Integrated Armed Forces atau Joint Interagency » INTELIJEN INDONESIA

Saturday, April 26, 2014

Integrated Armed Forces atau Joint Interagency

Pernyataan dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko tentang Integrated Armed Forces (IAF) sangat penting mengingat hal ini akan berpengaruh terhadap rencana strategis pertahanan nasional Indonesia ke depan. Apabila konsep IAF sungguh-sungguh akan diterapkan oleh TNI, maka akan terjadi perubahan besar mulai dari tingkat strategis, operasional hingga taktis yang akan semakin memperkuat pertahanan nasional Indonesia. Sesungguhnya konsep IAF tersebut juga sudah merupakan kebutuhan bagi negara-negara besar dan maju karena dalam gelar pasukan tidak lagi dapat dibatasi oleh matra atau kecabangan, karena dalam suatu operasi militer dibutuhkan kombinasi pasukan dari berbagai latar belakang keahlian militer yang kemudian menjadi satu pasukan. Hal ini khususnya sudah banyak berjalan lancar pada operasi pasukan khusus (special forces) yang berasal dari pasukan khusus darat, laut dan udara. Sementara dalam operasi yang lebih besar, sudah merupakan kelaziman untuk mengkombinasikan berbagai jenis pasukan yang dibutuhkan sesuai dengan recana strategis yang disusun. 

Jenderal Moeldoko juga menyebutkan pentingnya joint civil-military operations, hal ini lebih lazim dikenal dengan istilah Joint Interagency Command atau Joint Interagency Operations. Model ini melibatkan institusi sipil dan militer dalam penanganan isu khusus yang menjadi ancaman bagi pertahanan dan keamanan negara. Konsep ini menciptakan suatu kerjasama yang sangat baik dimana masing-masing institusi dapat berkontribusi secara maksimal sesuai dengan aturan hukum dalam penanganan suatu masalah. 

Di Indonesia, sejarah menunjukan kecenderungan dominasi militer terhadap sipil dalam isu pertahanan dan keamanan. Belakangan isu keamanan sudah kembali ke ranah sipil dan hukum dimana Polisi menjadi ujung tombaknya dengan konsep penegakan hukum. 

Militer sebagai organisasi yang "paling kuat" dan terorganisir di Indonesia merupakan salah satu elemen pemersatu yang memelihara tetap terjaganya Republik Indonesia sebagai satu kesatuan negara. Namun demikian, model ini pula yang menyebabkan terjadinya ketidakpuasan dan perasaan tertekan dari sebagian daerah di Indonesia yang mengalami pengalaman pahit kebijakan koersif militer. Terjadinya koinsidensi pola hubungan sipil-militer dengan polarisasi politik dan kultural (meminjam istilah dari buku yang diedit oleh Syamsuddin Haris: Desentralisasi dan Otonomi Daerah) sering menjadi penyebab keretakan hubungan pusat daerah atau sebaliknya perekat manakala terjadi kesamaan kepentingan dari para elit militer dan sipil.

Konsep-konsep lama yang didominasi pandangan militeristik tersebut belum dalam berubah dalam waktu dekat karean pola pendidikan yang terpisah kecuali pada level Lemhanas dimana kalangan sipil dan militer dapat bertemu. Pada level lainnya masing-masing pendidikan memiliki ciri khas tersendiri, dimana di militer terdapat pola pendidikan sendiri dan di sipil juga demikian. Seharusnya Universitas Pertahanan dapat mengambil peranan ini dengan menciptakan kurikulum pendidikan sipil-militer pada level strategis yang akan sangat bermanfaat, khususnya untuk level Kasubdit atau Kolonel sehingga ke depannya terjadi interaksi yang lebih baik antara sipil dan militer dalam bekerja sama di sektor pertahanan dan keamanan. Universitas Pertahanan saat ini tidak memiliki konsep yang jelas dalam membina alumninya yang berasal dari berbagai latar belakang yang "tidak jelas" dasar pertimbangannya. Khususnya mereka yang berasal dari luar pemerintah, karena tidak ada kewajiban ikatan dinas, lepas begitu saja mendapatkan gelar master dan tidak berkontribusi dalam mempertanggungjawabkan uang pajak rakyat Indonesia, beasiswa cuma-cuma. 

Akan sangat efektif apabila Unhan membidik calon mahasiswanya secara teliti dengan kerjasama dengan seluruh instansi terkait dalam menciptakan efek perbaikan hubungan sipil militer pada level strategis. Artinya orang-orang sipil harus mengerti strategi pertahanan, sedangkan orang militer paham strategi sosial-politik dan berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat sipil. Semoga Universitas dapat bergerak berubah menuju perbaikan semacam itu.

Kembali kepada pandangan Jenderal Moeldoko. Dapat dipahami bila Jenderal Moeldoko memiliki pandangan yang maju karena beliau memiliki pengalaman internasional dalam pasukan perdamaian PBB yang salah satu konsep operasinya adalah bersifat joint operations, baik joint military operations maupun joint civil-miltary operations. Karena dinamika pasukan perdamaian PBB bukan lagi bersifat pasif memelihara perdamaian melainkan juga sudah bersifat lebih aktif dengan keseimbangan antara peacemaking, peace enforcement dan peacekeeping. Ketiga upaya pasukan perdamaian PBB tersebut telah menciptakan suatu kebutuhan akan joint operations yang melibatkan berbagai matra militer dan institusi sipil. 

Semoga upaya modernisasi militer Indonesia dengan konsep IAF dan pada penciptaan Joint Interagency Command pada level strategis nasional Indonesia dapat diwujudkan demi perlindungan keselamatan bangsa Indonesia. Hal ini tentunya tidak dalam dominasi salah satu kekuatan nasional, melainkan merupakan kombinasi yang seimbang dalam kerangka negara demokrasi. Dalam kaitan ini, Intelijen Indonesia dapat ikut serta mendorong terciptanya model joint interagency karena sebagai kedekatan ruang lingkup tanggung jawab dan pekerjaaannya.

Salam Intelijen
Senopati Wirang


Labels: , ,

Comments:
joint armed force memang perlu dilakukan sebagai combine dari berbagai kesatuan pasukan baik dari pasukan darat, laut dan udara, agar sewaktu-waktu ada ancaman maka kesatuan ini mampu dan siap mengatasi berbagai hal yang mengancam kesatuan NKRI, nice info gan, thanks dah share
 
siapa pemilik blog intelijen ini?
 
saya bukan intelijen tapi berusaha utk merasakan apa apa yg di ketahui agen intelijen. sedikit banyak seorang agen saya bisa mendeteksi bahwa dia seorang agen intelijen
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters