Jangan cepat percaya » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, March 19, 2014

Jangan cepat percaya

Salah satu prinsip utama bagi seorang intel adalah tidak cepat percaya terhadap suatu informasi atau terhadap seseorang atau kelompok. Hal ini mungkin tampak sebagai suatu penyakit psikologis yang akan selalu meragukan informasi betapapun meyakinkan informasi tersebut. Namun hal ini sangat vital dalam memastikan dan menjamin bahwa suatu informasi adalah benar sebagai fakta yang tidak ditambah atau dikurang. Di era cyber dan kemajuan zaman, sungguh sangat sulit untuk memisahkan kebenaran dari kebohongan karena kemajuan cara berpikir manusia juga meningkatkan level pengelabuan yang bertujuan menyesatkan (desepsi) demi tercapainya suatu tujuan.

Di zaman yang penuh kebohongan ini, fitnah merupakan kewajaran dan kejujuran menjadi barang langka khususnya bila hal ini dikaitkan dengan posisi atau sikap resmi suatu pemerintah terhadap pemerintah lain. Perhatikan sejarah nasional Indonesia yang telah dikhianati oleh mereka negara-negara yang berwajah manis ketika membutuhkan Indonesia. Hal ini bukan salah negara-negara yang mengelabui Indonesia, melainkan kesalahan pimpinan nasional, intelijen, dan para strategis yang tidak mampu memprediksikan dinamika politik dan keamanan di masa mendatang. Selain kompleksnya persoalan dalam negeri dimana terjadi kompetisi memperebutkan kekuasaan, faktor kepentingan asing juga memainkan peranan yang tidak kalah pentingnya dalam mewarnai perjalanan suatu bangsa. 

Saya tidak perlu membahas secara detail bagaimana Indonesia berkali-kali dikhianati dan menjadi pesakitan dimana kekayaan alamnya disedot habis sementara kepentingan keutuhan negara menjadi bulan-bulanan asing. Mengapa hal ini terjadi? Karena para pembuat kebijakan dan ahli strategis Indonesia melakukan kalkulasi yang keliru dengan mempercayai dukungan asing yang sebenarnya sedang memainkan kartu strategi yang kurang dimengerti oleh Indonesia. Selain itu, elit politik di negeri tercinta ini tidak bosan-bosannya berkelahi sendiri dan kurang mengedepankan kepentingan bangsa dan kurangnya jiwa ksatria dan cinta rakyat, sehingga mudah dipermainkan atau di adu domba. Andaikata di dalam hati kita semua terpatri jiwa ksatria yang mengutamakan kepentingan rakyat, kita tidak akan pernah khawatir akan kehilangan kekuasaan, karena pengalihan kekuasaan akan selalu yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Hal ini akan tampak terlalu idealis dan seperti mimpi kosong, namun marilah kita kampanyekan terus-menerus pentingnya hal ini walaupun hanya seperti teriak tanpa suara dalam keheningan malam yang menggelapkan matahati kita.

Jangan cepat percaya merupakan suatu keharusan bagi seorang intel, hal ini akan melahirkan sikap teliti dan usaha untuk melakukan pengecekan ulang dan pembandingan dengan informasi lain guna memperoleh gambaran yang lebih tepat. Meskipun demikian, sikap ini jangan membuat kinerja menjadi lambat karena bagaimanapun juga suatu informasi perlu secepatnya diolah untuk menjadi produk intelijen. 

Kebiasaan untuk tidak cepat percaya juga mendorong seorang intel untuk memiliki sumber informasi lebih dari satu, minimal dua dan maksimal tidak terbatas. Namun biasanya dalam jumlah ganjil apakah tiga, lima dst. Namun terlalu banyak sumber juga dapat menyebabkan proses yang lebih lama karena prosedur pembandingan yang memakan waktu serta seringkali terjadi pengulangan dimana sejumlah informasi memiliki isi yang sama dan saling mengkonfirmasi.

Meskipun anda telah membiasakan diri untuk melakukan pengecekan ulang dan pembandingan dari sejumlah informasi, hal ini tidak berarti anda steril dari desepsi karena di era modern ini, multiplikasi informasi termasuk dari sumber yang berbeda sangat mungkin terjadi. Bila anda menghadapi situasi ini, maka hanya intuisi intelijen dan pengalaman anda yang bekerja melakukan penyaringan. 

Semoga bermanfaat
Senopati Wirang

Labels:

Comments:
Menarik artikelnya
sukses selalu
 
mantap
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters