Mendukung Komunikasi Strategis Badan Intelijen Negara (BIN) » INTELIJEN INDONESIA

Thursday, February 13, 2014

Mendukung Komunikasi Strategis Badan Intelijen Negara (BIN)

Setelah bertahun-tahun eksistensi Blog I-I selalu pada halaman pertama seluruh search engine dengan kata kunci intelijen atau intelijen Indonesia, ada perkembangan positif yang perlu kita apresiasi, yakni website resmi Badan Intelijen Negara (BIN) kini telah semakin baik dengan berbagai pemberitaan dan keterbukaan tanpa menelanjangi diri. Selain itu, Pusdikintel TNI AD juga telah membangun hubungan di dunia cyber dengan Blog I-I yang merupakan suatu bentuk jaringan yang akan semakin memperkuat kesadaran kita sebagai satu kesatuan bangsa yang membutuhkan peningkatan kualitas dan profesionalisme intelijen sesuai dengan perkembangan zaman.

Artikel kali ini merupakan suatu upaya mendorong semakin baiknya komunikasi publik BIN dengan masyarakat Indonesia. Bagi jaringan Blog I-I hal ini merupakan panggilan hati demi keselamatan bangsa dan kejayaan Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bersama.
Mengapa saya katakan mendukung komunikasi strategis BIN?

Blog I-I sebagai pencetus awal komunikasi dunia intelijen dengan masyarakat melalui Blog menyadari betul pentingnya komunikasi intelijen dengan masyarakat. Walaupun pada awalnya mengalami banyak "serangan" karena dianggap nyeleneh di luar jalur, namun secara perlahan lahir keyakinan bahwa langkah yang ditempuh jaringan Blog I-I membuahkan hasil dimana masyarakat dapat memahami dan menyadari pentingnya peranan intelijen bagi negara, mendorong reformasi intelijen yang proporsional, serta mendorong profesionalisme intelijen Indonesia.

Langkah strategis BIN yang harus mendapatkan restu dan dukungan masyarakat Indonesia adalah pembentukan Komunitas Intelijen Pusat (Kominpus) yang didukung oleh jaringan Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) di seluruh propinsi di Indonesia. Setelah berhasil mempersiapkan landasan hukum untuk pembentukan Intelligence Community yang profesional tersebut, pada 12 Februari 2014, Kepala BIN, Letjen (Purn) Marciano Norman membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Intelijen di Ballroom Hotel JS Luwansa, Kuningan, jakarta Selatan (Baca: Rakornas Intelijen). Mengapa kegiatan intelijen dipublikasikan? Apakah tidak berbahaya? Apakah tidak mengundang ancaman dari pihak yang memusuhi Indonesia, khususnya intel-intel asing?

Bila kita membaca artikel yang dimuat website BIN tersebut kita akan melihat betapa seriusnya komunitas intelijen Indonesia dalam mendukung demokrasi dan pelaksanaan pemilu 2014. Hal ini juga merupakan pesan kepada seluruh partai politik peserta pemilu bahwa intelijen netral dan tidak berpolitik dan bahwa peranan intelijen adalah ikut serta mensukseskan pemilu sehingga aspirasi politik rakyat Indonesia dapat tersalurkan dengan baik.

Kominpus merupakan suatu bentuk koordinasi yang menjadi tulang punggung dunia intelijen sebagaimana juga ditempuh oleh lembaga-lembaga intelijen di seluruh dunia. Pentingnya koordinasi bukan saja dalam hal sharing informasi, melainkan juga dalam analisa dan diskusi dari sudut pandang profesi intelijen yang memiliki kekhususan yang berbeda. Intelijen Polisi misalnya akan memiliki dasar pandangan pada intelijen kriminal yang kuat, sementara BAIS TNI memiliki aspek intel militer dan strategis yang kuat, Imigrasi dalam bidang keimigrasian, BIN dalam memiliki kekuatan analisa strategis nasional, dst. Dengan pertemuan rutin baik pada tingkat pimpinan maupun working level, akan tercipta komunikasi yang baik yang akan menyempurnakan masukan kepada Pemerintah dari sisi intelijen. 

Kominpus bukan Kopkamtip atau Bakorstanas dan secara prinsip sangat berbeda dalam struktur maupun operasionalnya. Tujuannya juga berbeda dimana baik Kopkamtib maupun Bakorstanas memiliki wewenang operasi dan berlindung dibalik UU Subversi dan dapat bertindak "agresif" untuk pencegahan. Sedangkan Kominpus lebih berbentuk pusat analisa intelijen yang menyatukan berbagai kekuatan intelijen serta tidak memiliki wewenang operasional karena operasionalisasi lapangan sepenuhnya berada pada masing-masing induk organisasinya. Pentingnya Kominpus adalah menembus sekat-sekat antar lembaga intelijen untuk kepentingan nasional, itulah sebabnya fokus kegiatan pada sharing informasi dan analisa strategis menjadi kekuatannya. Apakah hal ini melemahkan induk lembaga intelijen yang menjadi anggota Kominpus? Tentu tidak, sebaliknya malahan akan semakin memperkuat ketajaman analisa masing-masing induk lembaga intelijen yang akan memperkaya kajian di masing-masing lembaga sesuai dengan kekhususannya. 

Koordinasi merupakan kata yang mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan. Hal ini merupakan masalah klasik di Indonesia dimana masing-masing pihak yang harusnya berkoordinasi cenderung jalan masing-masing. Kita tidak dapat memaksakan dalam waktu cepat, diperlukan transformasi budaya kerja intelijen yang fokus kepada kepentingan bangsa dan negara serta meminimalkan terjadinya pemanfaatan struktur intelijen oleh oknum intelijen yang ambisius. Hal ini sangat mungkin terjadi karena sistem yang baik akan menjadi kekuatan yang dahsyat. Oleh karena itu, pengawasan intelijen dan komunikasi yang rutin dengan melalui mekanisme komisi intelijen di DPR juga sangat penting, selain menghilangkan kecurigaan adanya permainan politik juga untuk menjaga netralitas intelijen di dunia politik. Apabila ada oknum intelijen yang melanggar etika atau hukum, maka perlu ditempuh langkah-langkah meluruskan kembali intelijen sesuai pada posisinya.

Pesan lain yang ingin disampaikan kepada publik terkait dengan pengamanan pemilu adalah peringatan keras kepada pihak-pihak manapun yang berupaya mengganggu pesta demokrasi di Indonesia yang akan berhadapan dengan komunitas intelijen yang memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.

Dengan demikian intelijen adalah sahabat terbaik rakyat Indonesia karena meski tidak dikenal, tidak terdeteksi keberadaannya, dan tidak mengharapkan pujian, namun tanpa pamrih mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa Indonesia. Hal ini juga senada dengan aparatur keamanan dan pertahanan yakni Polisi dan TNI yang juga akan bahu membahu memastikan pelaksanaan pemilu 2014 dapat berjalan lancar, aman dan tertib. Sementara itu, terkait dengan pesta demokrasinya, adalah menjadi tanggung jawab para politisi untuk berkompetisi secara santun, fair, jujur dan bermoral dalam berebut simpati dan suara rakyat sehingga dapat terpilih menjadi perwakilan rakyat atau menjadi pemimpin politik di negeri tercinta ini.

Indonesia sudah berada di jalan yang benar, meski kita menyaksikan sejumlah pertikaian politik atau perdebatan hukum, sepanjang dilakukan melalui koridor politik dan hukum yang disepakati bersama, niscaya perjalanan bangsa Indonesia tidak akan terhambat. Semua itu dapat diselesaikan melalui jalur negosiasi politik (perdebatan para politisi) dan jalur hukum. Namun bila ada yang melangkah keluar dari koridor dan menggunakan jalur kekerasan, maka akan berhadapan dengan Intelijen, Polisi dan TNI. Tentunya tugas aparatur keamanan adalah mencegah terjadinya aksi kekerasan tersebut, namun hal ini juga membutuhkan kesadaran dan kepedulian para politisi untuk dapat mengendalikan massanya demi rakyat Indonesia, demi masa depan anak cucu kita.

Komunikasi yang terus-menerus dari pemerintah Indonesia, khususnya dunia intelijen bukan dalam rangka menakut-nakuti, tetapi sebaliknya memberikan kenyamanan dan perasaan aman bagi rakyat. Selain itu, intelijen juga sangat membutuhkan masukan-masukan informasi dari berbagai elemen bangsa Indonesia dalam rangka melindungi kepentingan kita bersama. Intelijen sudah bukan lagi alat kekuasaan karena secara profesional menyampaikan laporan analisa yang dapat dipergunakan oleh pengambil keputusan. Intelijen tidak akan menginteli individu atau kelompok karena isu persaingan politik, namun intelijen harus memahami konteks politik dalam rangka mencegah terjadinya perpecahan bangsa dan melindungi keutuhan Republik Indonesia.

Kepada seluruh rakyat Indonesia, perlu disadari bahwa selama ini intelijen Indonesia dapat berjaya bukan semata-mata karena profesionalismenya saja, melainkan juga karena dukungan rakyat yang secara sukarela menyampaikan informasi tentang ancaman terhadap keselamatan bangsa Indonesia. 

Meskipun jaringan Blog I-I bukan bagian dari komunitas intelijen resmi Indonesia, namun kami akan terus berjuang demi Republik Indonesia yang demokratis dan bermartabat. Kami juga tidak segan-segan untuk kritis kepada komunitas intelijen resmi untuk menjaga peranan intelijen pada jalurnya.

Salam Intelijen
Senopati Wirang
   

Labels: , , , , ,

Comments:
salam intel......kompak selalu intelijen Indonesia...perkuat jaringan dari akar rumput....
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters