Hati-hati dengan Provokasi Radikalisme dari berita kematian Osama bin Laden » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, March 16, 2014

Hati-hati dengan Provokasi Radikalisme dari berita kematian Osama bin Laden

Artikel ini sangat penting bukan saja bagi saudara-saudara sebangsa setanah air Indonesia yang beraliran Islam garis keras, melainkan juga kepada seluruh umat Islam baik yang mengaku moderat maupun liberal sekalipun. Mengapa saya katakan penting? Hal ini terkait dengan masih adanya upaya-upaya dari kelompok tertentu yang secara sengaja ingin memelihara eksistensi ancaman Islam yang dilabelkan dengan terorisme. Siapakah kelompok tersebut? Tidak lain mereka yang secara terus-menerus memancing kemarahan, rasa tidak senang, rasa jijik, atau membangkitkan rasa permusuhan yang merupakan akar dari perang sejak zaman dahulu kala.

Baru-baru ini beredar berita tentang bagaimana Sheikh Osama bin Laden meninggal dunia, yakni dengan tembakan ratusan kali. Benar-tidaknya hanya Tim Navy Seal AS yang mengetahui detailnya, karena mereka yang melakukannya. Ketertutupan proses pembunuhan Osama tersebut konon kabarnya menurut berita Osama ditembak ratusan kali itu adalah guna menghindari pro-kontra tentang proses pembunuhan yang berlebihan yang mana akan tampak menjijikan dan tentunya akan merugikan citra Navy Seal AS. Selain itu, minimnya atau ketiadaan publikasi foto jenazah Osama juga dinyatakan dalam berita tersebut karena kondisi yang sangat mengenaskan.

Apa maksud dari pernyataan anggota Navy Seal setelah tiga tahun kematian Osama tersebut? mengapa masih menjadi berita? Apakah sekedar untuk memamerkan berita usang yang sudah mulai dilupakan, ataukah untuk menyegarkan kembali rasa permusuhan sekaligus memancing kalangan Islam yang berafiliasi kepada Osama untuk kembali melakukan aksi teror? Ataukah hanya refleksi individual para angota Navy Seal yang menyuarakan kata hati, ataukah kesengajaan? Tentunya umat Muslim Indonesia harus lebih cerdas membacanya.

Dalam teori intelijen, apa yang sedang terjadi dari berita tersebut dapat dilihat setidaknya dari tiga sisi yakni sbb:
  1. Bahwa Osama bin Laden ditembaki ratusan kali merupakan fakta peristiwa sejarah dalam operasi militer Navy Seal AS yang wajar sesuai standar operasinya. Sehingga dapat dilihat sebagai fakta tanpa perlu melibatkan emosi siapapun.
  2. Bahwa Osama bin Laden ditembaki ratusan kali merupakan suatu pembentukan opini tentang pembalasan yang "setimpal" kepada tokoh tertinggi teroris internasional Al Qaeda yang kebetulan operasinya dilakukan oleh Tim Navy Seal AS.
  3. Bahwa Osama bin Laden ditembaki ratusan kali sebagai simbol permusuhan sejati antara non-Islam dengan Islam. Karena dalam teori kriminologi, sebuah aksi pembunuhan yang disertai tindakan kejam misalnya dengan menusuk pisau berkali-kali atau menembak berkali-kali hanya dilakukan oleh psikopat. Namun karena dapat diyakini bahwa anggota Navy Seal tidak mungkin psikopat, yang terjadi adalah propaganda untuk meningkatkan kebencian dari pendukung Osama kepada AS. Artinya kedalaman permusuhan antara AS dan Al Qaeda sudah mencapai level yang tidak mungkin diperbaiki. 
Hal yang perlu diwaspadai oleh umat Islam Indonesia adalah bahwa permusuhan AS dan Al Qaeda jangan sampai mengambil tempat di tanah tercinta Indonesia Raya. Kepada siapapun anda jaringan Blog I-I dan sahabat Blog I-I serta pembaca Blog I-I, bila memiliki akses kepada jaringan yang bersimpati kepada Osama tolong disampaikan sbb:
  • Jangan terpancing untuk menjadi radikal dan melakukan kekerasan dengan berita-berita menyakitkan hati anda. Tetapi sadarilah bahwa tidak ada hal baik dan buruk yang dapat menimpa kita semua kecuali dengan izin Allah SWT.
  • Permusuhan AS dengan Al Qaeda berakar dari kondisi di Timur Tengah, saat ini khususnya di Afghanistan/Pakistan, Irak, Syria, dan Yaman. Meskipun hal ini juga menyebar ke kawasan Afrika Utara, Tengah dan Timur, Asia Selatan serta Asia Tenggara, namun sadarilah bahwa kita memiliki kewajiban untuk tidak membawa konflik AS vs Al Qaeda ke tanah tercinta Indonesia. Bila anda terlanjur mendukung Osama, belum terlambat untuk menyadari bahwa konflik tersebut tidak terkait dengan kemuliaan dan perjuangan agama Islam.
Sekian
Senopati Wirang

Labels: , ,

Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters