Reformasi dan Perubahan Cara Pandang dan Berpikir » INTELIJEN INDONESIA

Friday, February 14, 2014

Reformasi dan Perubahan Cara Pandang dan Berpikir

Bulan Mei tahun 2014 ini kita memasuki tahun ke-16 pelaksanaan reformasi di segala bidang yang utamanya dimotori oleh oleh reformasi politik dengan ciri khusus perubahan sistem politik dari otoriter-militeristik menjadi demokrasi. Seluruh Presiden RI era reformasi memiliki kontribusi yang besar dalam perubahan tersebut, diawali oleh Habibie dengan berbagai terobosan reformasi politik dan hukum, dilanjutkan oleh Gus Dur dengan pendekatan humanisnya, dilanjutkan oleh Megawati yang memulai pemilihan Presiden secara langsung dan terakhir SBY dengan berbagai perbaikan pemantapan dan konsolidasi demokrasi. Pada saat berbagai aspek reformasi politik nasional tersebut dijalankan, Pemerintah RI juga berjuang memulihkan perekonomian nasional, mengatasi berbagai persoalan sosial, memerangi korupsi dengan membentuk KPK dan PPATK, reformasi hukum, reformasi TNI dan Polri, reformasi intelijen, reformasi aparatur negara, memberikan ruang yang lebih luas kepada LSM, desentralisasi, serta berbagai dinamika reformasi di segala bidang yang saat ini kita mulai melihat wujudnya, yakni Indonesia yang lebih baik.

Meskipun telah begitu banyak prestasi Pemerintahan Orde Reformasi, harapan rakyat-pun berubah dan semakin meningkat seiring dengan berbagai perbaikan yang ada. Berbagai kritik tak habis-habisnya demi perbaikan bangsa dan negara. Hal ini bukan suatu kegagalan Pemerintah, melainkan suatu dinamika baru dimana Pemerintah harus terus-menerus melanjutkan reformasi dan memperbaiki kinerjanya. Rakyat semakin kritis dan tuntutannya juga semakin tinggi. 

Pengungkapan berbagai kasus-kasus korupsi merupakan prestasi yang luar biasa, namun hal itu tidak berarti tugas memerangi korupsi berhenti, karena sudah menjadi sifat manusia bila tidak diawasi dan bila tidak sadar akan resiko hukuman cenderung nakal untuk melakukan kejahatan, termasuk korupsi.

Langkah-langkah reformasi yang telah ditempuh tersebut akan terus dibayangi oleh berbagai persoalan, sehingga diperlukan stamina yang luar biasa dan jangan lupa tongkat estafet untuk generasi berikutnya yang memiliki karakter semakin baik.

Saya pribadi sangat mengapresiasi berbagai perubahan karena saya sudah hidup di berbagai zaman dan menyaksikan sendiri bahwa hiruk-pikuk demokrasi dan berbagai perdebatan yang kita hadapi sekarang jauh lebih baik daripada "stabilitas" di era Orde Baru yang dikorupsi oleh kekuatan raksasa yang berkolusi dan menyedot kekayaan bangsa Indonesia. Kita sekarang dapat mulai merasakan bahwa terjadi peningkatan pelayanan publik dan berbagai penyimpangan dapat cepat terungkap. Mari kita terus menatap masa depan yang lebih cerah.

Dari berbagai perubahan  yang telah kita lalui bersama, hanya satu hal yang paling sulit berubah yaitu cara pandang dan cara berpikir kita tentang bangsa, tentang negara, tentang rakyat, dan tentang tanggung jawab maupun hak. Sebagian dari diri kita tentunya memiliki memori kehidupan berbangsa dan bernegara di era yang lalu yang mungkin kita anggap relatif lebih tenang, ya tenang sekaligus melemahkan motivasi untuk maju karena kesempatan yang sangat terbatas.

Karakter demokrasi adalah membuka kesempatan kepada siapapun untuk maju dalam kesetaraan. Karakter pertama yang harus kita bangun dan kita mulai dari diri sendiri adalah dengan merubah cara pandang dan cara berpikir kita dan meyakini bahwa hanya dengan niat yang baik, kerja keras, usaha dan do'a, maka kita akan dapat merubah nasib kita menjadi lebih baik. Alam demokrasi memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak bangsa Indonesia, jangan lagi ada upaya peniadaan kesempatan orang lain atau bahkan perlakuan diskriminatif. Kita harus mulai berpikir sebagai bagian dari bangsa yang satu yang saling tolong-menolong dalam kebaikan untuk kemajuan bersama.

Profesionalisme dalam profesi masing-masing adalah kunci perubahan atau reformasi diri yang akan berdampak sangat dahsyat kepada bangsa Indonesia. Anda yang berprofesi dokter, jadilah dokter yang baik sebagaimana janji profesi. Jangan hanya mencari keuntungan karena rezeki pasti datang kepada siapapun yang sungguh-sungguh melaksanakan profesinya dengan baik. Jangan sampai terjadi lagi malpraktek yang mengakibatkan kematian, jangan sampai terjadi lagi pembuangan pasien karena perhitungan sempit yang mengabaikan kemanusiaan. 

Anda yang berprofesi sebagai Guru, didiklah rakyat Indonesia sebaik-baiknya agar menjadi generasi yang unggul. Jangan bermalas-malas dalam meningkatkan kualitas pengajaran, dan bimbinglah anak cucu kita dengan do'a mereka menjadi generasi yang lebih baik. Demikian pula dengan berbagai profesi lainnya yang selama ini terkontaminasi oleh nuansa kebangsaan yang korup dan cenderung memikirkan diri sendiri, tamak dalam kenikmatan duniawi, serta kurang peduli dengan sesama anak bangsa yang bernasib kurang beruntung.

Khusus kepada jaringan Blog I-I, komunitas intelijen, anda juga dituntut untuk terus-menerus mengasah kemampuan intelijen anda baik dalam hal operasi maupun analisa. Jangan sampai ngawur dalam menyampaikan informasi dan analisa, karena dampaknya akan luas kepada bangsa dan negara.

Sekali lagi, semua itu dipengaruhi oleh atmosfer situasi nasional dan tekad kita sebagai individu-individu yang memimpikan Indonesia yang lebih baik. Bilapun kita masih melihat banyak penyimpangan yang menyebabkan bau busuk di udara atmosfer nasional misalnya dalam kasus korupsi dan kebobrokan moral, jangan kecil hati karena kita masing-masing individu bila bersama-sama merubah cara pandang dan cara berpikir kita untuk kebaikan, maka itupun akan dapat mengurangi kerusakan atmosfer nasional kita.     

Mulailah dari sekarang, merenungkan apakah kita sudah menghayati makna, posisi dan peranan kita dalam profesi pekerjaan kita masing-masing?

Salam
Senopati Wirang

Labels: , , , , ,

Comments:
Reformasi tidak akan berhasil apabila sistem hukum dan cara penegakan hukum yang masih tumpang tindih...
 
makasih yah atas informasinya, jangan lupa kunjungi blog aku juga.
QUEENXXX92

 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters