Kalibata, Pejaten dan Anas Urbaningrum » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, January 08, 2014

Kalibata, Pejaten dan Anas Urbaningrum

Dengan sangat terpaksa saya menuliskan artikel ini demi meluruskan nama baik Intelijen Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan wawancara dengan media, pernyataan langsung, maupun yang dikutip oleh orang dekat Anas Urbaningrum (AU), saya membaca bahwa AU merasa sangat terganggu dengan kehadiran "orang-orang tidak dikenal" yang disebut-sebut atau diduga berasal dari Kalibata atau Pejaten.

Hal itu sangat mengganggu proses reformasi intelijen Indonesia yang telah dibangun dengan susah payah sejak awal reformasi yang diawali oleh sikap tegas LetJen (Purn) Moetojib yang menolak keterlibatan intelijen dalam politik, khususnya dalam kasus 27 Juli 1996. BAKIN sungguh patut diacungi jempol dengan sikap tegasnya untuk tidak melibatkan diri dengan politik kekuasaan mantan Presiden Suharto. Inilah pula yang kemudian membuat petinggi PDI Perjuangan sangat menghormati Moetojib. Siapa dalang yang bertanggungjawab dalam kasus KUDATULI tersebut hingga saat ini masih gelap, 5 korban tewas dan ratusan luka serta sejumlah orang hilang. Siapa yang diadili dalam kasus kudatuli tersebut? Setidaknya ada lima terdakwa yang diadili yakni dua personel militer (Kol CZI (Purn) Budi Purnama (mantan Komandan Detasemen Intel Kodam Jaya), dan Lettu Inf Suharto (mantan Komandan BKI-C Detasemen Intel Kodam Jaya),  dan tiga orang sipil (Mochamad Tanjung - buruh, Jonathan Marpaung - wiraswasta, dan Rahimmi Ilyas - karyawan ekspedisi). Sungguh tidak jelas mengapa Den-Intel sampai terbukti bersalah, sementara seluruh komunitas intelijen faham betul bahwa tidak mungkin operasi sebesar itu berada dalam tanggung jawab Den-Intel yang hanya melaksanakan tugas untuk negeri tercinta Indonesia Raya.

Profesionalisme intelijen dan sikap imparsial dalam isu politik kekuasaan yang ditanamkan Moetojib dilanjutkan hingga saat ini, meskipun telah bergant-ganti pimpinan. Satu hal penting yang perlu diketahui masyarakat Indonesia adalah bahwa kegiatan intelijen sangatlah halus hingga tidak mungkin terasa kehadirannya. Hal ini mirip dengan jaringan intel yang berada ditengah-tengah kelompok teroris, maupun yang berada dimanapun di dunia ini, mereka secara profesional sungguh-sungguh menyatu dengan lingkungan. Dengan demikian, sungguh sangat mengganggu reputasi Intelijen apabila AU sungguh-sungguh diinteli secara kasar demikian.

Saran Blog I-I adalah orang-orang yang muncul dan diduga Intel tersebut sebaiknya difoto dan dilaporkan ke lembaga intelijen, polisi, dan media. Bila benar mereka intel, maka mereka yang tampil secara kasar itu telah mempermalukan reputasi Intelijen Indonesia yang profesional. 

Hal ini saya pikir cukup fair sehingga AU juga tidak terjebak dalam prasangka yang dapat menjadi fitnah bagi Intelijen Indonesia yang telah bersusah payah mereformasi diri demi kejayaan Indonesia Raya dan Bangsa Indonesia.

Semoga bermanfaat.
SW





Labels: , ,

Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters