Tentang Stanley Greenberg dan Indonesia (Sekaligus Serial Belajar Intelijen: Propaganda Politik) » INTELIJEN INDONESIA

Friday, January 31, 2014

Tentang Stanley Greenberg dan Indonesia (Sekaligus Serial Belajar Intelijen: Propaganda Politik)

Sehubungan dengan permintaan sahabat-sahabat Blog I-I, saya memutuskan untuk menyampaikan informasi dan analisa mengenai isu keterlibatan Stanley Greenberg dalam pesta demokrasi dan pemilu di Indonesia. Hal menjadi sangat penting sebagai bagian pembelajaran publik untuk lebih teliti dan dalam berita yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Sebelum sahabat-sahabat Blog I-I membaca artikel ini, sesuai dengan etika yang telah dipegang teguh selama sekitar 10 tahun eksistensi Blog I-I mohon dimaklumi apabila saya tidak dapat membuka seluruh bukti-bukti dalam bentuk dokumen otentik. Namun hal ini tidak mengurangi validitas proses penyelidikan yang dilakukan jaringan Blog I-I karena sahabat Blog I-I dapat melakukan pengecekan sumber-sumber yang dirujuk dalam artikel ini. Blog I-I memegang prinsip untuk tidak menyebarkan fitnah dan semua dilakukan tanpa pamrih demi Bangsa dan Negara Indonesia.


Terima kasih sebelumnya kepada jaringan Blog I-I yang lebih senang disebut para Ronin Indonesia yang tersebar di seluruh dunia, khususnya yang berada di New York, Washington DC, Boston, Dover, dan London. Terima kasih atas berkas-berkas informasi yang telah dikirimkan kepada Blog I-I sebagai bahan-bahan bukti untuk penjelasan kepada publik Indonesia mengenai isu yang dikembangkan oleh sebuah akun twitter yang dikenal dengan nama @triomacan2000 yang juga dipopulerkan melalui website berita www.asatunews.com.

Artikel ini jangan dipandang sebagai sebuah dukungan politik ataupun bantahan yang memojokkan sesama anak bangsa Indonesia yang giat bersemangat dalam memperbaiki bangsa melalui narasi-narasi intelektual, perdebatan, diskusi mendalam yang mendorong perubahan Indonesia menjadi lebih baik. Selain itu, meskipun berbau politik, hal ini juga jangan dilihat sebagai pergeseran Blog I-I untuk masuk dunia politik. Blog I-I tetap teguh berpendirian bahwa Intelijen tidak mencampuri urusan politik dalam negeri, khususnya dalam persaingan menuju kekuasaan melalui mekanisme pemilu.

Pertama, berdasarkan konfirmasi kepada Kantor Greenberg Quinlan Rosner Research, belum pernah ada satupun tokoh Indonesia yang menggunakan Jasa Stanley Greenberg baik untuk pencitraan maupun pemenangan pemilu. Bila anda di Amerika Serikat silahkan kunjungi kantornya yang beralamat di 10 G Street, NE Suite 500, Washington DC. Bila anda ingin kontak per-telepon silahkan kontak +1 202 478 8300 atau Fax +1 202 478 8301. Jawaban resminya adalah demikian, TIDAK BENAR ada upaya pencitraan ataupun upaya mendorong salah seorang tokoh Indonesia menjadi Presiden. 

Beberapa pihak mungkin akan mendebat bahwa pekerjaan Stanley Greenberg bersifat rahasia dalam deal dengan peranan Arkansas Connection (Ingat kisah Bill Clinton dan pengusaha keluarga Riyadi). Kerahasiaan client sangat mungkin terjadi karena ada Undang-Undang di AS yang melarang pembocoran identitas client tanpa izin sang client. Sehingga tidak memungkinkan bagi siapapun dari Indonesia untuk mendesak pengungkapan siapa yang menyewa Lembaga Greenberg tanpa adanya delik hukum atau perintah pengadilan. Hal inilah yang dimanfaatkan pelaku-pelaku propaganda entah untuk kepentingan kelompok atau demi uang merancang suatu argumentasi karena akan sangat sulit dilakukan penyelidikan yang akurat. 

Kedua, dasar informasi dari tuduhan keterlibatan Greenberg adalah berdasarkan pada sebuah survey yang diberitakan dilakukan oleh Greenberg Quinlan Rosner Research terkait dengan 3 nama capres menjelang pemilu di Indonesia yakni Jokowi, Prabowo dan Aburizal Bakrie dan juga mengenai popularitas Partai Politik. Hal ini ramai diberitakan sejumlah media massa pada akhir September 2013, contohnya Suara Pembaruan, Merdeka, sigmanews, dll namun hanya asatunews yang cenderung memanfaatkannya untuk menyerang secara serius menjadi isu rekayasa pencitraan sebagaimana juga dilakukan oleh akun twitter @triomacan2000 dan beberapa akun twitter sejenis lainnya. Sayangnya sejumlah website yang dikelola kalangan Muslim juga mulai termakan oleh oleh propaganda hitam tersebut, karena akan sangat efektif untuk melemahkan dukungan publik dengan tuduhan keterlibatan Yahudi dalam politik nasional Indonesia. Semoga artikel ini dapat secara obyektif menempatkan duduk persoalannya. 

Ketiga, akun @triomacan2000 menampilkan diagram yang menghubungkan sejumlah pihak terkait dalam rekayasa pencitraan Jokowi. Misalnya saja pencitraan tersebut didukung oleh konglomerat seperti Anthony Salim, James dan Mochtar Riyadi, serta politisi Pat Robertson (Republikan), Kristen Evangelist, China/RRC connection, Catholic Community, serta berbagai lembaga yang melambungkan salah seorang tokoh Indonesia untuk menjadi Presiden Boneka. Bahkan dalam kuliah twit-nya juga disebutkan mengenai keterlibatan Intelijen Militer China dan dikait-kaitkan dengan kasus Lippogate dalam politik dalam negeri AS.


Diagram tersebut diatas bukan saja dangkal melainkan juga janggal secara logika. Utamanya adalah mengenai kolaborasi China (Intelijen), agen (pengusaha Riyadi), Politisi (Republikan), Greenberg (Kiri - Demokrat) serta memasukan unsur Evangelist dan Catholic semua untuk pencitraan seorang tokoh Indonesia yang rencananya akan dijadikan Presiden Boneka. Mengapa tidak logis? Karena unsur-unsur pendukung yang ditampilkan hampir semuanya berlawanan/beroposisi baik secara kepentingan maupun ideologi. Satu-satunya yang dapat menjadi faktor pengikat dari unsur-unsur pendukung proyek pencitraan tersebut adalah "persepsi ancaman" terhadap Islam yang merupakan agama mayoritas dianut bangsa Indonesia. Sehingga besar kemungkinan analisa dalam bentuk diagram diatas sengaja disusun untuk menarik perhatian umat Islam agar terbentuk persepsi tertentu terhadap salah seorang tokoh yang memiliki popularitas.

Kasus Lippogate sudah lama selesai, keluarga Riyadi tetap memiliki kekayaan yang signifikan dan memiliki hubungan baik dengan sejumlah tokoh penting di China. Anthony Salim cenderung apolitis dan jauh lebih profesional daripada Ayahandanya Soedono Salim dan lebih berkonsentrasi kepada Bisnis. Pat Robertson dari Partai Republik adalah politisi Evangelist yang dianggap aneh dan memiliki pandangan radikal terhadap non-Kristen da Kristen non-Evangelic mungkin ada hubungan dengan James yang belum lama pindah menjadi Evangelist, tetapi belum ditemukan bukti kepentingan Evangelist terhadap Jokowi, terlebih dalam diagram juga dimasukan faktor komunitas Katholik baik melalui Ahok maupun langsung ke Jokowi. Evangelist memiliki perbedaan mendasar dengan Katholik dalam hal organisasi dimana gereja Evangelist tergantung pada denominasi, sedangkan Katholik atau Katholik Roma memiliki hirarki organisasi yang dipimpin oleh Paus. Dalam hal penafsiran dan ajaran tentunya para penganutnya lebih memahami daripada saya.

Justru karena diagram tersebut diataslah menjadi suatu keyakinan bahwa propaganda @triomacan2000 terlalu dipaksakan dan belum matang untuk dipublikasikan menjadi polemik di tengah-tengah dunia sosial media. Andaikata Bung Triomacan belajar lebih teliti, tentunya akan dapat membangun suatu propaganda yang lebih baik dan meyakinkan.

Keempat, release hasil penelitian Greenberg Quinlan Rosner Research konon dilakukan "tertutup" namun kemudian dikutip sejumlah media massa. Pertanyaan selanjutnya tentu siapa yang melaksanakan survey tersebut di Indonesia? Tentunya membutuhkan pelaksana lapangan bukan? Pada tahun 1999 dan 2004, lembaga yang menjadi rujukan bagi AS tentang dinamika demokrasi di Indonesia adalah National Democratic Institute (NDI). Bahkan NDI juga membesarkan nama Presiden SBY bersama-sama survey yang dilakukan LP3ES yang kemudian akhirnya SBY menjadi presiden RI pertama yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia. NDI sudah memiliki jaringan yang bagus di Indonesia dan mungkin satu-satunya lembaga yang dibiayai oleh Pemerintah AS dan memiliki misi demokratisasi di seluruh dunia. NDI juga tercatat memiliki kerjasama erat dengan Greenberg Quinlan Rosner Research di berbagai negara. Apakah NDI yang melaksanakan survey Greenberg ataukah Greenberg yang mengklaim memiliki jaringan di seluruh dunia yang melaksanakannya sendiri belum dapat kami pastikan.

Kelima, motivasi dibalik suatu berita dalam dunia politik memiliki banyak probabilita. Baik pencitraan maupun propaganda hitam memiliki tujuan mendapatkan perhatian publik. Sebuah berita yang baik adalah yang asli apa adanya dan tidak diwarnai terlalu banyak opini penulis yang menterjemahkan isi berita.

Misalnya dalam kasus Greenberg.

Intisari berita adalah Pada sekitar September 2013 Greenberg membuat laporan survey yang menujukkan elektabilitas Jokowi tertinggi.

Opini oleh pendukung Jokowi adalah :

  1. "Bukti survey lembaga asing yang kredibel yang tidak mungkin direkayasa semakin meningkatkan kepercayaan rakyat Indonesia." 
  2. "Wajar bila survey lembaga asing hasilnya sama dengan survey-survey lembaga survey Indonesia"
  3. "Pengakuan asing terhadap Jokowi semakin bertambah karena Greenberg Research yang berhasil menjadikan sejumlah tokoh di berbagai negara menjadi Presiden ternyata juga membuat survey tentang popularitas Jokowi sebagai Capres."

Opini oleh pihak Anti-Jokowi adalah :

  1. "Greenberg Yahudi merekayasa seluruh pencitraan Jokowi"
  2. "Kospirasi Yahudi-Kristen-China dalam rekayasa popularitas Jokowi ternyata sebuah kebohongan yang memuakan rakyat Indonesia.
  3. "Ternyata ada pihak-pihak tertentu yang menyewa Greenberg untuk rekayasa pencitraan Jokowi melalui berbagai media dan survey."
Silahkan sahabat-sahabat Blog I-I renungkan dan pelajari bagaimana sebuah proses propaganda politik bekerja dan mempengaruhi persepsi publik.

Akhir kata, artikel ini murni pembelajaran publik dan dapat sahabat Blog I-I pelajari secara seksama bagaimana sebaiknya kita sebagai bangsa yang besar mau meluangkan waktu untuk mencermati dinamika di sekeliling kita termasuk bagaimana upaya-upaya mempengaruhi persepsi kita tentang diri kita dan pemimpin kita. Bila ada sedikit keraguan, sahabat Blog I-I dipersilahkan melakukan pendalaman informasi atau menyampaikan informasi tambahan kepada Blog I-I.

Semoga bermanfaat

Salam
Senopati Wirang



Labels: , , , , ,

Comments:
Ass.wr.wb,
Bagus tulisannya sedikit pembaca kita sekarang yg seteliti anda ,
dari diagramnya triomacan2000 jelas
hanya kumpulan2 puzzle ala Dan Brown
yg memang kalau disatukan bentuknya akan seperti bingkai utuh hanya sayang gambar yg terbentuk gak "berwujud". ambil contoh gampang saja Gereja Katholik mendukung AHOK? heehe janggal itu ,sama ajah PBNU dukung Din Syamsudin kalau bagi kita umat muslim bahkan lebih ekstrimnya FPI dukung Jalaludin Rahmat,
trimacan2000 harusnya tahu yg evangelist sejati itu HT :)

salam kenal dari saya
wass.wr.wb
 
Wah tulisannya dalem banget..... musti berulang ulang membacanya supaya paham
 
Artikelnya sangat menarik dan bisa menjadi inspirasi banyak orang. Terimakasih yah sudah berbagi informasi seperti ini. Salam kenal.

 
Pengamatan dan analisa yang bagus, teruskan Bung, tulisan anda sangat open mind tentang Indonesia.
 
RN jadi caleg HANURA, apakah kemudian masih bisa di sebut bahwa triomacan bukan akun titipan yang bertujuan untuk serang kiri - kanan sesuai permintaan yang membayar ?


 
Hehe..
Yg jelas pengaruh asing akan di sadari masyarakat stlh smua sdh terlanjur terjadi..
Apa g belajar dri kekayaan kita yg dikeruk habis sabang - papua, skandal BLBI, dll?
 
kami lebih cendrung menjadikan tulisan ini sebagai kotras dari TM2000, sembari memperhatikan target dan tujuan yang akan dicapai. kedua analisa yang saling kontras.
dan bagi kami yang utama adalah etic propaganda yang utama, karena sasaran utama adalah keperdulian rakyat akan pemilu, lawan daripada sasaran itu apatisme masyarakat. dan kedua argumen yang saling kontas akan berdampak pada keperdulian dan apatisme rakyat.
 
Bung bisa dijelaskan keanehan di indonesia bagaimana suluruh media mainstream satu suara tentang jokowi sebut saja transcorp, detikcom, kompas, metro, media indonesia, sctv, indosiar dll. Bukankah ini aneh ? Dan cebderung tidak wajar ? Semua seakan2 melakukan propaganda untuk menaikan pak jokowi ? Tidak kah ada kecurigaan ada orang/lembaga yang mengendalikan berita mereka ? Trimakasih ...
 
Bung bisa dijelaskan keanehan di indonesia bagaimana suluruh media mainstream satu suara tentang jokowi sebut saja transcorp, detikcom, kompas, metro, media indonesia, sctv, indosiar dll. Bukankah ini aneh ? Dan cebderung tidak wajar ? Semua seakan2 melakukan propaganda untuk menaikan pak jokowi ? Tidak kah ada kecurigaan ada orang/lembaga yang mengendalikan berita mereka ? Trimakasih ...
 
Setahu aku jarang terjadi berita kebaikan pejabat dipublikasikan trs menerus smp 24 jam nonstop dan hanya pd 1 tokoh sj...krn beritanya tdk sexy...
Yg sy tahu media paling suka ngeblow up berita keberukan pejabat krn lbh menjual dan sexy...pejabat korupsi, pejabat selingkuh, dugem...yg sy tahu media itu lbh cenderung kpd faktor bisnisnya dr pd kebenarannya...
Btl g sih moto media itu "bad news is god news" ??
 
Good news kali. Tapi bagaimana bisa berita blusukan aja jadi
News di media nasional.
 
bung klo mmng bnyk mediamainstream yg dukung jokowi murni mengunggulkan kehebatannya, maka yg mnjd pertanyaan apakah betul jokowi itu mrpk pemimpin daerah yg terhebat di indonesia...sdngkan realnya kita tahu msh bnyk yg lbh hebat dr jokowi tp tdk terpublikasi oleh media2 tsb.apakah mrk tidak ato sengaja tdk tau ato yg bebar2 hebat tsb tdk sealiran ato tdk mau membayar?
 
saya kira uraian tm2000 itu lbh mendekati fakta. knp?krn msh banyak pemimpin dareah yg lain di indonesia jau lebih hebat kiprah dan karyanya...tp tnp dukungan media,apa krn beda aliran,ato krn ga kuat bayar ato krn yg hebat ga mau dipublish sedemikian rupa spt jokowi?hayooo.....logika pikiran sy sulit utk menerima kenyataan ini dg wajar, sgt aneh hny seorang jokowi bgt digembar gemborkn media ttg 'kehebatannya'.sementara msh bny yg lbh hebat kiprah dan karyanya.
 
saya kira uraian tm2000 itu lbh mendekati fakta. knp?krn msh banyak pemimpin dareah yg lain di indonesia jau lebih hebat kiprah dan karyanya...tp tnp dukungan media,apa krn beda aliran,ato krn ga kuat bayar ato krn yg hebat ga mau dipublish sedemikian rupa spt jokowi?hayooo.....logika pikiran sehat sy sangat sulit menerima kenyataan yg janggal ini, adl sgt aneh hny seorang jokowi bgt digembar gemborkn media ttg 'kehebatannya'sementara itu msh bnyk pemimpin daerah yg lebih hebat dr jokowi baik dr kiprah dan karyanya.
 
saya kira uraian tm2000 itu lbh mendekati fakta. knp?krn msh banyak pemimpin dareah yg lain di indonesia jau lebih hebat kiprah dan karyanya...tp tnp dukungan media,apa krn beda aliran,ato krn ga kuat bayar ato krn yg hebat ga mau dipublish sedemikian rupa spt jokowi?hayooo.....logika pikiran sehat sy sangat sulit menerima kenyataan yg janggal ini, adl sgt aneh hny seorang jokowi bgt digembar gemborkn media ttg 'kehebatannya'sementara itu msh bnyk pemimpin daerah yg lebih hebat dr jokowi baik dr kiprah dan karyanya.
 
Jika di rangkaikan tulisan2 pilpres anda sangat jls terlihat klo anda adalh pendukung jokiwi..sebaiknya jujur saja agar pembaca pd blog ini yg dukung prabowo tdk merasa anda munafik..
 
Hahaha muna juga nih penulisnya, ngaku netral ternyata pembela yang itu. Cerita bisa dikarang tapi foto ga bisa bohong bung. Media Indonesia bisa dibeli, media asing ntar dulu.
Pake hati nurani supaya bisa menilai dng benar. Saya memilih siapapun yg tidak islamophobia dibelakangnya.
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters