Mohon Maaf Bila Memalukan » INTELIJEN INDONESIA

Monday, August 04, 2014

Mohon Maaf Bila Memalukan

Kepada seluruh sahabat Blog I-I, pengunjung, pemerhati masalah intelijen dan keamanan nasional, serta Intelijen resmi Indonesia bersama ini saya ingin menegaskan bahwa informasi, opini, dan analisa yang ada dalam Blog I-I adalah tanggung jawab saya sendiri dan tidak ada kaitan dengan lembaga manapun. Sekiranya informasi dan analisa saya masih sempit, kurang tajam, jauh dari harapan, atau bahkan memalukan mohon tidak dikaitkan dengan lembaga manapun karena jaringan Blog I-I bersifat independen, edukatif, dan terbuka dengan masukan dan kritik publik.

Terkait dengan eksistensi ISIS sebagai kelompok yang mengklaim diri sebagai negara karena memiliki persyaratan utama sebuah negara (wilayah, penduduk, pemerintahan), namun tidak memenuhi syarat tambahan yakni pengakuan internasional, saya telah mengungkapkan berbagai kemungkinan dan tidak akan gegabah menuduh pihak-pihak tertentu menjadi dalang di belakang ISIS. Itulah sebabnya dalam analisa saya di artikel mengapa isis tiba-tiba ramai dibicarakan saya sengaja membuka minimal dua alternatif tentang ISIS, yakni:
  1. Sebagai boneka AS, Israel dan Inggris, yang terindikasi dari sikap yang sangat lunak terhadap AS dan Israel khususnya terkait dengan konflik Gaza. Namun karena adanya tuduhan Iran yang merasa ISIS dibentuk AS untuk membatasi pengaruh Iran di Irak dan Suriah, maka logika ISIS sebagai boneka AS dibalik menjadi propaganda Iran karena secara logika menjadi kepentingan Iran untuk melenyapkan ISIS yang mengganggu rezim Syiah di Irak dan Suriah.
  2. ISIS yang mandiri sebagai metamorfosa dari Al Qaida di Irak yang murni menjadi sebuah entitas politik yang menamakan dirinya Daulah Islamiyah di Irak dan al-Sham. ISIS kemudian menjadi maju pesat paska penguasaan kota Mosul yang mana ISIS memperoleh harta rampasan sangat besar khususnya dari Bank Sentral Irak di Mosul. Selain itu, faktor penguasaan ladang minyak yang juga menjadi pemasukan dana segar untuk ISIS juga semakin memperkuat "pemerintahan" ISIS yang ternyata telah memberikan sejumlah pelayanan publik kepada penduduk yang tinggal di wilayah yang dikuasai ISIS.
Dalam kaitan itu, saya tentunya tidak berhak menyampaikan hal-hal sangat sensitif atau rahasia kepada publik karena akan ada konsekuensi hukum yang harus ditanggung. Sehingga saya buka kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari dan mendalaminya sendiri-sendiri. Bila anda meyakini bahwa ISIS itu murni gerakan Sunni radikal yang berbahaya sebagaimana Al Qaida itu adalah hak anda. Namun bila anda meyakini bahwa ISIS tidak lain boneka Israel itu juga hak anda. Bahwa informasi yang beredar di media massa mainstream maupun jurnalisme alternatif menawarkan berbagai alternatif pemikiran, hal itu menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencernanya secara hati-hati.

Ingat ! Tidak ada satupun informasi yang saya tuliskan di dalam Blog I-I ini dapat dinilai sebagai informasi intelijen. Saya tidak akan mengklaim diri sebagai pemegang kebenaran informasi, namun hanya sebagai penyampai kabar berita dan analisa yang mudah-mudahan dapat membantu anda dalam melihat atau memahami berbagai persoalan keamanan dan intelijen. 

Atau akan lebih nyaman bila sahabat Blog I-I memperlakukan artikel-artikel dalam Blog I-I sebagai teman minum kopi di pagi hari atau minum teh di sore hari. Serta bacalah dengan hati dan pikiran yang terbuka karena informasi dan analisa blog I-I boleh jadi mengganggu kenyamanan keyakinan anda yang belum tentu benar, dan sebaliknya apa yang ditulis oleh Blog I-I juga belum tentu benar. Karena kebenaran hakiki sesungguhnya hanya milik Yang Maha Benar.

Salam
Senopati Wirang 

Labels:

Comments:
mengakui kekurangan adalah ciri2 orang yg memiliki jiwa kepemimpinan, krn berpijak dari sifat lahiriah sbg manusia apapun latar belakang status sosial yg di sandangnya tdk luput dari qodrat dan iradat TYME.
ada kalanya ketika seseorang memandang satu konteks masalah keluar atau melampaui batasan2 yg sebenarnya tdk memiliki dasar yg cukup utk di jadikan alat sbg pembenar.
batasan2 yg bisa di jadikan dasar utk membuktikan suatu kebenaran yg bernilai "absolut" dlm arti faham maupun keyakinan hendaknya di kesampingkan, sebab apabila menuangkan pikiran2 ke ranah publik dgn menginspirasi kinerja sebuah institusi/lembaga yg mengedepankan konfidensi sebuah informasi ada aturan main dan payung hukumnya jadi tdk di benarkan utk berspekulasi. nilai sebuah informasi yg konfidensial sebuah institusi/lembaga yg bertanggung jawab penuh pd sektor2 ketahanan nasional atau keamanan sebuah negara memiliki potensi baik dan bruknya negara. oleh sebab itu seorang yg menyimpan informasi harus benar2 memiliki rasa loyalitas yg tdk bisa di tawar2 lagi meskipun nyawa sbg taruhanya.
 
Lanjuttt bang

 
Kebanyakan omong kosong nya dari pada Analisisnya, tambahin analisisnya lagi dong om
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters