Perhatikan Manuver Propaganda Media Singapura (Serial Belajar Propaganda) » INTELIJEN INDONESIA

Wednesday, April 23, 2014

Perhatikan Manuver Propaganda Media Singapura (Serial Belajar Propaganda)

Baru-baru ini, media Singapura dan Jakarta diramaikan pemberitaan tentang koleksi Jam Tangan mewah milik Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Mengapa menjadi ramai? Sepenting apakah berita tersebut?

Mari kita simak dari kacamata propaganda.
Pemberitaan tentang merk jam tangan tokoh-tokoh terkenal sebenarnya merupakan hal yang lumrah. Contohnya berita tentang jam tangan Presiden Obama yang juga cukup banyak misalnya jam tangan yang relatif murah pemberian Secret Service bermerk Jorg Gray 6500 (lihat gambar). Kemudian dilain waktu Presiden Obama juga tampak mengenakan jam tangan Tag Heuer Aquaracer yang lumayan lebih mahal seperti dalam berita ini Obama and Romney both wearing Tag Heuer?

Presiden Obama dengan Jorg Gray 6500

Pemberitaan tentang jam tangan tokoh-tokoh di dunia juga terjadi dengan sejumlah elit politik dan lain sebagainya. Singkatnya berita tentang jam tangan Jenderal Moeldoko terlepas dari harga dan stylenya seharusnya dapat kita lihat sebagai hal yang biasa pula.

Penulisan artikel tentang jam tangan para tokoh biasanya terkait dengan promosi jam tangan (marketing), rasa ingin tahu publik tentang selera sang tokoh dari jam tangannya, terkait dengan status sosial seorang tokoh, atau karena seorang tokoh memang menarik untuk disoroti berbagai aspek penampilannya. 

Apabila kita baca artikel mothership.sg yang berjudul Indonesia's General Moeldoko has got an exquisite taste for watches maka akan kita temukan bahwa artikel yang ditulis Jonathan Lim tersebut biasa saja, namun karena artikel tersebut juga merujuk kepada artikel sebelumnya yang ditulis oleh Belmont Lay berjudul Indonesia General Moeldoko offered apology to S'pore, took it back, what a fine watch you got there, maka pesan keseluruhannya cukup jelas sebagai suatu bahasa sindiran terhadap Jenderal Moeldoko. Ditambah lagi the Strait Times juga memuat berita tentang masalah nama kapal frigate dengan gambar Jenderal Moeldoko mengenakan salah satu jam tangannya yang disoroti mothership.sg dalam judul berita Indonesia's armed forces chief says 'no apology' for naming of frigate. Apakah ada suatu rangkaian kesengajaan atau tidak tentunya tergantung pada ketajaman analisa anda masing-masing. Karena apabila Blog I-I mengungkapkannya secara terbuka akan semakin mengundang polemik yang lebih hebat. 

Jaringan Blog I-I di Singapura sudah semakin mapan dan paham gerak-gerik pemanfaatan berbagai saluran dalam "menekan" Indonesia termasuk kepada tokoh-tokoh Indonesia. Saat ini Indonesia juga sangat dekat dengan AS yang semakin royal dengan informasi di kawasan Asia termasuk isu-isu ringan seputar negara-negara kawasan ASEAN. Sehingga sangat mudah bagi jaringan Blog I-I dalam memahami dinamika kawasan Asia Tenggara, semoga intelijen resmi Indonesia juga demikian. 

Berita terkait Jenderal Moeldoko di media Singapura menggambarkan bagaiamana gusarnya Singapura dengan sikap Jenderal Moeldoko dalam kasus KRI Usman-Harun. Hal yang mirip juga pernah menimpa Pejabat Tinggi Kemlu Arif Havas Oegroseno yang masuk dalam daftar target Singapura karena sikapnya yang keras dalam soal perjanjian ekstradisi dan perbatasan. Meskipun jaringan Blog I-I paham betul bagaimana Singapura memainkan suatu permainan yang "mengganggu" tokoh-tokoh nasional Indonesia, namun hal masih dilihat sebagai suatu dinamika yang belum mengganggu kepentingan nasional Indonesia.

Sebagai bagian dari pembelajaran tentang propaganda modern, Blog I-I menyarankan kepada TNI untuk tidak tergesa-gesa mengeluarkan counter berita yang tidak perlu. Apalagi dengan memberikan pernyataan bahwa jam tangan Jenderal Moeldoko buatan China meskipun yang five star sekalipun adalah palsu. Namun sayangnya Puspen TNI sudah mengeluarkan pernyataan yang tidak perlu tersebut seperti dalam berita Jam Tangan Panglima TNI Bermerk Iya, Tapi Bukan yang Asli.

Hal itu bukan saja justru memalukan karena berarti jam tangan tersebut palsu alias replika dimana pemakainya dapat dituntut untuk menyerahkan jam tangannya untuk dihancurkan. Bayangkan jika Pak Moeldoko berpergian ke AS atau Eropa dengan jam tangan buatan China yang mirip dengan jam tangan terkenal, berpotensi untuk disita oleh pabean.

Rakyat Indonesia sudah paham bahwa Jenderal Moeldoko bukan orang miskin atau OKB baru, melainkan seseorang yang memiliki latar belakang ekonomi yang di atas rata-rata orang Indonesia yakni dengan kekayaan yang dilaporkan mencapai lebih dari 32 Milyar baik dari hasil jerih payahnya maupun dari warisan dan perusahan keluarga. Artinya bila beliau memiliki jam tangan seharga 1 Milyar sekalipun wajar saja. 

Namun sayang TNI telah termakan propaganda media Singapura dan nama baik Jenderal Moeldoko sedikit ternoda oleh permainan propaganda yang lihai tersebut. Mengapa bagi Blog I-I isu ini penting? Apa kepentingan media Singapura memberitakan sisi tertentu dari Jenderal Moeldoko? Takut dengan potensi Pak Moeldoko? Atau semata-mata kesal karena sikap tegas sang Jenderal?

Perlu kita pahami bersama bahwa generasi TNI angkatan 80-an merupakan generasi yang mulai berdiri sendiri dari abang-abangnya baik generasi AMN maupun 70-an. Tokoh sentral angkatan 80-an yang paling berhasil secara karir maupun kehidupan sosial ekonomi adalah Jenderal Moeldoko (1981), bahkan beliau juga menyandang gelar akademik Doktor dan memiliki track record yang bersih dari kasus korupsi serta berpengalaman di dalam dan luar negeri. Artinya beliau memiliki kemampuan profesional dan citra yang baik, dan tentunya juga berpotensi untuk menjadi tokoh nasional Indonesia. Bahkan apabila tidak ada yang melamar beliau sebagai cawapres dalam pemilu tahun ini, beliau masih berpotensi untuk maju sebagai calon Presiden RI pada 2019 dalam usia 62 tahun. Sejujurnya bila dibandingkan dengan sejumlah Jenderal yang belakangan ini namanya muncul sebagai calon pimpinan nasional, kualitas Jenderal Moeldoko jauh lebih baik dan menjanjikan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Semoga kisah propaganda dan counter propaganda yang kurang berhasil ini dapat segera ditangani dengan lebih baik. Mohon disampaikan kepada siapapun yang memiliki akses kepada Jenderal Moeldoko. Sampaikan salam dari komunitas intelijen Blog I-I.

Salam,
Senopati Wirang

Labels: , , , , ,

Comments:
Terimakasi informasinya
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters