Tentang Rekrutmen Intelijen » INTELIJEN INDONESIA

Friday, December 06, 2013

Tentang Rekrutmen Intelijen

Beberapa komentar terhadap artikel singkat Bagaimana caranya mengabdi dan menjadi anggota Intelijen Indonesia panjang lebar menjadi pro-kontra antara yang setuju dengan transparansi dan setuju dengan ketertutupan/kerahasiaan.


Sebagaimana saya tuliskan dalam artikel tersebut, saya menganjurkan untuk tetap memelihara kedua jalur rekrutmen baik yg tertutup maupun terbuka. Rekrutmen terbuka harus berdasarkan pada sistem saringan yang sangat ketat dan kompetitif serta fair, misalnya berdasarkan kompetensi, kesehatan, psikologi, dan loyalitas/kecintaan kepada bangsa dan negara, dll. Sementara rekrutmen tertutup adalah berdasarkan kepada spotting kebutuhan organisasi dimana pada spotters intelijen memiliki keahlian khusus dalam menilai dan menyelidiki seorang calon intel sehingga dianggap memenuhi syarat untuk menjadi anggota intelijen. Biasanya mereka yang direkrut secara tertutup akan terlibat dengan kegiatan-kegiatan rahasia baik di dalam maupun luar negeri. Sementara mayoritas yang direkrut secara terbuka akan dilatih menjadi analis yang handal dan sebagian kecil juga akan masuk dalam kegiatan rahasia baik di dalam maupun luar negeri. Jadi saya tidak mendorong agar seluruh sistem rekrutmen menjadi terbuka dan selalu diumumkan ke publik baik melalui media maupun website. Bahkan terkait dengan nama-nama pelamar menjadi kewajiban organisasi untuk melindunginya.

Mengenai rekomendasi dari pejabat-pejabat intelijen, hal ini adalah praktek yang wajar di seluruh lembaga intelijen di dunia. Mohon maaf bila sebelumnya saya kurang menghargai model ini. Tetapi sesungguhnya yang terjadi adalah rekomendasi menjadi salah satu "nilai" dimana adanya jaminan keamanan atau jaminan kualitas seseorang akan memudahkan sistem seleksi. Jadi bukan nepotisme yang berlebihan dimana seorang calon yang kurang bagus dipaksakan untuk diterima.

Rekrutmen pegawai merupakan darah segar bagi organisasi apapun termasuk lembaga intelijen, artinya dibutuhkan darah yang berkualitas baik dan cocok dengan organisasi. Dalam penilaian psikologis, akan dengan mudah diketahui apakah seseorang cocok menjadi intel atau tidak. Misalnya salah satu syarat mendasar adalah dapat dipercaya dan mampu menyimpan rahasia. Baik seorang agen lapangan maupun analis harus memiliki karakter yang kuat dalam menyimpan rahasia karena kalau tidak akan merusak organisasi.

Setelah anda merasa memiliki kemampuan (latar belakang pendidikan) dan tingkat intelejensia yang tinggi, berbadan sehat lahir bathin, pikirkanlah apakah anda memiliki beberapa faktor berikut ini :

  1. Intelijensia yang tinggi. Sudah cukup jelas sebagai dasar dari hakikat pekerjaan intelijen yang membutuhkan intelijensia anda. Hal ini dapat tercermin dari pendidikan formal ditambah pengalaman. Dapat juga tercermin dari tes potensi akademik atau tes psikologi yang mengukur aspek intelijensia anda. 
  2. Memiliki kebiasan mengamati lingkungan sekeliling anda. Hal bukan seperti tukang ngintip yang tidak punya kerjaan, melainkan sebuah kebiasaan untuk memperhatikan lingkungan dan mampu memahami dinamika lingkungan anda. Hal ini sangat esensial dalam pekerjaan seorang intel, dimana kecepatannya beradaptasi bersumber dari kebiasaannya mengamati lingkungannya. Seorang intel yang handal, hanya membutuhkan beberapa menit saja dalam membaur ke lingkungan yang baru dimasukinya. Dalam kaitan ini, tentunya kemampuan komunikasi baik bahasa maupun membaca situasi sangat berperan. Jadi bila anda tidak peduli situasi di sekeliling anda, memiliki masalah dalam berkomunikasi, dan cenderung sulit bersosialisasi sebaiknya dipikir-pikir kembali apakah anda cocok menjadi seorang intel. Dibutuhkan kemampuan dan pesona khusus untuk menjadi seorang Jason Bourne atau James Bond bukan? Apakah tampang "gagah dan ganteng" cukup? tentunya tidak cukup. Lalu bagaimana dengan analis? Apakah anda pikir seorang analis akan berkantor bertahun-tahun di kantor yang sama dan tidak perlu memiliki kebiasaan mengamati lingkungan?  Untuk menjadi seorang analis yang hebat, diperlukan pendidikan formal yang cukup, di Indonesia saat ini, Strata 2 sudah menjadi hal yang semakin lumrah. Namun apakah dengan latar belakang Doktor sekalipun menjadi jaminan analisa yang baik? Analis intelijen berbeda dengan akademik, namun pendidikan yang baik dan tinggi akan sangat mendukung. Perbedaan yang sangat mendasar dari seorang analis intelijen adalah ekspose dirinya kepada berbagai macam lingkungan untuk mendapatkan "rasa" dan meningkatkan "intuisi" yang berdasarkan kepada analisa intelektual. Dalam kaitan ini, seorang analis yang handal biasanya memiliki jam terbang tinggi dalam ekspose ke berbagai lingkungan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dalam lingkungan damai maupun konflik/perang, berada di wilayah musuh maupun berada di lingkungan pengambil keputusan. Artinya selain pintar karena pendidikannya, juga sangat berpengalaman. Semua itu berakar dari kebiasaan mengamati lingkungan sekeliling anda.
  3. Bercita-cita membangun bangsa dan negara. Hal ini bukan kata-kata kosong dan klise yang saya karang karena tanpa cita-cita atau niat tersebut, anda akan kecewa dan mengalami degradasi moral ketika bergabung dengan lembaga intelijen. Idealisme yang tinggi dan tepelihara sangat diperlukan dalam membuat anda bersemangat dan bertahan di dunia intelijen. Jangan berpikir anda akan menjadi kaya raya secara material karena bekerja sebagai intel. Jangan berpikir anda akan dikelilingi wanita cantik karena bekerja sebagai intel. Jangan berpikir anda akan menjadi terkenal karena menjadi seorang intel. Jangan berpikir anda akan menemukan jati diri sebagaimana seorang Jason Bourne karena anda telah menjadi intel. Tetapi berpikirlah terus-menerus bagaimana agar bangsa dan negara Indonesia merasakan ketentraman/keamanan dan mampu maju sebagai bangsa yang besar di dunia. Tanpa niat tersebut, anda akan mengalami kekecewaan, merasa lelah, bosan atau bahkan perang bathin yang tidak berkesudahan, artinya anda tidak akan bahagia bila salah menempatkan harapan/cita-cita dengan menempuh jalan seorang intel bila hakikat mengabdi untuk rakyat Indonesia tidak terbersit di hati anda.
  4. Kreatif adalah syarat mutlak. Anda sudah biasa mengamati lingkungan dan anda juga seorang idealis yang cinta tanah air, tetapi anda tidak kreatif, apa yang akan terjadi? Penyamaran, seni peran atau akting, alternatif dalam mendekati sasaran, pembuatan analisa dan alternatif saran rekomendasi, dll membutuhkan kreatifitas yang tinggi. Hal ini akan memperhalus setiap langkah operasional anda dan membuka kebuntuan dalam analisa anda. Hal ini tentunya kreatifitas dalam artian positif dimana tujuannya adalah untuk keberhasilan kegiatan intelijen anda. Kreatifitas juga dapat berwujud dalam bentuk penipuan, pengelabuan, dll yang bermanfaat untuk kegiatan intelijen, namun berhati-hatilah karena anda dapat kehilangan indentitas anda.
  5. Semakin berprestasi dalam tekanan. Dalam salah satu test psikologi, ada kecenderungan manusia untuk mudah menyerah, ada yang mampu bertahan dan ada yang justru semakin berprestasi ketika mendapatkan tekanan. Potensi yang mudah menyerah jelas dicoret dari kualifikasi seorang calon intel, yang mampu bertahan cukup lumayan, tetapi yang diharapkan adalah mereka yang semakin berprestasi dalam tekanan. Karakter ini satu level dengan psikologi pilot pesawat tempur atau anggota pasukan khusus di seluruh dunia. Perhatikan diri anda, apakah ketika ada tantangan berupa ujian nasional ketika anda SMA atau ketika anda ujian kuliah anda termasuk yang mudah tegang dan takut, ataukah yang berharap sekedar lulus, ataukah yang memiliki kepercayaan diri dan tenang dalam menghadapi ujian? Hal ini sangat penting karena sekali anda menjadi seorang intel, anda akan menghadapi berbagai tekanan pekerjaan yang membutuhkan sikap mental yang positif yang lebih dari sekedar bertahan.
Sesungguhnya masih banyak persyaratan yang lain. namun kali ini saya cukupkan dulu 5 persyaratan diatas yang lumrah yang dapat kita tengok ke dalam diri kita masing-masing Bila ada pertanyaan atau diskusi lebih lanjut, dipersilahkan.

Salam hangat untuk seluruh sahabat Blog I-I
Senopati Wirang

Labels: , , , , , ,

Comments:
wah makasih banget nih infonya, snagat berguna :)

btw yg lagi cari rumah minimalis yg depannya danau bisa cari di sini nih www.citralakesawangan.com/citralake_sawangan_rumah_minimalis
 
wah makasih banget nih infonya pak, sangat membantu.

btw buat yg lagi cari ruamah minimalis yg depannya danau bisa cari disini nih www.citralakesawangan.com/citralake_sawangan_rumah_minimalis
 
wah makasih banget nih infonya pak, sangat membantu.

btw buat yg lagi cari ruamah minimalis yg depannya danau bisa cari disini nih www.citralakesawangan.com/citralake_sawangan_rumah_minimalis
 
Bagi saya yang namanya keberhasilan intelijen adalah menegah secara dini setiap hal yang bisa mengakibatkbatkan rusaknya wibawa negara. Aparat intelijen harus benar-benar berasal dari putra daerahnya atau dalam lingkungannya sehingga dia mengerti betul dengan permasalahanya. Keberhasilan fungsi intelijen lebih hebat apabila bisa menegah secara dini setiap gerakan dalam konteks dalam neger...
 
keahlian khusus apa lagi yang harus dimiliki agar seseorang cocok jadi agen?
 
kebutuhan khusus apa lagi yang harus dimiliki seseorang agar cocok jadi intelijen ?
 
Seandainya bisa mendaftar jadi bin
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters