Seni dan Ilmu Intelijen » INTELIJEN INDONESIA

Monday, December 16, 2013

Seni dan Ilmu Intelijen

Selamat malam sahabat Blog I-I di seluruh tanah air tercinta Indonesia Raya. Semoga Bangsa dan Negara kita senantiasa dalam perlindungan Yang Maha Esa, dan kita semua bersatu dalam semangat keIndonesiaan yang demokratis dan bersahaja.

Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi catatan tentang seni dan ilmu intelijen.
Profesi intelijen sering dijelaskan sebagai profesi kedua tertua didunia setelah pelacuran. Hal ini tentunya berkonotasi negatif dan merupakan pandangan sinis yang diarahkan kepada mereka yang menggeluti profesi intelijen karena secara natural profesi ini diliputi kerahasiaan dan berbagai cerita yang membuat masyarakat penasaran. Mirip dengan pelacuran yang juga dikelola secara rahasia dan berada di lembah hitam, maka cerita pahit dan hitamnya dunia intelijen juga diwarnai oleh berbagai prasangka negatif dari masyarakat. Namun berbeda dengan dunia pelacuran, dunia intelijen diwarnai kehadiran pahlawan tanpa nama dan penjahat penghianat bangsa dari waktu ke waktu.

Bagaimana sesungguhnya dunia intelijen tersebut dan betapa mulianya pekerjaan intelijen dapat kita sadari bersama bila kita memahami makna intelijen baik sebagai sebuah seni maupun sebuah ilmu yang tua.

Sejak pertama kali umat manusia bersosialisasi dan membentuk organisasi yang mengelola hubungan sosial, membangun susunan tanggung jawab dalam isu kemasyarakatan, sejak masa pra-sejarah hingga era modern sekarang, disadari ataupun tidak manusia secara alamiah membangun intelijen untuk keberlangsungan hidupnya (survival). Intelijen yang secara praktis dapat dilihat sebagai produk analisa dari kumpulan informasi telah dikerjakan sejak manusia hidup berkelompok. Misalnya saja, bayangkan pada era pra-sejarah dimana manusia hidup berkelompok kecil biasanya memiliki unit sosial yang dikategorikan sebagai warrior yang umumnya berasal dari gender laki-laki yang bertugas melindungi habitat tempat tinggalnya dan berburu untuk memperoleh sumber makanan. Para warrior tersebutlah yang kemudian mengumpulkan informasi sekiranya ada bahaya baik dari ancaman bencana alam, serangan binatang buas maupun serangan dari desa lain yang ingin merampas properti, makanan atau bahkan menguasai wilayahnya. 

Setelah manusia mulai menuliskan sejarahnya dan membangun sistem pemerintahan, kita melihat begitu banyak catatan tentang kegiatan intelijen. Baik pada era kejayaan Yunani, Mesir, Babylonia, Persian, India, Dinasti China, Kerajaan di Eropa, bahkan hingga Kerajaan-kerajaan di Nusantara. Saya tidak akan membahas satu persatu bukti-bukti sejarah tentang hal-hal yang dapat dikategorikan sebagai kegiatan intelijen, melainkan akan mengambil beberapa contoh saja.

Contohnya hasil karya ahli strategis China Sun Tzu, Seni Berperang (the Art of War) yang salah satu intinya adalah mengenali diri sendiri, musuh dan medan. Dalam kaitan ini, mengenali musuh adalah sebuah kegiatan intelijen mengumpulkan informasi dan menganalisanya. Contoh lain adalah kisah Nabi Musa dan 12 Intel sebagaimana disebutkan dalam kitab Nabi Musa:

The Twelve Spies (Hebrew: שנים עשר המרגלים)
No.13: 1-14. 
  • Ayat 1. And the LORD spoke unto Moses, saying:
  • Ayat 2. 'Send thou men, that they may spy out the land of Canaan, which I give unto the children of Israel; of every tribe of their fathers shall ye send a man, every one a prince among them.'
Hanya saya kutip 2 ayat diatas yang secara jelas menggambarkan bagaimana Nabi Musa mengirimkan intelnya untuk melakukan kegiatan intelijen ke Canaan dalam rangka mengumpulkan informasi intelijen.

Ketika Para Rasul dan Nabi mengirimkan utusan untuk mencari tahu tentang keadaan suatu daerah atau masyarakat, maka hal itu merupakan kegiatan intelijen. Ketika para raja mengirimkan unit kecil mempelajari wilayah kerajaan dan suku bangsa lain, hal itu juga merupakan kegiatan intelijen. Hal sama persis dengan apa yang dilakukan oleh intelijen modern, termasuk dalam berbagai film laga aksi yang mendebarkan.

Contoh terkini tentang kegiatan intelijen adalah dengan menggunakan teknologi tinggi sebagaimana dibocorkan oleh Edward Snowden.

Sebagai sebuah seni, intelijen berkaitan erat kreatifitas dan seni peran dimana dibutuhkan kreatifitas yang tinggi dari seorang intel dalam merencanakan dan melaksanakan sebuah kegiatan intelijen. Hal ini membutuhkan latihan bertahun-tahun dan pengalaman operasi sehingga sesorang dapat benar-benar menjadi seorang master spy. Artinya bila kita menemukan seorang intel yang dengan mudah terdeteksi atau bahkan berlebihan dalam berperilaku, maka yang bersangkutan belum menghayati pekerjaannya dan belum mengerti seni intelijen. 

Tidak semua intel bekerja secara tertutup dan sama sekali tidak memiliki identitas sebagaimana sejarah dunia assasin (pembunuh terlatih yang saat ini sudah jarang di dunia). Adakalanya seorang intel dikenal sebagai seseorang yang bekerja di lembaga intelijen yang dapat secara terbuka berinteraksi dengan pihak luar. Hal itu memungkinkan karena yang bersangkutan tidak sedang melakukan kegiatan rahasia atau dalam penyamaran. Barangkali saja anda sudah mengenal seorang intel, namun sang intel tersebut tampak normal biasa saja dan mampu berinteraksi secara wajar dengan anda, tapi janganlah kaget bila ternyata intel yang anda kenal tersebut memiliki berbagai pengalaman kegiatan intelijen yang menakjubkan. 

Sebelum anda mencapai seni intelijen, anda perlu belajar dan memiliki bekal ilmu intelijen. Meskipun anda dapat mempelajarinya melalui internet (seperti Blog I-I ini) atau buku-buku intelijen yang banyak dijual, namun anda akan sulit mengimbangi mereka yang khusus belajar dan dilatih di lembaga pendidikan intelijen. Seluruh lembaga intelijen di dunia memiliki lembaga pendidikan yang berkualitas tinggi karena harus menghasilkan insan intelijen yang akan menjadi tulang punggung survival dari suatu bangsa dan negara.

Secara umum ilmu intelijen hanya terbagi menjadi 3 bagian, yakni operasional, analisa dan strategi kebijakan, sbb:
  1. Ilmu operasional intelijen mencakup overt dan covert actions, teknik-teknik trade craft, teknologi intelijen (signal, electronic, and high tech equipment), komunikasi dan informasi intelijen, seni peran dan penyamaran, bahasa asing dan persandian, serta intelijen sumber terbuka. 
  2. Ilmu analisa intelijen pada intinya adalah pengolahan bahan keterangan yang dikumpulkan dari operasi intelijen melalui proses analisa bertingkat yg menghasilkan produk intelijen. Ilmu analisa intelijen umum harus didahului oleh penguasaan dasar-dasar ilmu sosial, politik, ekonomi, hukum, militer dan psikologi yang dilengkapi dengan pemahaman umum tentang metodologinya. Ilmu analisa intelijen khusus adalah yang terkait dengan informasi teknis yang hanya dapat dijelaskan melalui salah satu sudut keilmuan seperti masalah signal dan citra (gambar) yang hanya dapat dijelaskan dengan penguasaan ilmu  foto udara dan satelit (geospatial), penterjemahan transmisi signal, pemecahan kode (cryptology). Analisa intelijen pada dasarnya adalah bagaimana menghasilkan perkiraan keadaan secara akurat dan cepat berdasarkan informasi intelijen. Disamping itu, analisa intelijen juga terkait dengan kegiatan rutin menyusun rangkaian informasi menjadi bermakna dalam bentuk produk harian dan menyusun bank data yang lengkap tentang berbagai ancaman yang mengganggu perjalanan hidup suatu bangsa dan negara.
  3. Ilmu strategi kebijakan intelijen terkait dengan dukungan intelijen terhadap strategi dan kebijakan negara (Policy science). Intelijen tidak membuat kebijakan negara melainkan membuat bahan masukan dari sudut pandang intelijen untuk mendukung proses pembuatan kebijakan negara, untuk itu diperlukan penguasaan policy science sehingga paham tentang posisi intelijen.
Setelah sahabat Blog I-I membaca seni dan ilmu intelijen diharapkan hal ini dapat meluruskan pandangan-pandangan miring tentang intelijen yang seolah-olah hanya menjadi alat kekuasaan belaka. Insan Intelijen adalah mereka yang rela mengabdi untuk bangsa dan negara. Apabila sahabat Blog I-I yang bekerja untuk lembaga intelijen sipil, polisi, dan militer memahami makna seni dan ilmu intelijen tersebut diatas, maka profesionalisme intelijen akan menjadi salah satu pilar yang kuat dalam mendukung kejayaan Indonesia Raya dan tentunya melindungi segenap bangsa Indonesia.

Semoga bermanfaat,
Salam Intelijen,
Senopati Wirang

Labels: , , , , , , , , , ,

Comments:
Kalau intel gitu gimana sama keluarganya ya? Apa keluarga juga betul2 tidak tau?
 
artikel ini sangat bermanfaat sekali bagi penurus bangsa yang akan membuat indosia makin maju di mata dunia seni intelijen.
 
menjadi suatu dilema yang besar ketika suatu proyek intelijen atau order yg diberikan kpd seorang agen, bertentangan dengan ideology keimanan yg dianut oleh seorang agen, dimana dia dituntut untuk selalu mendengar, setia, dan taat, dg kata lain harus memberikan loyalitas yg tinggi kpd kesatuan dan pemberi order, di sisi lain, dia harus memegangi prinsip ideology keimanan yang ia yakini. Tuan Guru SW punya solusi??
 
menjadi sebuah dilema besar bagi seorang insan intelijen, ketika proyek intelijen atau order yg diberikan kepadanya ternyata bertentangan dengan prinsip ideology yg ia yakini. di satu sisi ia harus setia mendengar dan taat dalam kata lain harus memberikan loyalitas yg tinggi kpd corp atau pemberi order, namun di sisi lain ia harus memegangi prinsip keyakinan ideologynya. tuan guru SW punya solusi??? salam intelijen
 
kita berharap intelejen indonesia menjadi intelejen yang kuat sehingga kita bisa mendeteksi kemungkinan2 yang bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa .. juga penyadapan telepon oleh bangsa asing
 
80% tidak mengetahuinya...
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters