CIA ESAU-40: Indonesia 1965 - The Coup that Backfired » INTELIJEN INDONESIA

Sunday, October 22, 2017

CIA ESAU-40: Indonesia 1965 - The Coup that Backfired



Dokumen setebal 356 halaman yang direlease CIA pada Mei 2007 dengan nomor CIA/SRS   /RSS 0033-68  belakangan ini menjadi ramai kembali karena isu komunisme yang marak menjadi pembicaraan masyarakat Indonesia. Isu komunisme bukan saja selalu menarik karena menjadi bagian sejarah hitam perjalanan bangsa Indonesia melainkan juga karena fakta masih adanya sebagian elemen bangsa Indonesia yang tergelincir untuk tetap memeluk faham komunis dalam hati dan pikirannya. Selain itu, sebagian elemen bangsa Indonesia juga menganggap bahwa masih ada masalah terkait HAM dalam penanganan ancaman komunisme di Indonesia. Masalah HAM tersebut terkait dengan perbedaan pandangan tentang apa yang terjadi paska pemberontakan PKI dengan dugaan terjadinya pembunuhan dan marjinalisasi terhadap kaum radikal komunis. Bagi para pembela HAM telah terjadi pelanggaran HAM berat, namun bagi pemerintah khususnya aparat keamanan telah terjadi penegakkan keamanan nasional menyelamatkan bangsa Indonesia dari ancaman komunisme. Perbedaan yang tajam tersebut juga masuk ke ranah masyarakat akar rumput, dimana kaum nasionalis, Islam dan ormas lainnya mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi ancaman komunisme tersebut. Perdebatan ini tidak akan ada habisnya, dan apabila terus-menerus dipertentangkan maka ujungnya adalah konflik yang tidak berkesudahan. Bangsa Indonesia juga akan menghabiskan waktu untuk sesuatu yang justru akan menghancurkan berbagai potensi bangsa dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Beberapa kunci penting dalam dokumen CIA terkait peristiwa G 30 S PKI adalah sbb:
  1. Benar bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) merencanakan kudeta (coup) dengan bukti-bukti yang sangat banyak baik berupa dokumen maupun saksi-saksi.
  2. PKI berhasil menyusupkan kader-kadernya dan menjadi komandan di tubuh Angkatan Bersenjata serta memiliki pasukan. Jumlah kader PKI tersebut mencapai ratusan komandan namun tidak jelas sampai pada pangkat apa saja. Para komandan yang disusupkan atau direkrut PKI tersebut melakukan kontak rutin dengan Biro Khusus (Special Bureau) PKI yang sangat dirahasiakan. Tokoh militer seperti Untung, Sudjono, Latief, dan Supardjo bukan anggota aktif PKI namun merupakan sayap bersenjata dari kudeta PKI yang gagal. Mereka dapat dikatakan sebagai simpatisan PKI yang berkoalisi dan berharap akan memperoleh karir militer yang lebih cemerlang setelah berselingkuh dengan PKI.
  3. Kunci terpenting menurut dokumen CIA adalah bahwa apa yang terjadi pada tahun 1965 adalah "PENYINGKIRAN" sejumlah pimpinan Angkatan Darat yang direstui oleh Presiden Sukarno karena penolakan terhadap kebijakan Presiden Sukarno yakni Komisar Politik dan Angkatan ke-5. 
  4. Peranan Intelijen yakni BPI dibawah Subandrio diantaranya merekayasa dokumen Gilchrist tentang Dewan Jenderal dimana diduga kuat Presiden Sukarno juga tahu masalah ini. Meskipun apa yang dikenal sebagai Dewan Jenderal kemungkinan besar memang ada sebagai upaya menahan tekanan PKI mempengaruhi Presiden Sukarno untuk menghancurkan AD sebagai kekuatan politik, namun Dewan Jenderal tersebut tidak pernah merencanakan kudeta sebagaimana direkayasa oleh BPI.
  5. Republik Rakyat China tahu rencana kudeta PKI dan bahkan ikut mendukung dan mendorong terjadinya kudeta 1965 tersebut, namun yang perlu dicatat adalah RRC bukan otak dari kudeta PKI.
Beberapa catatan tersebut diatas tentunya tidak dapat menggantikan dokumen lengkap CIA yang menurut senior dan jaringan Blog I-I cukup valid sebagai sumber informasi dalam membuka tabir gelap peristiwa kudeta PKI 1965. Bila sahabat Blog I-I ingin mendalami silahkan baca langsung sumbernya dan lakukan pengecekan dan verifikasi dengan sumber-sumber sejarah yang dikumpulkan sejarahwan Indonesia.

Catatan tambahan analisa Blog I-I tentang bumerang dari kudeta PKI terhadap PKI dan seluruh anasir-anasirnya di Indonesia.
Mohon maaf bila banyak pendapat-pendapat Blog I-I yang para sahabat Blog I-I pandang kurang pas. Mungkin ada yang menganggap Blog I-I sudah mulai melemah dalam menyikapi simpatisan komunisme yang belakangan mulai bergeliat bangkit. Mungkin ada yang berpendapat Blog I-I tidak peduli masalah HAM, dan lain sebagainya. Bagi Blog I-I, pada akhirnya kita semua akan mati dari generasi demi generasi. Sebagai jaringan Intelijen Nasional dari kalangan masyarakat biasa yang paling tua di Indonesia, Blog I-I fokus pada kejayaan Republik Indonesia dan masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Tidak ada sejarah bangsa di dunia yang tidak diwarnai catatan hitam kemanusiaan, sehingga tidak ada yang perlu dirisaukan dengan catatan sejarah bangsa Indonesia.

Semoga bermanfaat,
Salam Intelijen
Senopati Wirang


Labels: , , , , , , , , ,

Comments:
saya jadi teringat pesan Dale Carnegie yang terinspirasi dari dr. Sir William Osler tentang hidup tenang; kita seharusnya hidup di hari ini saja, bukannya terjebak dalam masa lalu yang kelam apalagi merasa khawatir akan masa depan. Karena hari ini adalah kemungkinan terbaik untuk melanjutkan hidup yang lebih baik di masa depan juga.

Saya belum memahami apakah negara Indonesia betul-betul tertinggal oleh negara-negara lainnya dalam hal kemajuan berpikir, ilmu pengetahuan, dsb.Tapi yang saya tahu adalah selama kebanyakan rakyat Indonesia masih berendam di bayang-bayang masa lalu, memperbesar-besarkan hal-hal yang kurang penting, kurangnya kesadaran membangun kehidupan yang lebih baik (seperti prinsip kaizen) di HARI INI, jangan harap negara ini akan maju. Namun negara Indonesia masih memiliki harapan. Saya masih yakin akan hal itu.
 
Post a Comment



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?


blog-indonesia.com



PageRank