Mempersiapkan Kematian » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, March 09, 2014

Mempersiapkan Kematian

Salah satu prinsip dasar seorang intel yang jarang diungkapkan adalah kesiapannya untuk mati demi bangsa dan negaranya. Coba baca kembali artikel lama saya seperti mati tidak dicari, atau diary senopati wirang, dan eksistensi tanpa nama. Dalam artikel-artikel tersebut telah saya ungkapkan betapa ketiadaan dan persiapan untuk menghadapi kematian menjadi bagian dari seorang intel. Kematian disini tidak selalu identik dengan berakhirnya kehidupan kita di dunia, melainkan juga termasuk pengunduran diri dari dunia intelijen atau pengakhiran kiprah seorang intel. Pada dasarnya seorang intel tidak untuk dikenal dan tidak memiliki popularitas, tidak eksis namun aktif melakukan berbagai kegiatan rahasia ataupun kegiatan yang diselimuti cover sehingga tujuan aslinya tidak tampak.

Mempersiapkan kematian merupakan hal yang mudah diucapkan namun kita hampir dapat dipastikan lebih sering untuk lupa atau melupakannya hingga akhirnya waktunya semakin dekat. Sebagaimana juga diajarkan dalam agama maupun ajaran moral bangsa Indonesia, kita sering mendengarkan nasihat bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati, namun karena kita tidak tahu kapan kematian datang menjemput kita tidak mempersiapkan diri sebaik-baiknya. 

Seorang intel sejati tidak pernah takut dengan kematiannya dan sadar betul bahwa waktunya akan tiba cepat atau lambat. Hal ini membuat seorang intel akan senantiasa stabil dan tidak risau dengan perlakuan tidak adil atau sikap yang tidak enak di hati terhadap dirinya. Ada kalanya institusi induk seorang intel sangat buruk sehingga tidak memberikan ruang pengembangan diri yang baik demi profesionalisme. Ada kalanya persaingan sangat tidak fair sehingga profesionalisme tidak menjadi tulang punggung kemajuan institusi intelijen. Adakalanya resiko pekerjaan berada jauh diatas kemampuan seorang intel untuk menanggungnya sehingga jalan keluar untuk menghindari kematian sangat kecil. Adakalanya seorang intel terpaksa terekspos atau memiliki titik keterbukaan atau mengalami burn notice yang secara sengaja memaksa seorang intel untuk terbuka. Adakalanya kebodohan seorang intel menjerumuskannya ke dalam situasi yang tidak dapat diperbaiki baik dalam bentuk skandal pribadi maupun skandal politik. Adakalanya seorang intel menjadi target musuh sehingga hal ini menjadi masalah waktu kapan dirinya dibidik oleh musuh.

Sudah hampir 10 tahun Blog I-I mewarnai diskursus intelijen Indonesia dengan berbagai suka dan duka, hidup mati, aktif vakum, tentunya hal ini semakin membuka kemungkinan untuk kematian Blog I-I sebagaimana di waktu-waktu yang lalu pernah terjadi. Dari hilangnya akun email, intimidasi, sampai ancaman merupakan makanan sehari-hari Blog I-I. Namun Blog I-I masih dapat bernafas salah satunya berkat kesiapannya untuk mati. 

Saya memperhatikan bahwa berbagai catatan Blog I-I sudah ada yang mengumpulkan dan membukukannya, sejumlah nama senopati wirang bertebaran, percikan semangat Indonesia Raya yang dihembuskan Blog I-I juga telah menerangi sebagian masyarakat Indonesia, sehingga saya yakin bahwa dalam hati sahabat-sahabat Blog I-I semangat melindungi rakyat Indonesia dan memajukan bangsa Indonesia telah tumbuh subur dan semoga akan teraktualisasi di masing-masing bidang yang kita tekuni.

Semakin lama suatu website, blog, atau akun apapun beroperasi di dunia cyber maka semakin mudah untuk terungkap, termasuk dengan segala keburukan yang mungkin dapat dieksploitasi untuk mendiskreditkan Blog I-I maupun saya sebagai pengelolanya. Misalnya dengan kesengajaan saya untuk meninggalkan jejak-jejak cyber yang buruk dan mudah dieksploitasi, saya melihat bahwa sejumlah pihak yang memiliki kemampuan teknis maupun teknologi untuk mengeksploitasi sosok Senopati Wirang masih tetap membiarkan Blog I-I untuk bernafas tanpa gangguan yang berarti, hanya dimonitor setiap detik, menit, jam dan hari sebagai bahan investigasi. Belakangan ini saya juga sengaja semakin banyak meninggalkan jejak cyber yang buruk guna menjajaki kemungkinan intelijen asing melakukan sesuatu, namun tampaknya belum ada hal-hal yang menarik ataupun mengkhawatirkan.

Suatu dinamika cyber dalam kerangka penyebaran informasi yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia memang memiliki resiko yang jauh lebih rendah daripada operasi tertutup di Suriah dalam rangka mendata seluruh pejuang anti Rejim Assad yang berpotensi menjadi cikal bakal kelompok teroris di kemudian hari, sehingga sementara waktu ini saya masih dapat secara leluasa mengelola Blog I-I. Betapapun demikian, sebagai suatu prinsip dasar, saya tetap mempersiapkan kematian. 

Hal ini sangat penting bagi seluruh sahabat Blog I-I untuk diresapi karena selain akan menstabilkan diri anda ketika aktif di dunia intelijen, melainkan juga menyeimbangkan kehidupan anda seutuhnya. Karena ketika kita ingat kematian, kita akan memiliki kesadaran luar biasa dan dapat melihat hal-hal yang kita abaikan karena kesibukan pekerjaan, misalnya tentang kehidupan pribadi kita, tentang keluarga, tentang perbuatan amal kita kepada sesama manusia, tentang hubungan kita dengan Yang Maha Kuasa. Artinya kita jangan sampai tenggelam dalam kejayaan maupun kemuraman perjalanan profesional sebagai seorang intel. Siaplah selalu untuk mati!

Salam intelijen
Senopati Wirang


Labels:

Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters