Menuju Indonesia yang Kuat, Adil, dan Makmur » INTELIJEN INDONESIA

Tuesday, April 08, 2014

Menuju Indonesia yang Kuat, Adil, dan Makmur

Pernahkah kita sadari bersama bahwa tersimpan potensi positif yang sangat besar dari hiruk pikuk demokrasi, persaingan politik, kegaduhan berbagai kasus korupsi, protes masyarakat, geliat civil society, keseriusan reformasi birokrasi, perbaikan strategi pembangunan, penanganan masalah keamanan, dan berbagai dinamika dalam pemberitaan media? 

Meskipun dinamika yang gaduh tersebut sering membuat kita bingung dan pusing, namun demikianlah proses suatu kemajuan yang perlu kita lalui bila bangsa Indonesia ingin naik kelas menjadi negara yang kuat, adil dan makmur.

Mengapa demikian?

Pertama hampir tidak ada suatu perubahan tanpa terjadinya tarik-menarik kepentingan. Berbagai perubahan sosial, ekonomi dan politik yang dialami umat manusia selalu bersentuhan dengan "konflik" baik konflik tanpa kekerasan seperti dalam proses reformasi yang sedang kita jalani maupun konflik dengan kekerasan melalui revolusi bersenjata seperti ketika para pejuang kemerdekaan Indonesia.

Menyikapi dinamika yang sering mempermainkan perasaan hati kita tersebut, kita menyikapinya secara arif dan sabar dengan tetap mempertahankan mimpi dan harapan kita untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Hanya dengan tekad yang kuat suatu perubahan dapat dicapai, dan dalam skala bangsa tekad tersebut perlu dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia dalam denyut semangat dan keyakinan akan masa depan kita. 

Menjelang pemilu legislatif besok hari tanggal 9 April 2014, kita kembali menghadapi suatu titik dimana sejarah Indonesia akan kembali dituliskan dimana transisi Indonesia untuk sungguh-sungguh menjadi demokrasi akan diuji untuk yang ketiga kalinya, dimana diharapkan hal ini akan memantapkan sistem yang kita pilih bersama sebagai mekanisme pemberian legitimasi kepada para wakil rakyat dan pada Juli nanti untuk pasangan Presiden-Wakil Presiden yang akan membentuk Pemerintahan yang akan membawa perubahan yang semakin baik bagi bangsa Indonesia.

Bahwa ketika saat kita menjalani masa kampanye terjadi berbagai dinamika persaingan perebutan simpati masyarakat, tidak seharusnya hal itu mempengaruhi segenap kehidupan kita dalam sempitnya pandangan politik. Menyempitnya pandangan politik baik secara ideologi maupun emosional berpotensi menggerakan terjadinya suatu konflik yang bergerak di luar koridor demokrasi, misalnya dengan berbagai kekacauan dengan kekerasan sebagaimana terjadi di Mesir sejak jatuhnya Mubarak pada 2011 hingga saat ini. 

Apapun platform politik yang diyakini oleh kita sebagai anak bangsa, perlu ada keyakinan bahwa selama saluran politik tetap terbuka melalui kekuatan politik dalam negeri khususnya partai politik masih bekerja, maka akan terjadi suatu proses checks and balances. Hal inilah yang mendorong atau menekan pemerintah untuk lebih serius dan hati-hati dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan. Pada akhirnya hal tersebut akan menguntungkan rakyat, dimana siapapun yang berkuasa akan memperhatikan pandangan yang berbeda yang disalurkan melalui partai politik yang mengambil posisi sebagai oposisi.

Selain itu bangsa Indonesia juga telah memperbaiki berbagai sistem pengawasan, salah satu contoh yang paling menonjol adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kita harapkan untuk dapat terus berkiprah dalam melindungi kepentingan bangsa dan negara dengan mencegah dan memproses tindak pidana korupsi. Kerja keras, kelelahan hati dan konflik yang tercipta dari berbagai upaya perbaikan merupakan suatu hal pasti terjadi, dan bangsa kita perlu terus belajar dan mendukung berbagai upaya perbaikan yang kita yakini akan mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan berkarakter serta mampu membangun peradaban yang tinggi di antara bangsa-bangsa di dunia.

Tidak lama lagi kita akan melihat, kepada siapa rakyat Indonesia akan memberikan kepercayaannya untuk lima tahun ke depan. Hal ini jangan sampai melahirkan kecongkakan bagi yang terpilih, namun juga jangan mengecilkan hati yang tidak terpilih. Anda yang akan mendapatkan amanat dari rakyat harus sadar betul bahwa 5 tahun adalah waktu yang singkat untuk mewujudkan berbagai harapan rakyat sehingga hanya dengan kerja keras, keseriusan, dan strategi yang tepat anda dapat mewujudkan harapan rakyat. Sementara bagi yang tidak terpilih anda masih dapat berkiprah melalui partai politik dengan selalu mengawasi dan memberikan masukan agar bangsa Indonesia tidak terjebak dalam kebijakan yang keliru.

Di luar mekanisme partai politik dan parlemen, kita semua sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia juga dapat menyampaikan aspirasi melalui berbagai saluran yang tersedia, baik pengaduan, penyampaian petisi, protes demonstrasi, dan lain sebagainya secara damai. 

Yakinlah bahwa kita sudah berada di jalan yang benar, dan wujudkanlah mimpi dan harapan anda melalui sistem yang sudah terbangun sejak tahun 1998. Jangan pula lupa dengan jati diri bangsa kita dengan tetap berdo'a kepada Yang Maha Kuasa agar melindungi bangsa Indonesia dari bencana fitnah besar (konflik) yang menghabiskan waktu dan menghalangi terwujudnya Indonesia yang kuat, adil dan makmur.

Salam Intelijen
Senopati Wirang

Labels: , , , ,

Comments: Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters