Tentang Situasi di Suriah » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, January 21, 2014

Tentang Situasi di Suriah

Artikel singkat ini hanya melengkapi berbagai pandangan dan pemberitaan tentang dinamika konflik yang terjadi di Suriah, serta bagaimana seharusnya Indonesia bersikap. Khusus bagi umat Muslim Indonesia, situasi di Suriah perlu disikapi secara hati-hati dalam kepedulian dan solidaritas bagi kaum yang tertindas.
Pertama, meskipun bukan negara komunis, Suriah paska Perang Dunia II, persisnya dimulai pada tahun 1955 telah memilih untuk berada di blok Timur (Uni Soviet) dan memperoleh banyak bantuan militer dari Uni Soviet dalam rangka mengimbangi pengaruh AS di kawasan Timur Tengah. Hubungan yang sangat dekat tersebut khususnya terjadi antara tahun 1955-1960. Pada tahun 1964 Suriah bergabung dengan gerakan Non Blok.

Rezim Asaad sejak awal adalah rezim otoriter-militer yang memiliki hubungan strategis dengan Uni Soviet pada era Perang Dingin dan kemudian berlanjut dengan Rusia paska runtuhnya Uni Soviet. Pada tahun 1971, Komanda Angkatan Udara Suriah, Hafez al-Asaad menjadi Presiden melalui kudeta dan meneruskan hubungan strategis dengan Uni Soviet. Sementara itu, paska Perang Dunia II, negara-negara seperti Turki, Arab Saudi dan Iran berada di blok Barat AS (Iran akhirnya keluar dari lingkaran AS setelah Revolusi Shiah yang dipimpin Ayatollah R. Khomenei tahun 1979). Sejak tahun 1979, Iran meskipun juga memiliki kedekatan dengan Uni Soviet memilih bergabung dengan Non-Blok mengikuti jejak Mesir yang merupakan salah satu pendiri Non Blok bersama Indonesia tahun 1961.

Meskipun Suriah tetap menjadi anggota gerakan Non Blok namun dalam praktek kebijakan luar negeri dan hubungan aliansi strategisnya tetap berkiblat kepada Uni Soviet. Bahkan dibawah kepemimpinan Hafez al-Assad, Suriah berhasil melakukan upgrade kekuatan militernya dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Timur Tengah.

Sebagai sebuah rezim militer kelompok minoritas yang menguasai mayoritas, kebijakan keamanan dalam negeri Suriah bersifat represif dengan berbagai program pelatihan militer yang memobilisasi kekuatan pendukung negara dan memarjinalkan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi negara. Program-program tersebut secara bertahap semakin menguat dan terstruktur di seluruh wilayah Suriah sejak tahun 1971. Setelah Hafez al-Assad meninggal dunia pada tahun 2000, anaknya Bashar al-Assad naik menjadi Presiden Suriah. Bashar al-Assad yang memiliki latar belakang pendidikan kedokteran dengan spesialis mata, mengambil alih posisi kakaknya sebagai calon pewaris kekuasaan sejak tahun 1994 setelah  kakaknya Bassel al-Assad tewas dalam kecelakaan mobil.

Selama tiga dekade berkuasa, Hafez al-Assad menggunakan pendekatan tangan besi terhadap semua gerakan perlawanan di dalam negeri. Selain itu kekuatan militer Suriah juga menjadi salah satu kekuatan terbesar di kawasan Timur Tengah dengan dukungan dari Uni Soviet. Hubungan Suriah dengan Uni Soviet menurun tajam pada era keterbukaan glasnot dan perestroika ketika Uni Soviet dipimpin Mikhail Gorbachev. Pada Desember 1991, Uni Soviet bubar dan berdiri sejumlah negara independen yang bergabung dalam commonwealth of independent states (CIS). Suriah mencoba mendekat ke AS sebagai satu-satu negara superpower, namun kurang berhasil karena Suriah juga memberikan dukungan kepada kelompok Hamas, Hezbollah, dan Jihad Palestina. Suriah telah memiliki kedekatan dengan Iran karena kepentingan strategis kawasan dan kesamaan faham Islam Shiah walaupun ada perbedaan aliran. Sedangkan kepentingan AS terhadap Suriah adalah memelihara perdamaian Suriah-Israel. 

Dari catatan sejarah tersebut, kiranya Indonesia dapat memahami bahwa Suriah yang dipimpin rezim militer minoritas akan berusaha untuk tetap eksis berkuasa dan tidak akan melepaskan kekuasaanya. Dengan dukungan Uni Soviet, tentunya negara-negara Barat pembela HAM sekalipun tidak akan sembarangan melakukan tekanan apalagi serangan militer guna menggulingkan Assad. Politik pada akhirnya adalah masalah perhitungan kekuatan, sehingga aspek moral menjadi tampak lemah meskipun korban tewas telah mencapai 130.000 orang lebih dan jumlah itu terus bertambah.

Meskipun Suriah tercatat sebagai anggota Non Blok, namun haluan politiknya sudah jelas, dengan Partai Sosialis Ba'ath yang dekat dengan faham komunis-sosialis maka pilihan Suriah adalah memastikan dukungan penuh Rusia. Hanya dengan kekuatan politik dan militer, rezim Assad dapat terus berkuasa di Suriah.

Kedua, kepentingan Barat atas nama HAM/kemanusiaan adalah nomor dua dibandingkan kepentingan stabilitas dan strategis kawasan, yakni mengamankan posisi Israel. Hal ini tampak jelas dengan strategi politik AS yang "mendekat" dengan Iran yang membuat Arab Saudi dan Turki kecewa dan marah. Meskipun Israel juga tidak nyaman dengan sikap lunak AS terhadap Iran, namun ada indikasi Iran akan lebih bertanggungjawab sebagai kekuatan regional sepanjang berhasil dicegah tidak memiliki nuklir. Tujuan AS hanya memastikan strategi pencegahan senjata nuklir Iran dapat dilakukan tanpa harus melakukan serangan militer sebagaimana terjadi pada Irak.

AS yang sedang mengalami sejumlah kendala ekonomi dan pemborosan yang sangat besar sebagai akibat dari Perang Irak dan Perang Afghanistan, serta Libya, secara strategis perlu menghindari konflik baru yang akan memakan biaya yang jauh lebih besar lagi, karena Rusia sudah secara tegas menjadi pendukung rezim Assad.

Alternatifnya adalah mendukung gerakan perlawanan di dalam negeri Suriah sebagai pernah terjadi di Afghanistan pada saat dibawah pendudukan Uni Soviet. Namun mengingat potensi radikalisme kelompok Sunni menjadi seperti Al-Qaeda, AS dan negara-negara Barat menjadi berpikir kembali dalam upaya menumbangkan rezim Assad yang berpotensi melahirkan kekuatan radikal Sunni yang tidak diharapkan Barat. Perlawanan kelompok sunni yang terpecah dalam kelompok murni pergerakan rakyat Suriah dan yang berafiliasi dengan ideologi Al-Qaeda dapat menjelaskan mengapa Al-Mu'aradah al-Suriyah tidak solid. Agak sulit bagi Blog I-I untuk memastikan perpecahan kelompok opisisi di Suriah tersebut karena dalam situasi konflik kelompok-kelompok perlawanan terpecah berdasarkan wilayah operasi sementara koordinasi sulit dilakukan karena penguasaan jalur komunikasi oleh rezim Assad. Sebut saja misalnya dari kelompok Sunni Islam terdapat setidaknya 4 kelompok yakni: Al-Nusra Front (ANF) yang dianggap berafiliasi dengan Al-Qaeda, Syrian Islamic Front (SIF) yang dianggap murni pemberontak, Syrian Islamic Liberation Front (SILF), dan terakhir Islamic Front. Sedangkan dari kelompok nasionalis terdapat Syrian National Coalition (SNC) yang terdiri dari gabungan sayap politik dan militer baik moderat maupun radikal. Di dalam SNC terdapat Ikhwanul Muslimin, Koalisi Sekular dan Demokrasi Suriah, kelompok-kelompok etnis yang tergabung dalam deklarasi Damaskus, kelompok sosialis Demokratic People Party, Free Syrian Army, dll. 

Dari situasi kelompok oposisi tersebut, Indonesia juga perlu berhati-hati dalam memberikan dukungan politik. Langkah yang aman adalah agar mendorong proses damai sesuai dengan keinginan rakyat Suriah. Namun bahasa tersebut terlalu samar karena rakyat Suriah telah terbagi dalam perang saudara yang banyak memakan korban. Akan lebih baik bila kelompok-kelompok yang bertikai di Suriah diberikan kesempatan untuk menyampaikan konsep perdamaian mereka terlebih dahulu, sehingga Indonesia tidak akan terburu-buru mendorong berakhirnya kekuasaan rezim Assad atau terburu-buru mendukung proses reformasi yang ditawarkan rezim Assad. Hal ini sangat kompleks karena harus pula melibatkan kalkulasi power aliansi Damaskus-Moskow-Teheran. Indonesia telah memiliki ciri khas pendekatan konflik melalui code of conduct, penghentian konflik dan memulai pembicaraan proses damai, dan tidak langsung membahas isu pergantian rezim.

Bagi umat Muslim Indonesia, saya pribadi sangat memahami kemarahan atas kekejaman rezim Assad. Hal ini merupakan tragedi kemanusiaan dan situasi di Suriah sudah masuk kategori Perang saudara dimana korban jiwa yang jatuh pasti terjadi dalam setiap peperangan. Berhati-hatilah dalam seruan jihad ke Suriah karena anda belum tentu membela kelompok yang benar dan sungguh-sungguh memperjuangkan Islam. Hal ini misalnya perlu kehati-hatian dalam melihat kelompok-kelompok yang oposisi yang semuanya berjuang untuk menggulingkan rezim Assad. Sebagai contoh ANF yang sudah masuk dalam kategori kelompok teroris menurut pandangan Barat dan mulainya terjadi konflik diantara kelompok oposisi. Hal itu menjadi lebih rumit lagi dengan kehadiran pejuang asing (jihadis dari luar Suriah) baik dari kelompok Sunni maupun dari kelompok para militer Shiah yang disuplai oleh Hezbollah. Akhirnya bila anda berjihad di Suriah hal itu hanya akan memperluas konflik sesama Islam yang mungkin akan anda bawa pulang sebagai bagian dari trauma perang seperti telah terjadi pada saudara-saudara sebangsa Indonesia yang berperang di Afghanistan.

Demikian catatan dari saya, mohon sekiranya ada yang memiliki akses kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia karena Indonesia akan ikut dalam pembicaraan damai Suriah yang digagas PBB. Selain itu, juga mohon disampaikan kepada dan kelompok-kelompok yang simpati kepada perjuangan rakyat Suriah, tulisan dapat disampaikan hanya sebagai pembanding sudut pandang dan tidak ada kepentingan politik apapun. 

Terima kasih kepada laporan pandangan mata sahabat Blog I-I di Suriah, Mesir, Turki, dan Yordania yang meminta saya menuliskan artikel ini untuk memberikan sedikit deskripsi tentang situasi di Suriah.

Salam 
Senopati Wirang 

Labels: , , , , , , ,

Comments:
makasih banyak buat informasinya kang
 
yaa elah informasinya sangat bagus bener, semoga semakin cetar membahana ajah informasinya.....gurih-gurih enyoyyy



http://goo.gl/t4TyzZ
 
Suriah tdk seperti Libya. Terlalu banyak yg bermain. Barat cukup berhati-hati mendukung salah satu kelompok perlawanan. Satu hal yang pasti Rezim Assad memang tdk disukai oleh Barat tetapi Barat tdk mau gegabah menggantinya secara terburu- buru. Jadi biarkan saja Suriah berdarah2 asal Israel tetap langgeng
 
artikel artikelnya menarik, terus berkarya, dan salam sukses ya :)
 
informasi yg sangut bagus, namun kurang menggigit, jika anda mengatakan bahwa ANF atau jabhah nushrah sebgai terorist dalam pandangan barat, maka anda seharusx tidak usah bingung untuk menyatakan mana yang benar bukan???barat=salibist yahudi. selnjutnya anda mengatakn ini perang saudara, pernyataan anda kurang tepat, soalnya syiah bukan Islam!!!, kecuali anda syiah yang bertakiah mengemis-emis sebagai muslim kpd kaum muslimin, salam.
 
Berfikir jernih saja kita tdk perlu mencari siapa yang benar atoe yang salah. . disyuriah sebelum ada oposisi yang ditunggangi zionis dan anteknya barat salafi wahabi dkk syuriah adlh negara yang damai. . dngn bnyak mazhab dan aliran pemikiran. . zionis dan anteknya sebenar sengaja membuat konflik disuriah dan mengambil keuntungan dri kehancuran disuriah dimasa akan datang ketika suriah harus membangun EKONOMI DAN POLITIKNYA dari paskah kehancuran perang yang mereka timbulkan. . dngan mengorbankan Hukum Kemanusian! !
 
Salam Bung Harmoni : Terkhusus pada anda,,Bila anda berkomentar di teras publik bgini,sebaiknya anda berhati-hati bila anda tdak mngerti hal yg sebenarnya..dan spertinya anda terlalu bnyak "mengkonsumsi"berita barat dan karya tulis kaum2 fasiq dan munafik "pemecah belah"ummat islam..dan anda trmasuk orng yg sdh "termakan tipu muslihat dan propoganda"mreka,,jgn lgi anda menambah deretan pemecah belah ummat islam ini,jadilah pembela dan pemersatu ummat islam tanpa membedakan mazhab ini itu,,jadilah muslim yg cerdas memahami situasi dan konspirasi musuh2 ummat,jangan terpengaruh dgn media2 cetak dan elektronik yg hampir 90% punya mreka,,cukuplah orang2 zionis dan sekutu2nya yg ingin menghancurkan islam lewat system "pecah belah" nya melalui corong2 utamanya ( era muslim,voa islam,arrahmah,muslim minang,oke zone,kabar islamia dan masih bnyak lagi )corong2 ini laksana "duri dalam daging ditengah2 ummat islam..dan disini perlu saya tegaskan buat saudara2ku semua : Bahwa Republik Islam Iran dan sekutu muqowwamah nya sampe detik ini yg Tetap komitment membela sepenuhnya harkat dan martabat ummat islam di seluruh dunia khususnya di Palestine,sehingga mreka rela dihina,diembargo,dikucilkan demi sebuah perjuangan suci "Mengangkat harkat dan martabat islam ke posisi paling mulia"..seharusnya kita ummat islam berterima kasih pada negeri Iran dan muqowwamah nya..yg selalu setia membela ummat islam dimanapun berada..disini jg sy tegaskan bahwa sy bukan mazhab syiah,tapi sy melihat,membaca,menganalisa teori2 konspirasi,memahami dan akhirnya sy sampai pada kesimpulan.."Hanya negeri Iran yg bisa dijadikan contoh teladan dalam sebuah perjuangan suci",mereka menjadikan Alqur'an dan Sunnah sbagai pedoman bernegara,Ulama yg shalih dijadikan pemimpin tertinggi dlm negara,Umaro membela rakyatnya,Islam dijadikan sarana ukhuah yg kuat..sehingga negeri iran ditakuti oleh musuh2 salibis yg ingin menipu daya dan menghancurkan kaum muslimin..ok,trims
 
Buat Rumah Harmoni,sy melihat kata2 anda sperti orang yg tdak memahami situasi dan kondisi politik,tdak memahami teori2 konspirasi,dan bahkan anda sdh "termakan"tipu daya musuh2 ummat islam..adakah anda menyadarinya?dan disini perlu sy tegaskan sampai hari ini "hanya Republik islam Iran dan sekutu2 muqowwamahnya yg tetap konsisten membela penderitaan ummat islam diseluruh dunia dgn bukti nyata terlebih2 bangsa Palestine yg terjajah",bgaimana negeri islam yg lain..?Iran layak jdi contoh teladan sebuah negara,,mampu memadukan dan menjadika Al qur'an dan hadits sbgai asas pedoman bernegara,Ulama dijadikan sbagai pemimpin tertinggi,Umaro dijadikan pembela rakyat,ukhuwah islamiyah dijadikan landasan rakyat,Islam mampu diaplikasikan ke titik martabat yg mulia..meskipun fitnah slalu ditebar para musuh2nya,dihina dan dikucilkan,diembargo..tapi Iran tetap tabah dan bangkit mencapai cita2nya "Islam yg mulia"..
 
Salam Bung Harmoni : Terkhusus pada anda,,Bila anda berkomentar di teras publik bgini,sebaiknya anda berhati-hati bila anda tdak mngerti hal yg sebenarnya..dan spertinya anda terlalu bnyak "mengkonsumsi"berita barat dan karya tulis kaum2 fasiq dan munafik "pemecah belah"ummat islam..dan anda trmasuk orng yg sdh "termakan tipu muslihat dan propoganda"mreka,,jgn lgi anda menambah deretan pemecah belah ummat islam ini,jadilah pembela dan pemersatu ummat islam tanpa membedakan mazhab ini itu,,jadilah muslim yg cerdas memahami situasi dan konspirasi musuh2 ummat,jangan terpengaruh dgn media2 cetak dan elektronik yg hampir 90% punya mreka,,cukuplah orang2 zionis dan sekutu2nya yg ingin menghancurkan islam lewat system "pecah belah" nya melalui corong2 utamanya ( era muslim,voa islam,arrahmah,muslim minang,oke zone,kabar islamia dan masih bnyak lagi )corong2 ini laksana "duri dalam daging ditengah2 ummat islam..dan disini perlu saya tegaskan buat saudara2ku semua : Bahwa Republik Islam Iran dan sekutu muqowwamah nya sampe detik ini yg Tetap komitment membela sepenuhnya harkat dan martabat ummat islam di seluruh dunia khususnya di Palestine,sehingga mreka rela dihina,diembargo,dikucilkan demi sebuah perjuangan suci "Mengangkat harkat dan martabat islam ke posisi paling mulia"..seharusnya kita ummat islam berterima kasih pada negeri Iran dan muqowwamah nya..yg selalu setia membela ummat islam dimanapun berada..disini jg sy tegaskan bahwa sy bukan mazhab syiah,tapi sy melihat,membaca,menganalisa teori2 konspirasi,memahami dan akhirnya sy sampai pada kesimpulan.."Hanya negeri Iran yg bisa dijadikan contoh teladan dalam sebuah perjuangan suci",mereka menjadikan Alqur'an dan Sunnah sbagai pedoman bernegara,Ulama yg shalih dijadikan pemimpin tertinggi dlm negara,Umaro membela rakyatnya,Islam dijadikan sarana ukhuah yg kuat..sehingga negeri iran ditakuti oleh musuh2 salibis yg ingin menipu daya dan menghancurkan kaum muslimin..ok,trims
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters