AWAS ANCAMAN TEROR: Bendera Hitam Nusantara » INTELIJEN INDONESIA

Thursday, February 25, 2016

AWAS ANCAMAN TEROR: Bendera Hitam Nusantara

Blog I-I menerima informasi tentang peningkatan kegiatan sel kelompok teroris yang menamakan dirinya Bendera Hitam Nusantara aka Katibah Nusantara aka Ad Daulatul Islamiyah Melayu (cabang Malaysia) yang berada di Indonesia dan Malaysia. Hal ini dapat menjadi peringatan akan terjadinya serangan teror yang merupakan kelanjutan dari serangan Teror Thamrin pada Januari 2016 dan kegagalan serangan teror Tahun Baru Imlek dan Valentine 2016.

Sebelumnya Blog I-I telah menyampaikan apresiasi kepada Polri, BIN, TNI, dan BNPT atas kerja kerasnya mencegah sejumlah rencana teror pada bulan Februari ini, tetapi meskipun puluhan tersangka telah ditangkap dan sejumlah aktifitas dapat dideteksi, ternyata masih terdapat beberapa sel rahasia yang belum terdeteksi sepenuhnya.

Waktu serangan diperkirakan antara tanggal 16 Jumadil Awal 1437 s/d 6 Jumadil Akhir 1437

Perkiraan lokasi serangan di Indonesia adalah sebagai berikut:

Jakarta, Bali, Surabaya, Poso, Makassar, dan Solo. Lokasi persisnya sulit untuk dipastikan, namun semua tempat keramaian yang menjadi simbol AS/Barat, tempat maksiat, simbol/pendukung LGBT, Gereja, Kedutaan Besar, Mall/tempat perbelanjaan modern dan lokasi dimana terdapat patung-patung besar perlu mendapatkan pengamanan ekstra guna deteksi dini dan cegah dini. 

Lokasi serangan di Malaysia menjadi urusan aparat keamanan Malaysia, namun besar kemungkinan di Kuala Lumpur atau Putrajaya.

Demikian peringatan singkat ini, semoga Polri, BIN, TNI, dan BNPT dapat terus meningkatkan kewaspadaan mencegah rencana teror sebagaimana sukses besar mengamankan Tahun Baru Imlek dan saat Valentine. 

Salam Kewaspadaan Intelijen
SW

Labels:

Comments:
mengapa Yogyakarta tidak menjadi salah satu target teror pak?
 
Post a Comment

Links to this post:

Create a Link



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank

Flag sejak Agustus 2009 free counters