih besar serta tidak merugikan kelompok tertentu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selamat direnungkan.

Salam
SW



 


Labels: , , , , ,

Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters