Serial Belajar Singkat Intelijen: Desepsi atau Penyesatan » INTELIJEN INDONESIA

Saturday, January 18, 2014

Serial Belajar Singkat Intelijen: Desepsi atau Penyesatan

Penyesatan merupakan kegiatan atau tindakan yang dirancang secara khusus untuk menyesatkan pihak lawan (negara asing, organisasi, individu) melalui manipulasi, distorsi informasi, pemalsuan barang bukti, untuk menyuntikan reaksi-reaksi yang didorong oleh prasangka sesuai dengan kemauan atau kepentingan kita.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa intelijen melakukan desepsi. 
  1. Untuk mengalihkan perhatian lawan dan menyebabkan konsentrasi lawan pada tempat dan masalah yang keliru.
  2. Untuk mendorong pihak lawan melanggar prinsip-prinsip dasar power, dimana lawan akan menghabiskan tenaga untuk hal-hal yang tidak perlu.
  3. Untuk memberikan kejutan kepada lawan dengan menciptakan situasi yang kemudian menyebabkan lawan tidak atau kurang waspada dan tidak siap menghadapi pendadakan.
Dalam belajar singkat intelijen, saya sengaja tidak akan mengungkapkan pelajaran-pelajaran super rahasia karena hal itu akan melanggar etika profesional dimana suatu ilmu walaupun netral namun tidak dapat secara sembarangan disebarluaskan kepada publik. Adapun pelajaran desepsi ini sebenarnya sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Sebagai contoh, ketika kurang berhasil dalam pelajaran di sekolah seringkali kita tergoda untuk melakukan desepsi kepada lingkungan guna mengalihkan pembicaraan dari soal prestasi kepada soal lain. Di Indonesia kegiatan desepsi telalu banyak, hal ini baik di era sistem politik otoriter-militeristik maupun di era keterbukaan dan demokrasi. Produk-produk tertulis berupa buku, majalah, koran dll juga sering memuat desepsi baik disadari maupun tidak. Pilihan-pilihan kata yang positif terhadap salah satu calon Presiden dan labelling calon Presiden yang lain dengan asosiasi tertentu juga merupakan salah bentuk desepsi yang tujuan sesungguhnya sudah dapat ditebak oleh publik.

Namun karena publik cenderung malas untuk memilah dan meneliti informasi, maka hal pertama tertangkap oleh benaknya adalah yang mudah diingat.

Contoh lain desepsi adalah iklan-iklan yang sering kita lihat di billboard, TV maupun media lainnya. Meskipun tidak 100% bohong, namun didalamnya mengandung desepsi yang dapat membuat kita menginginkan barang yang diiklankan.

Contoh-contoh tersebut sebenarnya kurang tepat karena tidak memenuhi definisi lawan dalam dunia politik antar negara. Contoh dari sejarah perang dunia adalah penggunaan dummy tank dalam Perang Dunia II yang dipelopori oleh Inggris. Teknik desepsi militer ini kemudian dipergunakan baik oleh Sekutu maupun Kekuatan Poros Jerman, Jepang, Italia. Kisah perang yang paling terkenal tentunya adalah  perang di Pantai Normandy, dimana peranan intelijen dan konter-intelijen sangat vital dan operasi desepsi menjadi salah satu kunci kemenangan Sekutu. Operasi Desepsi yang dikembangkan oleh Sekutu tersebut diberi kode Operation Fortitude.

Serial belajar singkat intelijen ini hanya untuk merangsang sahabat Blog I-I agar memiliki pemahaman dasar yang penting dalam menjalani kegiatan baik yang berada di dunia intelijen, militer dan keamanan maupun yang tidak. Karena pengetahuan dasar ini sifatnya logis baik dalam level taktis maupun strategis, dimana juga akan bermanfaat dalam memahami lingkungan kerja, dunia politik, dunia ekonomi, dll.

Namun untuk menguasai salah satu skill intelijen yang nampak sederhana ini tidak cukup hanya dengan membaca Blog I-I yang mencoba menampilkan instisarinya. Sahabat Blog I-I perlu memacu diri untuk giat dan rajin membaca buku-buku pelajaran intelijen dan sejarah. 

Salam Intelijen
Senopati Wirang 



Labels: , , ,

Comments:
Salam pak.

Ada rekomendasi buku-buku pelajaran intelejen yang bagus dan (lebih pentingnya) tersedia di publik ?

Terima kasih

 
Cara ndapatin buku2 pelajaran intelejen, dimana yha?
 
saia ada nih, slide" materi latihannya sandi yudha kalo mau email aja
 
Boleh dibagi slidenya?
 
Sy mau mas Ray slidenya fadhli.r474@gmail
 
Sy mau mas Ray slidenya fadhli.r474@gmail
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters