Selamat jalan sahabat » INTELIJEN INDONESIA

Saturday, April 05, 2014

Selamat jalan sahabat

Dalam dua minggu ini saya sedang berduka dan senantiasa berdo'a untuk kepergian seorang sahabat legenda Intelijen Indonesia code name "Ketjeng." Mohon do'anya juga kepada sahabat Blog I-I.

Dunia intelijen kembali dirundung duka mendalam karena setelah ditinggal sahabat legenda intelijen pada tahun 2011, tahun ini kembali kehilangan legenda intelijen yang membangun dunia intelijen tanpa pamrih dalam kesederhanaan hidup. Biarlah para legenda tersebut tetap tidak dikenal masyarakat luas Indonesia, namun saya berharap generasi intelijen muda tetap meneruskan perjuangan dalam idealisme intelijen yang tertinggi, yakni mengawal perjalanan bangsa Indonesia mewujudkan cita-cita setinggi-tingginya. Saya hanya berharap suatu saat pengganti saya akan lahir dan mau mengambil tongkat estafet yang semakin rapuh di dunia intelijen mengingat kami tidak akan hidup selamanya.
Memoar pembelaan intelijen yang tidak pernah terungkap

Dalam sekian banyak diskusi saya dengan almarhum yang bersifat rahasia, sahabat Blog I-I hanya dapat membayangkan bahwa sakitnya hati kalangan intelijen dalam perjalanan bangsa adalah karena intelijen dibungkam dalam menyuarakan kebenaran dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Begitu banyaknya fitnah dan kebohongan yang membuat wajah intelijen begitu suram, gelap dalam kebencian bangsa Indonesia yang menuduh intelijen tidak banyak berbuat bahkan bermain dalam mendukung kekuasaan di negeri tercinta ini.

Dalam periode dimana almarhum menjadi pejabat tinggi intelijen, beliau merupakan saksi bahwa operasi seroja sesungguhnya berdasarkan niat baik menolong rakyat Timor Timur, namun kemudian tergerus oleh strategi dan operasi yang didominasi oleh sikap represi sementara operasi informasi dan intelijen ditinggalkan, sehingga setelah bertahun-tahun akhirnya semua itu menjadi kegagalan terbesar dalam sejarah Indonesia modern yang antara lain terjadi pada saat pimpinan tertinggi TNI berada ditangan salah satu calon Presiden saat ini.

Peristiwa pembungkaman gerakan aktivis HAM juga mengabaikan peranan intelijen yang sesungguhnya hidup berdampingan dengan para aktivis. Hal ini terjadi karena arogansi kekuasaan dan dominasi unit khusus dari TNI yang menganggap lebih memahami cara penanganan aktivis HAM dan demokrasi daripada intelijen. Hal ini juga terjadi manakala salah seorang mantan TNI yang saat ini menjadi calon Presiden juga sedang berada ditampuk kekuasaan menggerakan pasukan.

Dalam kurun waktu dua minggu itu Blog I-I menjadi vakum. Mohon pengertian kepada seluruh sahabat Blog I-I karena saya masih dalam kedukaan yang mendalam, karena perginya sahabat, guru, dan legenda intelijen Indonesia yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Salam
Senopati Wirang


Labels: ,

Comments:
R.I.P Irawan Sukarno, Brigjen TNI (Purn)
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters